ItWorks- Kantor Bea Cukai Yogyakarta berkomitmen mendukung UGM Science Technopark untuk produksi alat deteksi Covid-19 berupa GeNose C19. Dukungan terutama kemudahah untuk memberikan fasilitas percepatan layanan importasi bahan baku yang dibutuhkan.
Komitmen itu disampaikan Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta , Hengky Aritonang saat melakukan kunjungan lapangan ke UGM Science Technopark untuk melakukan koordinasi sekaligus melihat langsung proses produksi GeNose C19. Kedatangannya disambut oleh para pimpinan UGM Science Technopark dan konsorsium yang terlibat dalam proses produksi GeNose C19.
“Bea Cukai akan berusaha mendukung produksi GeNose C19 dengan memberikan fasilitas percepatan layanan importasi bahan baku yang dibutuhkan. Terlebih lagi, ini adalah produksi anak negeri” ungkap Hengky saat berkunjung ke UGM Science Technopark, lokasi produksi alat deteksi GeNose C19 sebagaimana dilansir portal web Kemenkeu, (22/2), di Jakarta.
Produksi GeNose C19 dilakukan oleh 5 Konsorsium, yaitu PT Nanosense, PT Hikari Solusindo, PT YPTI, PT Stechoq Robotika Indonesia, dan PT Swayasa.
Hengky menjelaskan, untuk memproduksi GeNose C19, PT Stechoq mengimpor beberapa bahan baku dari luar negeri, antara lain micro pump dan valve pneumatic. Sedangkan PT Hikari mengimpor komponen elektronis dan sensor. Kemudian, kegiatan assembly final dilakukan oleh PT Swayasa yang bertempat di UGM Science Technopark.
Menurutnya komitmen Bea Cukai ini karena GeNose C19 sangat penting dalam penanganan pandemi Covid 19, terlebih lagi ini adalah produksi anak negeri. (AC)
Peta Situs














