Kementerian Komunikasi dan Informatika terus menjalankan komitmen dalam membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyatakan infrastruktur TIK implementasikan perlu dilaksanakan dengan progresif melalui program yang tepat, benar dan penuh tanggung jawab terlebih di tengah pandemi Covid-19.
Menteri Johnny menyatakan usaha bersama yang dilakukan pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo (BAKTI Kominfo) dan mitra kerja dilakukan demi kepentingan negara dan bangsa,” ujar Menteri Kominfo dalam Konferensi Pers Virtual Penandatangan Kontrak Payung Penyediaan Infrastruktur BTS 4G 2021 dari Jakarta, Jumat (29/01/2021).
Menurut Menteri Kominfo, pembangunan yang dilakukan oleh BAKTI Kominfo hingga saat ini telah melalui tahap yang cukup panjang.
Baca: Pemerintah Percepat Pembangunan BTS 4G, untuk Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi
Hingga tahun 2020, BAKTI Kementerian Kominfo telah membangun BTS 4G di 1.682 lokasi.
Selain itu juga menyediakan akses internet di 11.817 lokasi termasuk di dalamnya 3.126 lokasi fasilitas layanan kesehatan sebagai bagian dari Program Komite Penanganan Covid-19 dan Pemuliha Ekonomi Nasional (KPC-PEN).
Ada pula penyediakan jaringan backbone Palapa Ring sepanjang 12.229 km yang terdiri dari 4.156 km kabel darat (inland) dan 8.073 km kabel laut (SKKL).
BAKTI Kementerian Kominfo juga menyediakan kapasitas satelit sebesar 21 Gbps.Dan untuk meningkatkan rasio internetifikasi juga akan diluncurkan Satelit Republik Indonesia (SATRIA) 1. Saat ini SATRIA 1 sampai dalam proses penandatanganan preparatory work agreement dan diharapkan pada tahun 2021 ini sudah dapat mulai proses konstruksi.
Infrastruktur telekomunikasi dan informasi yang dibangun Kementerian Kominfo tersebut melengkapi infrastruktur yang telah dibangun oleh operator telekomunikasi swasta maupun BUMN.
Baca: Telkomsel, Huawei dan BAKTI Perluas Jaringan 4G LTE Hingga Ke Pelosok














