Wallex, Solusi Pembayaran Online Lintas Negara Makin Diminati di Tanah Air

Penulis Teguh Suyudi

Bank Indonesia melaporkan meningkatnya transaksi digital secara nasional sebesar 84,6 persen selama tahun 2020. Institusi perbankan nasional punya kapasitas yang cukup untuk mengakomodasi penambahan volume pembayaran online. Tapi bank masih mengharuskan pebisnis mengunjungi langsung cabang terdekat untuk memproses transaksi internasional.

Kondisi itu membuat pebisnis menggunakan solusi online untuk pembayaran internasional, Wallex salah satunya. Wallex mengalami pertumbuhan tinggi selama pandemi, berkat kelebihan yang ditawarkannya  antara lain kedinamisan nilai tukar mata uang secara real-time, terintegrasi dengan bank mancanegara, dan kelengkapan perizinan bagi solusi pembayaran.

Wallex kian populer di kalangan pebisnis Indonesia sehingga mendorong pertumbuhan jumlah transaksi perusahaan hingga 4 kali lipat sepanjang 2020, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Wallex, yang berkantor pusat di Singapura, kini melayani ratusan perusahaan di Indonesia, di mana lebih dari setengahnya beralih ke Wallex selama 2020. Hingga saat ini, Wallex menguasai mendekati 10 persen dari pangsa pasar pembayaran ke luar negeri yang diproses oleh lembaga keuangan non bank.

Hiro Kiga, COO Wallex, dalam siaran pers, 14/1/2021, mengatakan, “Semakin banyak perusahaan di Indonesia mengadopsi solusi online kami sebab mereka ingin menghindari aktivitas pergi ke kantor cabang bank saat melakukan transaksi ke luar negeri.”

“Beragam bisnis kini menyadari bahwa mereka dapat menghemat waktu dan biaya dengan menggunakan Wallex untuk melakukan pembayaran online.”

“Kami juga menyediakan jumlah destinasi negara serta opsi mata uang asing yang jauh lebih banyak dibanding bank tradisional,” katanya.

Saat ini, klien korporat dapat menggunakan platform online Wallex untuk mengkonversi rupiah dan bertransaksi dalam 46 jenis mata uang ke 180 negara. Startup teknologi tersebut menawarkan biaya flat yang memungkinkan para klien untuk menghemat setidaknya Rp300.000 pada setiap transaksi, jika dibandingkan pembayaran lewat bank.

Hiro mengungkapkan, “Salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi di pasar Indonesia adalah rendahnya kesadaran di antara perusahaan-perusahaan domestik akan ragam manfaat yang ditawarkan oleh solusi pembayaran online tanpa bank untuk transaksi internasional.”

Baca: Teknologi keuangan membantu pekerja migran mengirim uang ke rumah

BACA JUGA

Leave a Comment