Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 2015 ini menargetkan lahirnya 20 unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Inovatif melalui beragam produk kreatif dan inovatif yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu.
” BPPT terus mendorong tumbuhnya budaya teknopreneurship di kalangan pemuda dan mahasiswa dengan memberikan gambaran mengenai peranan teknologi dalam pengembangan usaha dan peningkatan daya saing,” kata Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT), BPPT, Tatang A Taufik pada acara kegiatan technopreneurship camp 2015 yang berlangsung selama tiga hari sampai 6 Juni 2015 di Puspiptek Serpong, Tangsel.
Dalam kegiatan workshop technopreneurship camp 2015 tersebut, BPPT bekerjasama dengan Institut Teknologi Indonesia (ITI) dan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel). Total peserta yang mengikuti technopreneurship camp 2015 ini sejumlah 200 orang, yang terdiri dari perguruan tinggi di lingkungan Tangsel dan UKM Inovatif di sekitar Tangsel. Peran Inkubator Teknologi (BIT) menyiapkan UKM berbasis teknologi dari proses awal (start-up) menjadi sentra klaster industri yang dinamis dan menjawab kebutuhan pasar.
Pelatihan tersebut dimaksudkan sebagai kegiatan pengembangan diri untuk menjadi entrepreneur berbasis teknologi selain menggali potensi bisnis dari kalangan muda yang dapat dikembangkan,misalnya potensi bisnis anggrek, bisnis kuliner dan bisnis teknologi yang produknya banyak dihasilkan oleh lembaga litbang di Puspiptek dan perguruan tinggi yang banyak terdapat di Tangsel.
Dilanjutkan Tatang, sesuai data statistik, sekarang ini Indonesia sedang memiliki penduduk yang usia produktif sangat tinggi, namun saat ini baru memiliki 0,56% entrepreneur dari jumlah penduduk. Jadi kita masih tertinggal dengan negara Singapura yang memiliki sekitar 4% entrepreneur, dan AS tercatat 7%.
Teknoprener merupakan salah satu pilar dalam penguatan sistem inovasi yang harus terus dikembangkan agar perekonomian Indonesia ditopang oleh sistem industri yang kuat dan inovatif. “Technopreneurship Camp dalam rangka mencari bibit-bibit muda Indonesia dalam meningkatkan perekonomian,” tambah Isnuwardianto, Rektor ITI. (red/ju)













