Jakarta, ItWorks- Di era digital masa kini, kebutuhan akan informasi menjadi keniscayaan. Namun demikian, tak semua daerah memiliki kesempatan yang sama mendapatkan informasi yang cepat, terlebih di daerah-daerah yang terkendala jarigan Blank Spot. Kabupaten Muara Enim, salah satu daerah di Provinsi Sumatera Selatan punya solusi bernama “Janda Muda Lemot” atau singkatan dari “Jaringan Data Masuk Desa Lemah Sinyal dan Blank Spot”.
“Sebagai terobosan atau langkah strategis untuk memudahkan arus informasi dengan luas dan cepat sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan telekomunikasi yang ada di desa terkhususnya desa-desa yang masih berada di jaringan blank-spot, kami punya program Janda Muda Lemot,” ujar Ardian Arifanardi, A.P,M.Si selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muara Enim dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2021 secara daring oleh Majalah ItWorks, Jum’at (29/10/2021).
Janda Muda Lemot adalah satu dari sekian banyak terobosan yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muara Enim dalam mewujudkan pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik serta terwujudnya sistem pemerintahan berbasis elektronik dan meningkatnya keterbukaan informasi.
“Bapak Bupati berkomitmen mewujudkan transformasi penerapan teknologi pada sistem pemerintahan yang ada di Kabupaten Muara Enim. Untuk itu, kami merancang dan melaksanakan penerapan teknologi yang berkesinambungan antar perangkat daerah yang ada di lingkup Kabupaten Muara Enim,” terang Ardian Arifanardi.
Aplikasi lainnya yaitu; Sister Beti. Sister Beti merupakan Sistem Aplikasi Statistik Sektoral Terintegritas Berbasis IT yang bertujuan mendokumentasikan seluruh data statistik sectoral dari perangkat daerah serta mewujudkan tata kelola yang tersedia, data yang akurat, mutakhir dan terpadu. Ada lagi Mance. Mance atau Muara Enim Center adalah sebuah aplikasi mobile yang dijadikan terobosan dan langkah strategis yang berperan sebagai pusat informasi sekaligus media branding dari Kabupaten Muara Enim.
“Fitur unggulan dari aplikasi ini adalah adanya konten informasi wisata, budaya, kuliner, covid 19, serta pelayanan publik,” jelas Ardian Arifanardi.
Dalam menjalankan pemerintahannya, Kabupaten Muara Enim menjalankan sejumlah aplikasi baik untuk internal maupun eksternal dengan rincian 25 Aplikasi Internal dan 44 Aplikasi Eksternal. “Pemerintah Kabupaten Muara Enim sudah menerapkan keamanan IT, salah satunya adalah dengan pemasangan ssl sertifikasi di website-website Pemerintahan Kabupaten Muara Enim,” tutur Ardian. (Penulis: Mi’roji














