E-Kelurahan Solusi Andalan Layanan Masyarakat Kota Tegal di Tengah Pandemi

Penulis Churry

Jakarta, ItWorks- Inovasi layanan masyarakat berbasis teknologi digital atau online system terus kembangkan Pemeritah Kota Tegal menunju terwujudnya “Tegal Smart City”. Banyak aplikasi yang telah dikembangkan, salah satunya electronic kelurahan (e-kelurahan) yang bisa memangkas rantai birokrasi dan kontak fisik, sehingga sangat membantu masyarakat di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid- 19) ini.

Transformasi digital di Pemerintah Kota Tegal- Jawa Tengah terus ditingkatkan dengan mengacu paradigma menuju terwujudnya Tegal Smart City. Upaya ini dilakukan melalui penguatan regulasi, peningkatan anggaran belanja Teknologi Informasi (TI), baik untuk infrastruktur jaringan internet, hardware maupun software aplikasi pendukung, terutama terkait layanan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

“Untuk jaringan internet kecepatan tinggi yang sangat diperlukan untuk smart city ini, Pemkot Tegal sudah menggelar jaringan kabel fiber optic yang saat ini telah terhubung ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di kota Tegal. Upaya perluasan fiber optic ini juga terus kami lakukan agar bisa menjangkau seluruh wilayah kota Tegal hingga ke desa-desa. Di saat pandemi ini, ketersediaan internet memang sangat penting untuk aktivitas masyarakat, termasuk pembelajaran jarak jauh (online) dan lainnya. Dalam hal ini, kami juga menyediakan sejumlah akses wifi gratis bagi masyarakat di beberapa titik lokasi,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Tegal, Drs. Markus Wahyu Priyono dalam presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2020” yang berlangsung Senin (16/11) yang dihelat secara virtual oleh Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Kadiskominfo Tegal, Markus Wahyu Priyono didampingi Tim IT, menyampaikan materi presentasi bertajuk” E-Kelurahan- Pelayanan Kelurahan Yang Mudah dan Cepat Berbasis Tanda tangan Electronik”. Solusi digitital e-kelurahan ini juga menjadi salah satu unggulan Pemkot Tegal bagi layanan masyarakat di era pandemi hingga era new normal ini.

Dikatakan, e-kelurahan merupakan sistem aplikasi yang digunakan oleh kelurahan untuk memberikan pelayanan surat keterangan/surat pengantar bagi warga untuk mengurus berbagai surat adimistrasi terkait surat pengantar. Seperti untuk kartu kependudukan, pengantar surat nikah, surat pengantar domisili usaha, surat keteranagan tidak mampu, dan lainnya. Aplikasi ini dibangun dan dikembangkan sendiri tim internal Dinas Kominfo Tegal sejak 2017 dan terus diperkuat hingga saat ini.

“Dengan aplikasi ini, masyarakat menjadi semakin mudah mendapat pelayanan Pemerintah, khususnya pelayanan di Kecamatan dan kelurahan, dimana pemohon tidak harus lagi mengurus surat keterangan sampai ke kantor kecamatan, tapi cukup samapai kelurahan saja. Tujuannya untuk memutus perjalanan warga ke kecamatan tanpa menghilangkan kewenangan kecamatan, sehingga bisa hemat waktu maupun biaya,” ujarnya.

Untuk dukungan legalitasnya, sejak 2018 aplikasi e-kelurahan juga telah dilengkapi dengan fitur tanda tangan elektronik (TTE) menggunakan sertifikat elektronik dari Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Implementasi TEE ini mengacu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

“Berdasarkan aturan hukum tersebut, TTE sah secara hukum. Akan tetapi, layanan untuk publik wajib menggunakan tanda tangan elektronik yang tersertifikasi. Dalam hal ini, kami terlebih dahulu menandatangani perjanjian Kerjasama dengan BSrE. Sehingga ini memberikan jaminan hukum bagi warga,” ujarnya dalam sesi tanya jawab yang dimoderatori Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks) di hadapan lima dewan juri terdiri Nurul Yakin Setyabudi (Indonesia Telecommunication User Group –IDTUG), Garuda Sugardo (Dewan TIK Nasional/ WanTIKnas), Melani Harriman (Melani K Harriman Associate), Febrizal Effendi (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia/ ASPILUKI), dan Dwinda Ruslan (Advisor Majalah ItWorks).

Aplikasi Gulamadu

Dalam pemaparannya juga disampaikan, meskipun terdapat aplikasi digital ini, namun sama sekali tidak memangkas apa yang menjadi kewenangan ketua RT dan ketua RW. “Tujuannya aplikasi ini untuk memudahkan dan mempercepat proses, termasuk tanda tangan oleh lurah maupun camat. Karena aplikasi menggunakan TTE, tanda tangan bisa dilakukan dimanapun berada. Sehingnna bisa cepat terselesaikan. Rata-rata total waktu proses per surat selama 13 menit dan 54 detik dengan waktu tercepat selama 36 detik. Itulah makanya pengguna aplikasi e-kelurahan cukup tinggi. Jumlah layanan per tahun mencapai 30 ribu,” ujarnya.

Tahun 2020 ini, e-kelurahan juga diperkuat lagi dengan aplikasi baru –Gulamadu (Gudang layanan masyarakat terpadu) dengan teknologi generasi 4 (2020). Gulamadu merupakan aplikasi berbasis android yang menyediakan berbagai layanan masyarakat secara online agar dapat diakses oleh warga dimanapun dan kapanpun. Rencananya sistem ini baru akan diterapkan bulan Desember 2020. Dengan aplikasi yang makin lengkap -Gulamadu versi 2020, dimungkinkan warga tidak perlu lagi ke kelurahan dan Kecamatan untuk memngurus berbabgai surat, namun cukup melalui perangkat digital dari rumah.

Dengan adanya peran masyarakat dalam penggunaan teknologi yang semakin tinggi ini, pihaknya optimistis Tegal akan cepat menjadi kota yang smart (smart city). Sehingga bisa mendorong pemberdayaan potensi ekonomi dan bisnis, termasuk ekonomi digital dari jasa perdagangan, ekonomi kreatif, industri dan kekuatan ekonomi lain, termasuk dari sumber alam untuk meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat yang lebih baik. (AC)

BACA JUGA

Leave a Comment