
Penulis: Teguh Imam S
Pemerintah Kota Magelang berhasil masuk sebagai Finalis TOP DIGITAL Awards 2020 yang digelar Majalah IT Works bekerja sama serta didukung sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI-Telco terkemuka di Tanah Air.
Untuk itu, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Magelang telah mengikuti tahap Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang terdiri dari sesi Presentasi, Pendalaman Materi berupa Tanya-Jawab dengan Dewan Juri, dan Nilai Tambah yang berlangsung Kamis, 3/12/2020, secara online.
Dalam kesempatan ini Wikan Kanugroho, Kepala Bidang Teknologi dan Informasi Diskominfosta Kota Magelang memaparkan pemanfaatan teknologi-informatika-komunikasi (TIK) yaitu digitalisasi layanan publik yang telah dilakukan Pemkot Magelang dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk penerapan Smart City dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berupa aplikasi Magelang Cerdas dan DataGO.
Solusi Unggulan
Solusi yang dijadikan unggulan oleh Pemkot Magelang dalam ajang TOP DIGITAL Awards 2020 adalah, Magelang Cerdas: One Stop Public Service and Information Portal With One Touch. Portal satu pintu untuk layanan Publik dan Informasi Publik berbasis elektronik (Digital).
“Tahun implementasi sejak 2017. Dengan developer Kombinasi yaitu internal dan melibatkan pihak eksternal,” terang Wikan.
Fitur unggulan semuanya elektronik atau digital dalam Magelang Cerdas antara lain: Layanan Kesehatan, Layanan Kependudukan, Layanan Perizinan, Layanan Pendidikan, Portal Data, Layanan Pengaduan (Monggo Lapor), Tanya Dokter, Harga Komoditas, Layanan Statistik, Layanan Perpajakan, dan Layanan Informasi.
“Dengan aplikasi Magelang Cerdas, terutama di masa Pandemi Covid-19 ini, dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara digital, serta memberikan kemudahan pengguna khususnya dalam berbelanja secara online,” jelas Wikan
Ke depan, akan terus dikembangkan fitur-fitur lainnya demi meningkatkan pelayanan, khususnya di bidang kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.
“Saat ini masyarakat membutuhkan pelayanan yang berhubungan dengan TIK, dimana pelayanan online sangat dibutuhkan masyarakat, saat ini kami telah melengkapi fitur pelayanan Magelang Cerdas terkait seputar kesehatan yaitu konsultasi dokter umum dan psikiater”, jawab Wikan atas pertanyaan dari salah satu dewan juri.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan pelayanan dalam Magelang Cerdas yang merambah ke pelayanan konsultasi dokter spesialis secara online.
Aplikasi Magelang Cerdas termasuk salah satu quick wins Kota Magelang saat masuk 25 besar Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia. Prestasi ini diraih setelah Kota Magelang melalui serangkaian evaluasi dan paparan Master Plan Smart City di hadapan tim dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI
Atas pencapaian itu, Kominfo memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Kota Magelang pada acara Exhibition, Evaluation dan Presidential Lecture Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11/2019).
Solusi berikutnya, Portal Data Sektoral, DataGO. Sistem Informasi Satu Data Terpadu Kota Magelang yang mengakomodir produsen data sektoral di lingkup OPD, Instansi Vertikal, Lembaga Swasta, dan Institusi Pendidikan.
Mekanisme DataGO digerakan secara online, terintegrasi dan didukung oleh asisten virtual Bang Data yang terkoneksi dengan aplikasi Telegram. DataGo terbukti sebagai Sistem Satu Data yang berdampak terhadap efektifitas dan efisiensi pelayanan publik serta berperan dalam mewujudkan evidence based policy making.
“Kami mulai implementasi DataGO ini tahun 2014, dengan developer Kombinasi yaitu internal dan melibatkan pihak eksternal,” tutur Wikan.
Fitur Unggulan: Permohonan dan Publikasi Data Sektoral Strategis Terkini, Virtual Asisten Bang Data, Publikasi Harga Komoditas harian secara realtime yang terintegrasi dengan IndiGo, Konsultasi Statistik Online dengan Bang Data, Analisis Data dengan statplanet, dan Digital Library.
Saat ini, sudah berkembang portal data terbuka DataGO v.2. Portal data ini melengkapi versi pertama yang dirilis Oktober 2014. Beberapa fitur layanan dikembangkan dalam DataGO versi 2, diantaranya menu permohonan atau tracking informasi, tanya jawab (Q&A), dan menu data strategis lainnya.
Portal ini juga dilengkapi fitur inovatif lainnya yaitu sistem bank informasi yang diberi nama “Bang Data” sebagai virtual assistant 24 jam. Bang Data hadir untuk menjamin validitas data dan meminimalisir terlambatnya publikasi data sektoral di Kota Magelang
Bang Data dikoneksikan dengan gadget administrator DataGO sehingga bisa memberikan notifikasi langsung jika ada permohonan informasi dari masyarakat. Jika data yang dimohonkan sudah ada di database DataGO, permohonan dapat langsung dipenuhi. Ini bisa mempersingkat waktu permohonan yang menurut aturannya 10 hari, bisa lebih cepat lagi.
DataGo v.2 akan terus dikembangkan untuk meningkatkan layanan. Diharapkan masyarakat ikut berkontribusi mengumpulkan data yang tervalidasi. Selama ini informasi yang terkumpul di DataGO adalah data sektoral dari organisasi perangkat dinas. Diharapkan ada produsen data non sektoral dari masyarakat agar jenis data yang dirangkum lebih beragam.
