Seiring dengan peluncuran RISE with SAP, pada 29 Januari 2021, Zespri International, pemasar buah kiwi terbesar di dunia menjadi salah satu pelanggan SAP pertama di dunia yang akan memakai layanan ini. Perusahaan yang berbasis di Mount Maunganui, Selandia Baru ini telah menandatangani kesepakatan multi-year untuk mendukung transformasi bisnis mereka, termasuk migrasi ke SAP S/4HANA, Private Cloudyang merupakan bagian penting dari layanan baru ‘RISE with SAP’.
Pada tahun 2019, sebanyak 4,35 juta ton buah kiwi diproduksi secara global dan diproyeksikan mencapai 5,9 juta ton pada tahun 2025, seiring dengan meningkatnya permintaan global. Selandia Baru memproduksi sekitar 10 persen dari total produksi buah kiwi secara global, sekitar 95 pesen di antaranya diekspor. Ekspor buah kiwi pada tahun 2019 setara dua per tiga dari total ekspor buah segar Selandia Baru.
Permintaan yang kuat terhadap buah dengan kualitas premium itu, mereka telah menjadi penopang bagi industri ini yang mampu bertumbuh pesat, dengan penjualan global mencapai NZD$3,14 miliar pada tahun 2019/20.
Menurut Zespri’s 2021 5-Year Outlook Document, dalam jangka panjang, industri ini diprediksi akan meningkatkan pasokan buah kiwi secara global dari 164,4 juta baki pada tahun 2019/20 menjadi sekitar 280 juta baki pada tahun 2030.
Baca: Solusi RISE With SAP Mendorong Transformasi Bisnis Secara Holistik
Zespri juga akan mengimplementasi beberapa aplikasi SAP Digital Supply Chain termasuk SAP Global Trade Services, SAP Integrated Business Planning (IBP) dan SAP Logistics Business Network yang akan memanfaatkan berbagai keunggulan SAP Business Technology Platform, seperti SAP Analytics Cloud, SAP Integration Suite the SAP Extension Suit (SAP Cloud Platform), dan solusi dari partner yang didukung SAP seperti OpenText, Tricentis, dan Celonis.
Teknologi ini akan mendukung ambisi Zespri dalam program transformasi 4 tahun Horizon untuk mendigitalisasi semua operasi mereka, menjadi lebih efisien, dan meningkatkan penjualan. Zespri saat ini menjalankan ekosistem SAP pada Microsoft Azure Public Cloud, yang nantinya akan dimigrasi ke SAP S/4HANA edisi Private Cloud. Zespri akan tetap menggunakan Azure untuk infrastruktur enterprise mereka, memanfaatkan yang terbaik dari Microsoft dan SAP.

“Bermigrasi ke cloud sudah menjadi keputusan strategis yang penting bagi kami, dan telah memberikan fleksibilitas, skalabilitas dan siklus inovasi yang jauh lebih cepat. Kami sangat memahami kemampuan SAP’s Private Cloud yang semakin matang dalam beberapa tahun belakangan, khususnya dalam hal fleksibilitas pelanggan, tingkat keamanan layanan dan automasi, sehingga SAP S/4HANA edisi Private Cloud baru menjadi pilihan terbaik bagi bisnis jangka panjang kami. Ini akan memungkinkan kami untuk fokus terhadap transformasi berbagai sistem dan proses, mengetahui betul bahwa platform komputasi dan infrastrukturnya aman, stabil dan tersedia,” kata Dave Scullin, Chief Digital Officer Zespri, dalam siaran pers, 29/01/2021.
Phil Cameron, Managing Director, SAP New Zealand, mengatakan: “Sebagai entitas bisnis, sudah jelas bahwa masa depan kami adalah di cloud, sehingga sangat menyenangkan melihat pelanggan jangka panjang seperti Zespri melangkah bersama kami untuk menjadi intelligent enterprise. SAP S/4HANA edisi Private Cloud yang baru akan memberikan waktu yang singkat untuk mengevaluasi sesuatu, sehingga memungkinkan Zespri untuk menangkap peluang bisnis baru dan merespon perubahan dengan cepat dan lincah. Ini juga akan menyediakan platform bagi inovasi, memanfaatkan teknologi cerdas terbaru dari Internet of Things untuk analisa prediktif.”
Klik di sini untuk melihat video CTO Zespri, Dave Scullin, mendiskusikan program transformasi Zespri, dan di sini untuk gambar kebun kiwi Dave dan Zespri.
Zespri tersedia di Indonesia, klik disini untuk mencari tahu lebih lanjut.
Baca: Ditopang ERP-SAP, Kinerja Pan Brothers Tetap Hebat Meski Pandemi














