Hari ini majalah It Works mengelar It Works Webinar Series 2021, serial seminar online yang membahas isu-isu strategis di bidang TI, TELCO dan teknologi digital. Tema yang diangkat hari ini: “IT Security: A Strategic Key of Public Services and Business success in New Normal”. Tema tersebut sangat relevan dengan perkembangan era digital saat ini juga sesuai dengan kebutuhan korporasi dan instansi pemerintahan di Indonesia.
Dalam It Works Webinar Series hari ini, Setiaji, S.T., M.S.I., selaku Kepala Diskominfo Pemprov Jawa Barat, membagikan strategi dan pengalaman Pemprov Jabar dalam mengelola TIK, khususnya yang terkait keamanan siber.
“Sebagai Digital Province, Jawa Barat telah memanfaatkan TIK, untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan daerah dan pelayanan masyarakat, antara lain: E-office, Dashboard Pimpinan, Email Official, Jabar Cloud, Penataan Jaringan, dan Pengelolaan Informasi,” kata Setiaji.
“Saat ini, program-program terkait TIK yang ada: Jabar Command Center yang juga berfungsi sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19, Jabar Open Data, Satu Data Jawa Barat, Satu Peta Jawa Barat, Desa Digital, Citarum Harum Juara, Sapa Warga, Core Data, Jabar CSIRT, Jabar Saber Hoaks, Tech Update, dan Jabar e-Sign.”
Setiaji mengungkap di masa pandemi Covid-19, insiden serangan siber (cyber attack) di Jabar meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan di tahun 2020 lalu. “Di Januari 2020, tercatat 300.994 insiden serangan siber. Namun, di Desember 2020, jumlahnya meningkat jadi 2.072.726 insiden serangan siber.”
“Namun, hal itu sudah kami antisipasi lewat sejumlah inisiatif terkait IT yang kami jalankan. Sehingga kami dapat mengelola berbagai insiden serangan siber itu.”

Setiaji kemudian memaparkan sejumlah inisiatif terkait IT di Jabar yang sudah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir, “kami sudah memiliki sejumlah layanan terkait information security yang kami sebut “Lalakisajabar” singkatan dari Layanan-Layanan Keamanan Informasi dan Persandian Jawa Barat.
“Layanan information security yang saat ini kami jalankan antara lain: ITSA KAMI untuk IT Security Assesment, JSOC Jabar Security Operation Center, Jabar e-SIGN, Counter Surveillance, Jabar CSIRT, JAMMER, JKS Private Communication Network, Indeks Keamanan Informasi berupa audit dan sertifikasi,” ujar Setiaji.
“Selain teknologi dan layanan, kami juga terus meningkatkan kualitas SDM lewat berbagai training dan sertifikasi terkait keamanan siber, seperti: ISO 270001:2013, Indeks KAMI, Cyber Security Monitoring, Service Desk, Secure Coding, Penetration Testing, Jammer, Sandiman, Drilltest, dll.”
“Bahkan, pusat data kami sejak tahun 2018 sudah memiliki sertifikasi ISO 27001:2013 dari Komite Akreditasi Nasional yaitu BSI. Setiap tahun, kami telah melakukan sejumlah audit di pusat data tersebut,” tegas Setiaji.
Kepada para peserta Webinar, ia memaparkan langkah-langkah yang dijalankan Diskominfo Pemprov Jabar, melalui Jabar Prov CSIRT. “Masyarakat dapat melaporkan dan mengirimkan bukti insiden serangan siber ke nomor kontak +6222 2502898 dan email: csirt@jabarprov.go.id atau abuse@csirt.jabarprov.go.id yang akan segera menangani keluhan yang disampaikan.”
“Dalam penerapan keamanan siber, melalui Jabar Prov CSIRT, kami berkolaborasi dengan sejumlah pihak yaitu: Pemerintah Pusat yaitu BSSN, Pemda yaitu Diskominfo Kabupaten/Kota, kalangan akademis yaitu universitas-universitas di Jabar, kalangan swasta, dan komunitas TI,” jelas Setiaji.
“Kolaborasi juga kami lakukan dengan menggelar Webinar Series Sandikamimania untuk membangun kesadaran terkait keamanan siber,” tutupnya.
Baca: PIKOBAR Solusi Digital Andalan Jawa Barat Untuk Covid-19














