ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Supermicro Virtual SAN, Membuat Cloud Tetap Kompetitif

Ahmad Churi
18 August 2015 | 11:42
rubrik: Business Solution, Digital, Product
Supermicro Virtual SAN, Membuat Cloud Tetap Kompetitif
Share on FacebookShare on Twitter

aa okeJakarta, Itech- Sukses mengoperasikan lingkungan “tradisional” untuk waktu yang lama, IndonesianCloud melakukan perubahan terhadap server dan storage lamanya. Lingkungan “tradisional” yang mereka pertahankan tidak memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif di pasar mereka yang dinamis dan sensitif dengan harga. Beberapa penawaran hyperconverged dan berbasis software yang berbeda telah dipertimbangkan, tapi akhirnya mereka memilih Virtual SAN Supermicro.

“IndonesianCloud telah sukses menerapkan Virtual SAN. Itu mengubah cara IndonesianCloud mengelola ‘kebun’ virtual mereka dan hal itu memungkinkan mereka untuk bersaing di pasar global saat ini,” kata Duncan Epping, Chief Technologist bekerja untuk kantor CTO VMware.

Virtual SAN adalah storage berbasis software yang memungkinkan enterprise untuk mengelompokan kemampuan storage-nya dan menyediakan secara otomatis dan cepat storage mesin virtual (virtual machine) melalui kebijakan sederhana yang dikelola oleh mesin virtual. Sejak platform Virtual SAN ditempatkan ke dalam produksi, IndonesianCloud telah mengoperasikan lebih dari 450 virtual machines (VM) baru ke 12 node cluster awal mereka. Selain itu, migrasi 600 VM lain dari satu platform storage lama mereka ke lingkungan Virtual SAN mereka sedang berlangsung.

Dari hal desain, IndonesianCloud memutuskan untuk menggunakan hardware SuperMicro Fat Twin, drive 5 x NL-SAS (4TB) dan Intel SSD S3700 (800GB) per host. Sistem Supermicro ini berada dalam daftar VSAN Ready Node, dan ini adalah salah satu alasan utama bagi IndonesianCloud untuk memilihnya. Memiliki konfigurasi yang sudah diuji, yang berarti jaminan akan didukung oleh semua pihak, dilihat memiliki risiko jauh lebih rendah daripada membangun node mereka sendiri. Untuk jaringannya, IndonesianCloud menguji berbagai produk dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan peralatan jaringan yang memiliki keseluruhan throughput dan kinerja multicast yang lebih baik, dan harga per port yang lebih rendah. Jaringannya tentu saja 10GbE end to end.

BACA JUGA:  IndonesianCloud supports local start-up’s

Supermicro Virtual SAN Ready Node

Pilihan untuk menggunakan drive 4TB NL-SAS berarti IndonesianCloud harus menyeimbangkan rasio kinerja, kapasitas, dan harga. Untungnya karena telah menjalankan platform cloud yang ada selama 3 tahun, riwayat informasi IO sudah tersedia. Menggunakan informasi sejarah GB/IOPS ini berarti IndonesianCloud dapat membuat keputusan yang telah diperhitungkan bahwa drive 4TB dengan 800GB SSD akan memberikan kombinasi sempurna antara kinerja dan kapasitas.

Dengan tingkat cache hit sangat baik, IndonesianCloud ingin menggunakan drive SSD lebih besar ketika mereka telah tersedia, karena mereka percaya bahwa cache adalah cara yang bagus untuk meminimalkan dampak dari drive yang lebih lambat. Secara imbang, kinerja menulis drive 4TB juga menjadi perhatian. Untuk mengatasi ini, IndonesianCloud melakukan serangkaian tes internal berdasarkan stripe sizes yang berbeda untuk mendapatkan keseimbangan kinerja yang baik. Pada akhirnya stripe size 5 terpilih, dan sekarang sedang digunakan untuk semua beban kerja.