Sejak dirintis tahun 2014, DataGO telah mendapat banyak apresiasi. Ide program ini diduplikasi oleh banyak pemerintah daerah di Indonesia termasuk kementerian. Sejumlah penghargaan diterima untuk DataGO antara lain KIP Award 2017, IGA 2017, Krenova terbaik tingkat OPD/BUMD se-Kota Magelang tahun 2018, IGA 2019 dan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Pemerintah Daerah tahun 2019.
Inovasi di Era New Normal
Terkait inovasi di era New Normal, ada satu inovasi baru yaitu Magelang Cerdas memfasilitasi pengguna agar dapat membeli sembako (kebutuhan bahan pokok) dari pasar di Kota Magelang atau membeli makanan di sentra kuliner Kota Magelang secara online melalui fitur Belanja dan Kuliner
Wikan menjelaskan cara kerjanya, “Disperindag input data UMKM ke halaman admin Magelang Cerdas. Kemudian, pengguna Magelang Cerdas memilih Produk UMKM, membaca deskrisi produk, dan memesan melalui tombol Whatsapp yang tersedia.”
“Pedagang yang menerima pesanan dari pengguna, bekerja sama dengan kurir yang ditunjuk, kemudian mengantar pesanan ke lokasi pemesan.”
“Terakhir, pemesan melakukan pembayaran atas barang yang dibeli melalui kurir yang mengantar,” ujarnya.

Transformasi Digital Pelayanan Publik dan Informasi
Wikan menjelaskan dalam mewujudkan program unggulan, yang tertuang pada RPJMD 2016-2021, yaitu Program Kota Cerdas, Pemkot Magelang memiliki Tata Kelola atau Kebijakan TIK yang tertuang dalam sejumlah Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, dan Dokumen.
“Contohnya, Perda No 15/2018 tentang Satu Data Informasi Daerah; Perwal No 51/2019 Tentang SPBE Kota Magelang; Dokumen Grand Design Telematika Tahun 2015 – 2019; Dokumen e-GIF (Elektronic Goverment Interoperabillity Framework); Dokumen Masterplan Smart City Tahun 2019; dan Dokumen Teknis Perencanaan WAN Tahun 2020.”
Untuk mekanisme pengambilan kebijakan investasi atau belanja TIK seperti pemenuhan sarana dan prasarana TIK, dalam rangka pemenuhan penerapan SPBE, akan dilakukan dengan memfungsikan Kepala Diskominsta sebagai Government Chief Information Officer (GCIO) sesuai Perwal No. 51/2018 Tentang SPBE Kota Magelang Pasal 1 Nomor 13.
Wikan menjelaskan fungsi GCIO ini antara lain: Menjamin keterpaduan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik di daerah, Melaksanakan manajemen pemerintahan, berbasis elektronik, Melaksanakan audit pemerintahan berbasis elektronik, serta Memantau dan melakukan evaluasi pemerintahan berbasis elektronik.
Kronologis Pengembangan TIK
Kepada dewan juri Wikan menguraikan garis besar perjalanan pengembangan arsitektur TIK Kota Magelang yang sudah dimulai sejak tahun 2004 hingga tahun 2019.
“2006 membuat portal magelangkota.go.id; 2014 membuat Portal Satu Data yaitu DataGO. 2017 membuat aplikasi Magelang Cerdas; 2019 membangun Command Center, membuat Perwal SPBE, dan menyusuan Master Plan Smart City dibantu Kemkominfo.”
Pembangunan jaringan WAN atau internet di Kota Magelang, lanjut Wikan, mulai dilaksanakan tahun 2013 berupa pilot project di Diskominfosta dan Dinas Perhubungan dan dilanjutkan hingga 2019. Saat ini, Jaringan WAN itu sudah mencakup 59 OPD, 17 Kelurahan, 3 Kecamatan, 1 RSUD, 2 Puskesmas dan 6 SMP.
Terkait evaluasi pemanfaatan TIK di Kota Magelang, Wikan mengungkapkan, Kemenpan RB telah 2 kali mengevaluasi pelaksanaan SPBE di Kota Sejuta Bunga ini. “Hasil skor SPBE Kota Magelang untuk tahun 2018: 2, 41 (Cukup) dan 2019: 2,77 (Baik).
Komitmen Pemanfaatan TIK
Menurut Wikan, Kota Magelang adalah kota kecil dengan luas wilayah 18.54 kilometer persegi, terdiri 3 kecamatan dan 17 kelurahan, dengan jumlah penduduk sebanyak 129.586 jiwa (mengutip DataGO per triwulan 3 tahun 2020) dan tidak ada industri besar.
“Namun, kondisi tersebut jadi motivasi bagi Pemkot Magelang dan didukung seluruh pemangku kepentingan (Sekda, OPD, BUMD) dan unsur masyarakat untuk merumuskan strategi meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Caranya dengan optimalisasi pemanfaatan TIK dan tranformasi digital untuk mendukung layanan Smart City dalam pemerintahan dan pelayanan publik.”
“Telah ditandatangani Komitmen Bersama Pelaksanaan Pembangunan Kota Cerdas, Pengaduan Masyarakat, dan Satu Data Indonesia Kota Magelang pada 29 Maret 2018,” tutup Wikan.














