Jakarta, Itech- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, melepas mobil listrik bertenaga surya buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mobil yang diberi nama Widya Wahana V ini akan menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bali.
Kegiatan Tour de Java Bali ini diselenggarakan dengan harapan dapat mensosialisasikan pentingnya pengembangan transportasi bertenaga alterntif khususnya tenaga surya atau matahari pada masyarakat Indonesia Sama seperti mobil keluaran ITS yang lainnya, mobil Widya Wahana V ini perlu diuji coba sebelum berlaga di Negeri Kanguru tersebut. Mobil surya yang dapat menampung dua orang ini, dengan menggunakan battery lithium ion high capasity, rencananya melakukan pit stop (berhenti) di beberapa kota besar, star dari Jakarta, Semarang, Banyuwangi dan finish di Denpasar.
Pelepasan mobil listrik ini sebagai uji coba, sebelum ikut serta dalam perlombaan pada World Solar Challenge (WSC) 2015 yang diselenggarakan Oktober 2015 mendatang di Australia. Dalam lomba WSC 2015, mobil buatan ITS ini akan bersaing dengan tim-tim perguruan tinggi ternama di dunia, seperti Tokai University, Michigan, Stamford University, MIT, Cambridge University dan perguruan tinggi top lainnya. Saat kompetisi nanti, Widya Wahana V akan menempuh perjalanan sejauh tiga ribu kilometer, dari Darwin hingga Adelaide (Australia Selatan). Dengan jarak yang cukup panjang tersebut, tim ITS akan ditantang bagaimana mengatur tenaga mobil, agar dapat menyelesaikan perjalanan maksimum enam hari, dengan waktu yang ditentukan hanya sembilan jam atau waktunya mulai pukul 08.00 sampai 17.00 setiap harinya.
Disebutkan, dalam perlombaan tersebut, ITS menjadi wakil Indonesia. Melihat hal itu, Nasir mengatakan, keikutsertaan ITS dalam WSC 2015, merupakan pembuktian mobil buatan mahasiswa asal Indonesia, khususnya ITS, mampu bersaing di kompetisi global. Sementara Dian Aprilia, salah seorang anggota tim Widya Wahana V dalam kesempatan tersebut menambahkan, dengan motor listrik berkekuatan 12×12 kw, Widya Wahana V dapat melaju hingga kecepatan maksimal 150 km per jam dan memiliki jarak tempuh 700 km per charge.
Penghargaan PT Terbaik.
Dalam kesempatan itu, Menristekdikti memberikan penghargaan terhadap perguruan-perguruan tinggi yang dipandang mempunyai klasifikasi dan peringkat terbaik. Beberapa perguruan tinggi yang sudah masuk ke pemeringkatan di Kemenristekdikti ini akan didorong untuk masuk menjadi kelas dunia, dan kedepan akan digunakan sebagai dasar awal bijakan.
Adapun Perguruan Tinggi yang masuk dalam klasifikasi dan pemeringkatan terbaik adalah peringkat secara keseluruhan ada 11 perguruan tinggi yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, dan Universitas Hasanuddin. “Diharapkan agar klasifikasi dan pemeringkatan ini dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan, dan memutakhirkan data mereka di Pengkalan Data Perguruan Tinggi secara teratur,” kata M Nasir. (ju/red)