IndonesianCloud memiliki standar pada 12 node Virtual SAN cluster. Menurut mereka 12 node terdiri dari “zona” internal dan pelanggan dapat menyeimbangkan beban kerja mereka di seluruh zona untuk memberikan tingkat ketersediaan yang lebih tinggi. Memiliki semua node dalam satu cluster, meski mungkin, tidak dianggap paling cocok untuk penyedia layanan yang semuanya mengandung risiko. 12 node juga memetakan ke sekitar 1000 VM. Sehingga 1000 VM digunakan pada 12 node cluster akan mengkonsumsi CPU/Memory/Disk pada rasio yang sama, secara efektif menjamin pemanfaatan maksimal aset.

Beban kerja yang dijalankan pelanggan IndonesianCloud, berkisar dari database yang besar, sistem ERP yang sensitif terhadap waktu, webservers, layanan streaming TV CDN, bahkan mereka menjalankan operasi ERP maskapai penerbangan untuk operator lokal. Semua VM ini dari pelanggan eksternal yang membayar, dan mereka semua adalah mission critical bagi para pelanggan itu. Di atas Virtual SAN beberapa pelanggan bahkan memiliki layanan storage lainnya yang berjalan. Salah satunya misalnya menjalankan SoftNAS di atas Virtual SAN untuk menawarkan layanan berbagi file dengan VM yang lain. Rentang yang luas dari aplikasi yang berbeda, dengan profil IO berbeda dan kebutuhan yang berbeda tetapi semua puas dengan Virtual SAN. Satu hal yang ditekankan oleh IndonesianCloud adalah kemampuan untuk mengubah karakteristik (failures to tolerate) spesifik dalam sebuah profil adalah penting bagi mereka, hal itu memungkinkan untuk lebih banyak fleksibilitas/kelincahan.

BACA JUGA:  Sertifikasi Indonesian Cloud tambah lagi, kini raih PCI DSS

Untuk menepis kekhawatiran dalam hal stabilitas dan pemulihan mengingat VSAN yang relatif baru bagi pasar maka dilakukan serangkaian UAT Testing Plan. Hasilnya membuat mereka sangat terkesan dengan bagaimana VSAN menangani tes ini tanpa masalah. Tes mulai dari menarik drive, kegagalan antarmuka jaringan dan switch, sampai memindahkan node penuh dari cluster, semua ini dilakukan secara bersamaan sambil menjalankan berbagai burn-in benchmark. Tidak ada masalah apa pun yang dialami, dan sebagai faktanya lingkungan telah berjalan dengan bagus dalam produksi. Ketika tiba saatnya untuk melakukan monitoring, IndonesianCloud ingin melihat lebih detail dari apa yang telah tersedia, terutama karena ini merupakan platform baru sehingga mereka ingin jaminan yang lebih bahwa berbagai hal memang berjalan dengan baik dan bukan hanya persepsi mereka.

Mereka menggunakan VR Ops untuk menciptakan customized dashboard dengan segala macam data mulai dari cache hit ratio sampai ke latency per spindle hingga berbagai detail yang diinginkan pada tingkat per VM. Tentu saja mereka mulai dengan dashboard generik yang kemudian memungkinkannya untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya; setiap data point segera dicatat dan memanfaatkan VR Ops dan customized dashboard ini, mereka bisa mengetahui lebih detail setiap kali mereka butuhkan.

Apa yang paling disukai adalah bagaimana relatif mudahnya bagi mereka untuk memperluas kemampuan monitoring mereka. IndonesianCloud membutuhkan beberapa informasi lebih spesifik pada basis per VM dan menambahkan rincian ini secara harfiah dalam beberapa menit ke VR Ops. Dengan customized dashboard yang mereka ciptakan, mereka dapat menangkap VM ‘nakal’ dengan mudah. Dalam dashboard ini, ketika sebuah VM tunggal, dan itu dapat berupa setiap VM, menghasilkan IOPS berlebihan akan memicu lonjakan langsung di dashboard keseluruhan. (red/ju)

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2022: Deltadata Mandiri Jadi Finalis TOP Digital Awards 2022

​

Tags: IndonesianCloudSupermicro Virtual SAN
Previous Post

Uji Coba Mobil listrik Tenaga surya buatan ITS Surabaya

Next Post

Jacobus Busono Raih Gelar Doktor HC dari BPPT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agoda Ungkap Tren Liburan Kalangan Gen Z di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto