PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) resmi berganti nama setelah merger dengan PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. Bank hasil penggabungan ini bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Terhitung mulai 1 Februari, nama PT Bank BRIsyariah Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. “Perdagangan efek Bank Syariah Indonesia di Bursa Efek Indonesia tetap menggunakan kode BRIS,” ungkap BEI dalam pengumuman bursa, Jumat (29/1).
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkapkan, proses perizinan Bank Syariah Indonesia telah disetujui pada Rabu (27/1). OJK memang telah mengatakan kalau proses tersebut bakal diproses sebelum tanggal 1 Februari 2021.
Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan integrasi infrastruktur dari Mandiri Syariah, BRI Syariah dan BNI Syariah. Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Hery Gunardi sebelumnya mengatakan akan memilih satu platform mobile banking dari ketiganya untuk dipertahankan sebagai platform Bank Syariah Indonesia.
“Platform digital akan kami pilih yang terbaik, karena masing-masing bank sudah punya. Selanjutnya juga tentu akan kami tambah fitur-fiturnya sesuai kebutuhan nasabah,” ujarnya dalam paparan daring, Selasa (19/1).
Saat ini, Bank Syariah Indonesia sedang menyusun relokasi kantor cabang dari ketiga bank tersebut karena ada beberapa cabang masing-masing entitas yang berdekatan sehingga perlu direlokasi. Saat ini jika digabung ketiga bank tersebut punya 268 kantor cabang, dan 852 kantor cabang pembantu, serta 1.785 ATM.
Mengutip pemberitaan di media nasioanal, hari ini Senin (1/2/2021) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan meresmikan pendirian BSI.
Baca: Tranformasi di Bank Syariah Mandiri Hadirkan Digital Banking














