Banyak pelajar yang di masa depan ingin jadi wirausahawan. Namun, mereka sering bingung, bagaimana cara memulainya? Microsoft menjembatani keinginan itu dengan menyelenggarakan Imagine Cup 2021, yaitu kompetisi serba digital dengan empat kategori kompetisi baru yaitu Bumi, Pendidikan, Kesehatan, dan Gaya Hidup.
Bagi yang tertarik untuk mengikuti ajang ini, segera bentuk anggota tim dan bangun solusi teknologi yang selaras untuk masalah sosial yang paling sesuai dan diminati.
Pendaftaran Imagine Cup 2021 dibuka hingga akhir Januari dan semifinal online akan diadakan pada bulan Februari 2021.
Selanjutnya, 40 tim teratas akan maju ke World Finals pada Maret 2021 dan memiliki kesempatan untuk membawa pulang hadiah sebesar USD 75.000 dan menerima sesi bimbingan dari CEO Microsoft, Satya Nadella.
Melalui Imagine Cup 2021, Microsoft memberi kesempatan untuk mengubah imajinasi Anda menjadi solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Microsoft Imagine Cup merupakan ajang kompetisi tahunan para pelajar dalam membuat kode, berkolaborasi, dan bersaing dengan ide-ide baru untuk mengatasi beberapa tantangan terbesar dunia. Pelajar dari seluruh dunia ikut serta dalam kompetisi ini.
Sebelas tim masuk ke babak Final Regional Asia tahun lalu dan menghasilkan beberapa solusi potensial yang luar biasa. Diantaranya adalah runner-up tim Tulibot dari Indonesia.
Baca: Microsoft Meluncurkan Imagine Cup 2021, Pendaftaran Terbuka Bagi Pelajar Indonesia

Ketiga pelajar asal Indonesia ini mengembangkan sarung tangan pintar (smart gloves) dan kacamata pintar (smart glasses) yang mengubah gerakan tangan menjadi tulisan. Solusi yang dikembangka Tulibot menjembatani jurang komunikasi antara penyandang tunarungu dan masyarakat luas.
Dalam siaran pers Microsoft Indonesia, 27/01/2021, Muhammad Alan Nur, anggota Tim Tulibot mengatakan, “Pengalaman mengikuti Imagine Cup 2020 menawarkan peluang mentoring dan jaringan yang luar biasa, yang menurut saya akan sangat berguna dalam membantu mengembangkan keterampilan di bidang yang sangat saya sukai.
Anggota tim lainnya, Namira Rizqi Annisa mengungkapkan manfaat terbesar mengikuti ajang tersebut, “Sebagai mahasiswa teknologi, kami yakin dengan keterampilan kami dalam mengembangkan solusi Tulibot. Namun, memberikan promosi bisnis yang menarik dan terarah sama pentingnya dalam persaingan. Menurut saya, mempelajari cara memposisikan solusi kami secara efektif sebagai ide bisnis adalah salah satu hal terbesar yang kami dapatkan dari Imagine Cup.
“Di bidang teknologi, kami juga belajar bagaimana mendefinisikan pernyataan masalah kami dengan lebih akurat. Hal ini memberikan fokus yang lebih besar pada proses pengembangan, sehingga memungkinkan kami untuk menciptakan solusi yang lebih ramah bagi pengguna untuk memenuhi kebutuhan para tunarungu,” ujar Yudha Sadewa.
Terkait rencana Tim Tulibot ke depan, Muhammad Alan Nur menjelaskan, “Kami akan terus mengerjakan Tulibot dan berharap upaya berkelanjutan kami akan menarik dan bermanfaat bagi banyak pengguna.”
“Secara pribadi, saya bersemangat menciptakan teknologi canggih, dan sekarang saya mengerjakan proyek untuk mengembangkan nanoteknologi yang dapat membantu meningkatkan kehidupan petani di Indonesia. Saya sedang mengerjakan generator nanobubble untuk ditambahkan ke tangki air di kolam mereka untuk membantu meningkatkan kadar oksigen sehingga tanaman mereka dapat tumbuh dan berkembang lebih baik,” tutupnya.
Baca: Tim Tulibot dari Indonesia Raih Posisi Runner Up pada Final Microsoft Imagine Cup Asia 2020














