Penulis: Fauzi
Bagi perusahaan sekaliber PT Astra Graphia Information Technology (AGIT), transformasi digital tentu bukan lagi menjadi sesuatu yang baru. Seiring perjalanan transformasi digitalnya, AGIT sejatinya sudah ‘menikmati’ dari fase transformasi itu sendiri. Hal ini seperti diungkap oleh Octavianus Winkie Setiawan, Senior Marketing Communication AGIT.
”Sebenarnya digital transformation itu sudah bukan langkah awal tahun ini. Justru kita harus bisa ‘menikmatinya’, karena di semua zaman yang virtual, kita dihadapkan satu tantangan baru yang semuanya itu serba digital dengan pengurangan pertemuan fisik, tetapi harus bisa tetap melanjutkan bisnis. Nah, ini bagaimana (kita) menikmati journey-nya transformasi ini,” kata Octavianus saat sesi Penjurian Top Digital Awards 2021 yang diadakan Majalah It Works secara virtual (30/11/21).
Tertuang dalam paparan mengenai profil perusahaan, Octavianus mengungkap kata-kata yang menjadi kunci perusahaan dalam visi-misinya. Untuk diketahui, AGIT memiliki visi ‘Digital Services Preferred Partner’ atau dikatakan menjadi pilihan utama dalam layanan digital.
“Terus dalam misinya, kita harus bisa memberikan suatu pengalaman terbaik dalam layanan digital. Jadi, AGIT sekarang lagi fokus kepada digital services, karena mengingat tren sekarang ini semua about digital. Dan rata-rata semua tren perusahaan sudah mempunyai tim divisi IT sendiri. Jadi, dari situ ibaratnya sudah ada ranahnya, oh ini sudah ranahnya IT perusahaan itu sendiri. Nah, dari sisi AGIT, (yakni) memberikan suatu solusi (kepada perusahaan tersebut),” jelas Octavianus.
Dalam hal itu, lanjut Octavianus, AGIT bisa memberikan edukasi serta memberikan solusi terkait apa-apa saja yang mungkin bisa dilakukan, baik itu as a business-nya perusahaan tersebut, maupun dari sisi divisi IT-nya.
Apa di Balik Pergeseran Bisnis AGIT?
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa teknologi informasi, sejalan dengan visinya, AGIT mengusung strategi bisnis untuk menjadi partner pilihan dari customer perusahaan.
Seperti dikatakan Octavianus, di dalam master plan perusahaan ada empat pilar yang akan dilakukan penekanan oleh AGIT. “Yang kesatu sebagai digital strategy. Yang kedua, Digital ICT Foundation, baik itu dari segi aplikasi maupun infrastrukturnya. Dan yang ketiga Digital Platform (platform ini bisa banyak, bisa analytic, bisa IoT, bisa security. (Keempat) layanan yang langsung, ibarat tatap mukanya kita adalah Digital Services,” ungkapnya.
Mengenai pergeseran bisnis yang dilakukan, hal ini berkaitan dengan solusi unggulan AGIT. Di mana sebelumnya pendetakan yang dilakukan AGIT lebih ke produk. Sekarang pendetakannya sudah bukan seperti itu lagi.
”Kita melihat pergeseran bisnis IT itu bukan as a product, apalagi AGIT ini perusahaan IT yang cukup besar. Kalau ibaratnya secara kalkulasi untuk pendapatan laba atau revenue, kalau kita menjual produk saja itu mungkin revenue-nya masih perlu di-adjust. Tapi kalau kita memberikan jasa/solusi itu kita bisa mendapatkan revenue yang lebih. Nah, ini yang coba kita sasar,” kata Octavianus.
Sebagai analogi, Octavianus mencontohkan beberapa perusahaan, sebut saja Tokopedia, Gojek, atau Grab. Pada dasarnya, kata Octavianus, main core bisnisnya mereka adalah menyediakan solusi jasa layanan. Jadi, menurut pengamatannya peluang bisnis main core-nya adalah layanan digital. Sektor ini lah yang akan terus disasar AGIT, dengan memberikan advise kepada perusahaan-perusahaan yang memang mempunyai keinginan dan terjun di bidang Digital Transformation.
