Jakarta, Itech- Dalam melakukan kunjungannya ke Indonesia, Tim Integrated Regulator Review Service (IRRS) dari International Atomic Energy (IAEA) melakukan penilaian terhadap efektivitas peraturan nasional dan prasarana untuk keselamatan nuklir. Selain itu, terkait masalah keamanan radiasi, limbah radioakti, keselamatan transportasi dan keamanan sumber radioaktif.
““Kunjungan kami bukan untuk inpeksi, tapi setelah melihat kondisi yang ada, memberikan saran dan rekomendasi agar kedepannya lebih baik. Setidaknya melakukan persiapan panjang untuk menggunakan PLTN, paling tidak 10-15 tahun,” kata Carl-Magnuss Larsson, Ketua Tim IRRS di Bapeten, Jakarta, Jumat (14/8, seuasi melakukan kunjungan ke Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan ke beberapa instalasi lainnya mulai 2 hingga 14 Agustus 2015.
Di tempat yang sama, Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto dalam kesempatan tersebut menambahkan, hasil rekomendasi Tim IRRS tersebut sangat penting untuk mengukur kesiapan infrastruktur nasional pengawasan ketenaganukliran, termasuk kesiapan pengawasan terhadap PLTN. Diharapkan setelah kembali dari kunjungannya ini, Tim IRRS dalam laporannya akan memberikan berbagai rekomendasi dan saran sesuai standard internasional. Untuk itu, Bapeten akan menindaklanjuti rekomendasi dan saran Tim IRRS untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem pengawasan nuklir dan radiasi secara nasional.
Seperti diketahui, salam kunjungannya bersama 20 anggota Tim IRSS, juga telah melakukan analisis dan identifikasi menyeluruh terkait hal-hal yang berhubungan dengan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Analisis tersebut berdasarkan fakta-fakta di lapangan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia.”Bagi Bapeten, hasil IRRS Mission ini sangat penting untuk mengukur kesiapan infrastruktur nasional ketenaganukliran, termasuk kesiapan pengawasan terhadap PLTN,” tambah Jazi Eko.
Dalam kunjungan tersebut Tim IRRS juga melakukan wawancara dengan pejabat Bapeten, dan melakukan kunjungan ke Kemenristekdikti, Kementerian Sekertariat Negara, juga ke Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy di Serpong, Instalasi Produksi Elemen Bakar Reaktor Riset (Ipebrr) – PT Industri Nuklir Indonesia (Inuk), instansi pemanfaatan tenaga nuklir bidang radiografi industri PT Sucofindo dan PT Relion, serta instansi pemanfaatan tenaga nuklir bidang medis seperti Rumah Sakit. (ju/red)













