
Penulis: Teguh Imam S.
Bank Syariah Mandiri kian gencar meningkatkan kualitas produk dan layanan berbasis teknologi bagi nasabahnya dengan melakukan tranformasi menuju digital banking. Langkah ini dijalankan untuk mewujudkan visi BSM jadi Bank Syariah Terdepan dan Modern, Adil, Seimbang dan Maslahat utamanya bagi stakeholders BSM.
Untuk mencapainya, strategi yang dijalankan manajemen BSM, dengan menjadikan BSM sebagai intitusi keuangan yang Digital, Modern, dengan Nilai Syariah Value dan Empati. Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi makin memperkuat strategi menuju Digital Banking yang dijalankan BSM itu.
“Dengan strategi itu, BSM ingin mencapai kinerja yang hebat yaitu pertumbuhan laba yang
sustain, bermanfaat dan berkah bagi stakeholder,” ujar Riko Wardhana, Head of Digital Banking, Bank Syariah Mandiri saat sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang dilakukan secara online, Kamis, 5 November 2020.
“Terkait tranformasi digital banking, dalam menghadirkan layanan dan produk, kami memperhatikan aspek keuntungan kompetitif dari perbankan syariah yang memiliki fitur & layanan berdasarkan kebutuhan dan aktivitas customer.
“Spiritual untuk Shalat, Fasting, Reciting, Qur’an. Sosial yaitu Zakat, Infaq, Sodaqah, & Specific charity, Qurban & Aqiqah, Wakaf. Dan Finansial seperti Halal food, Rumah, Kesehatan, Pendidikan, E – Commerce, Automotive, Travel, Hajj & Umrah, Investasi, Remittance.”
Juga dengan membangun BSM sebagai bank untuk gaya hidup muslim dengan memanfaatkan digital untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat mulai dari saat bersekolah, kuliah, bekerja, berkeluarga, hingga ibadah haji.
“Kami menyediakan layanan dan produk untuk itu semua seperti Transfer, Payment, Sharia Account, QR Pay, Ziswaf, Hajj & Umroh, Chatbot, Praying reminder, Qibla, Home & Auto financing, Pawning, Halal travel, Quran & Hadits, dan masih banyak lagi,” kata Riko.

Transformasi Digital BSM
“Transformasi digital yang dijalankan BSM telah menhghasilan sejumlah capaian penting dan melibatkan teknologi, bisnis proses, dan SDM yang selalu berkembang dan berinovasi,” jelas Riko.
“Pertama, membangun aplikasi ‘All In One’ Mandiri Syariah Mobile untuk memenuhi dan memudahkan kebutuhan nasabah (Online onboarding, pembayaran, pembelian, top up ewallet, sampai dengan ziswaf).”
“Kedua, menghadirkan Digital Branch, untuk memberikan pengalaman baru bagi nasabah perbankan syariah untuk menjawab seluruh solusi.”
“Ketiga, menghadirkan AISYAH Chat bot yang didukung dengan machine learning untuk menghadirkan pengalaman baru dalam mengakses bank.”
“Keempat, membentuk Digital Shariah Ecosystem, dimana BSM menjadi “key player” untuk menyediakan platform syariah.”
Solusi Digital
Kepada dewan juri, Riko memaparkan, sejumlah solusi digital yang dimiliki BSM, pertama, Online Onboarding Sebagai Solusi Unggulan untuk Hijrah Mudah Secara Digital.
“Ini berupa Mandiri Syariah Mobile, dimana pembukaan rekening secara online melalui aplikasi Mandiri Syariah Mobile. Telah Go Live sejak Desember 2019. Dikembangkan oleh Developer kombinasi internal dan eksternal. Kelebihannya, proses KYC dilakukan secara online, tanpa harus ke cabang.”
“Dampak bisnisnya sangat bagus, yaitu engoptimalkan pertumbuhan user baru, dan memfasilitasi nasabah dalam pembukaan rekening secara online,” ungkapnya.
Riko mengungkap, saat ini jumlah pengguna Mandiri Syariah Mobile sebanyak 1,4 juta.
“Kami juga memiliki sejumlah solusi untuk mitra-mitra kami. Tentu saja, Mandiri Syariah Mobile yang jadi Sahabat Spiritual, Sosial dan Finansial. Dapat memenuhi kebutuhan 24/7 seorang muslim, dan memberikan kemudahan nasabah untuk melakukan segala jenis transaksi.”
“Mandiri Syariah Mobile dapat memperluas kerja sama dengan mitra untuk media pembayaran dan pembelian, meningkatkan user active, dan meningkatkan Fee Based Income.”
Solusi kedua, API BSM, dengan perluasan layanan ekosistem berbasis API. Ini Go live pada November 2019. API BSM sedang dikembangkan untuk Online Onboarding. Yang sudah ada yaitu Direct debit, sandbox, Travel and Umrah, Pay later, loyalty point, dll.
“Dampak bisnisnya, perluasan kerjasama dengan pihak ketig, peningkatan customer base, active user dan transaksi.”
Kemudian ada Web Jadiberkah.id, berupa platform yang dapat memudahkan Nazhir untuk pengumpulan dana program ziswaf, dan memudahkan nasabah untuk berziswaf.”
“Web ini telah Go live pada Mei 2019. Mitra yang telah bergabung LAZNAS BSM, iwakaf, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa. Ini membangun ecosystem syariah yang lengkap: Zakat, Infaq, Wakaf, Kurban dan aqiqah (sedang dalam pengembangan).”
“Dampaknya, mengoptimalkan crowdfunding ziswaf, dan memfasilitasi nasabah maupun nazhir untuk kemudahan end-to-end ber-ziswaf.”
“Kami juga telah memanfaatkan QRIS yang memudahkan merchant untuk pembayaran dan Masjid/lembaga sosial untuk pengumpulan Ziswaf. “QRIS kami telah Go live tahun 2019 dan satu-satunya bank syariah pada saat itu. Ini mempermudah pembayaran transaksi merchant sampai ziswaf secara digital.”
“Dampak bisnisnya, mengembangkan ekosistem mulai dari mesjid, usaha mikro, perdagangan, lembaga pendidikan dll. Juha meningkatkan transaksi dan user aktif.”
Solusi di Masa Pandemi
Untuk tetap produktif meski bekerja dari jarak jauh, BSM memanfaatkan Video Conference. Ini menggunakan aplikasi pihak ketika sebagai sarana untuk meeting online dengan pihak internal maupun eksternal jelas Riko.
“Video conference diimplementasikan tahun ini. Dengan keunggulan: Multiple login, Private conference, Share screen, dan Jaringan lebih stabil.”
Sebagai informasi, BSM telah berusia 21 tahun, Bank BUKU III, ada di posisi ke-6 untuk saving secara national, dengan aset per semester 1 tahun 2020 sebesar Rp114,4T.
Memiliki 8 juta nasabah, 742 cabang, 204.154 jaringan ATM (1.039 ATM BSM, 17.31 ATM Mandiri, 80.959 ATM Bersama, dan114.553 ATM Prima).
Baca: Mandiri Syariah Mobile Jadi Solusi Perbankan di Masa Darurat COVID-19