“Karena mau ngga mau ibaratnya seperti ini, tren IT itu akan terus berkembang, tidak akan ada putusnya. Contoh tahun kemarin kita ada (pandemi) Corona, akhirnya Zoom Online, Teams dan lain-lain, sahamnya naik pesat. Berbeda dengan misalkan (bisnis) aksesori, contoh perusahaan komersial seperti toko-toko baju, departemen store yang ada di mall, mereka akan turun. Dan sekarang kita nih belanja udah pasti tinggal di take out (dari toko online) karena kita sudah paham. Nah, bisnis-bisnis seperti itu kan akan bergeser, dan semua itu pengalamannya akan by digital. Hal-hal seperti itu yang akan coba terus sasar, akan terus coba dalami, terutama memberikan insight-insight layanan digital. Itu yang akan terus kita olah,” paparnya.
AGIT sendiri memiliki beberapa solusi bisnis unggulan, diantaranya adalah mydigitalife & development center. Solusi yang telah diimplementasikan sejak 2018 ini dikembangkan oleh internal AGIT. Mydigitalife & development center merupakan aplikasi untuk membuat berbagai macam solusi untuk dan tergabung dalam sebuah satu solusi besaran yaitu keluarga mydigitalife. Solusi ini memiliki fitur unggulan myforce iserve, mysights, dan myveego.
Selain itu, AGIT juga memiliki solusi bisnis unggulan lainnya yang disebut sebagai development center. Diimplementasikan sejak 2018, development center dideskripsikan sebagai solusi untuk mendevelop, merancang sampai pada proses go live aplikasi. Solusi bisnis ini memiliki fitur unggulan Analytics, IoT. Dengan solusi ini perusahaan bisa mendevelop aplikasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Keberhasilan yang Layak Dicontoh
Ada beberapa hal, utamanya yang berkaitan dengan keberhasilan AGIT dalam penerapan teknologi informasi yang dinilai membanggakan, di antaranya adalah AGIT merupakan satu-satunya pilar dalam bidang IT dalam Astra Group. Selanjutnya, sepertidikatakan Octavianus, AGIT juga telah bekerja sama dengan beberapa principal kelas dunia (SAP, Microsoft, Google, IBM, AWS, dan lain-lain). Selain itu, hal yang juga membanggakan adalah AGIT mempunya produk inovasi IT sendiri. ”Yang dibangun dan dibuat oleh anak-anak Indonesia sendiri. Jadi kita bukan bergantung dari solusi-solusi dari luar,” paparnya.
Adapun yang berkaitan dengan keberhasilan AGIT yang layak dicontoh. Dalam hal ini, AGIT mengungkap soal keberhasilannya mengimplementasikan sistem SAP Hana on Cloud yang pertama di perusahaan manufacturing, Astra, dan perusahaan manufacturing yang terbesar di Indonesia, yaitu UT Group.
“Seperti diketahui UT Group itu bisnisnya luas, tidak hanya di manufacturing, tidak hanya di transportasi, tidak hanya di logistic, tapi di kelapa sawit dan lain-lain itu semua ada UT Group juga. Dengan begitu banyaknya database transaksinya per hari juga bisa triliunan, itu memerlukan satu sistem database yang harus cepat ketika ada kalkulasi dan lain-lain, itu harus bisa tersimpan dengan baik. Nah, dalam hal ini AGIT bekerja sama dengan SAP, kita bantu nih, kita merancangkan programnya. Nanti untuk pengimplementasiannya, proses go live-nya dibantu oleh Tim AGIT yang sudah tersertifikasi,” jelas Octavianus.
Dalam hal proses pengerjaannya, ternyata juga bisa dilakukan lebih cepat dari rencana semula. Dikatakan Octavianus, sejatinya proses launch dari implementasi ini di perkirakan pada bulan Desember, artinya pengerjaan harusnya selesai di bulan Agustus. Namun, dalam hal ini AGIT bisa membuatnya lebih cepat, di mana selesai satu bulan lebih awal, yakni pada bulan Juli.
“Makanya ini yang menjadi satu prestasi kita di tahun ini. Bagaimana bisa mengkombinasikan beberapa solusi ERP, terus database-nya on cloud, dan itu bisa secara realtime dikomunikasikan secara langsung, baik itu analisis data, baik itu ada transaksi, baik itu ada misalkan payroll gaji dan lain-lain itu sudah menjadi satu sistem besarannya,” tutupnya.














