Pandemi telah mengakselerasi transaksi e-commerce, dengan banyak orang berbelanja online dari rumah. Di Indonesia, hadirnya pandemi telah mengakselerasi pertumbuhan industri e-commerce, yang diperkirakan mencapai sebesar 91 persen (dari tahun ke tahun) dan mencatatkan 12 juta pengguna baru.
Kebiasaan belanja online akan bertahan, selain belanja offline juga bakal kembali menggeliat jika pendemi mereda setelah vaksin didistribusikan di Indonesia.
“Kebiasaan berbelanja online memang meningkat selama pandemi, dan sebagian besar akan bertahan seperti itu, namun konsumen pada dasarnya senang akan pilihan,” kata Brian Marshal, Founder dan CEO Sirclo, platform yang menghubungkan brand, konsumen, dan e-commerce, dalam siaran pers, 07/01.
“Kami melihat bahwa metode berbelanja offline akan kembali menggeliat, karena konsumen merindukan pengalaman fisik sebagai sarana refreshing di luar rumah,” katanya.
Ini menjadi momen krusial bagi brand untuk menghadirkan pengalaman omnichannel terbaik bagi konsumen, bukan hanya dengan hadir secara online dan offline, tapi lebih jauh lagi dengan mengintegrasikan aset online dan offline yang dimiliki sehingga konsumen mendapatkan pengalaman yang seamless.
Di tahun 2021, Sirclo optimistis bakal meraih pertumbuhan signifikan. Ini didukung oleh prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh secara menjanjikan hingga 6,1 persen.
Sementara hasil Survei Kegiatan Dana Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia juga menunjukkan perbaikan di seluruh sektor ekonomi sejak Q3 2020.
Selain itu, pemerintah Indonesia telah menargetkan pemberian vaksinasi COVID-19 pada 160 juta penduduk (70% dari populasi Indonesia) untuk dirampungkan pada 2021.
Sehingga Sirclo menargetkan mengalami peningkatan bisnis setidaknya 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan tahun 2020. Perusahaan yang telah memiliki lebih dari 600 karyawan ini terus memperkuat timnya dengan aktif melakukan perekrutan, bahkan di tengah pandemi.














