Menurut Bank Indonesia (BI), pandemi Covid-19 membuat transaksi digital khususnya e-commerce terus meningkat. Data BI memperlihatkan hingga kuartal I-2021, transaksi di e-commerce sudah mencapai 548 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp 88 triliun.
“Peningkatan volume transaksi e-commerce mencapai 99% yoy. Sedangkan peningkatan nominal transaksinya mencapai 52% yoy. Peningkatan tersebut cukup berpengaruh terhadap ekosistem digital karena e-commerce merupakan platform utama ekonomi digital,” ujar Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, dalam acara virtual, 23/04/2021.
“Tren tersebut menunjukkan bahwa sikap masyarakat sudah mulai berubah selama masa pandemi ini. Masyarakat sudah mulai berpindah untuk melakukan transaksi secara online.”
“Kita lihat di sini artinya yang tadinya tidak biasa melakukan belanja online seperti baby boomer mulai mau untuk belanja secara online. Hal ini dikarenakan adanya PSBB yang akhirnya memaksa untuk belanja secara online,” tambahnya.
Peningkatan tersebut juga terjadi pada transaksi uang elektronik non bank yang hingga kuartal I-2021 mencapai nominal hingga Rp 61,4 triliun yang berarti naik 33% yoy. Hanya saja, volume transaksi dari uang elektronik mengalami penurunan hingga 10% menjadi 1,2 miliar transaksi.
Kenaikan nominal transaksi uang elektronik dikarenakan mengikuti tren peningkatan yang terjadi pada transaksi e-commerce. Hal ini mengingat bahwa kontribusi transaksi uang elektronik di e-commerce mencapai lebih dari 40%.
“Untuk volume transaksi uang elektronik memang menurun karena saat PSBB, salah satu transaksi uang elektronik yang besar seperti di jalan tol juga mengalami penurunan,” ungkap Fili.
Menurutnya, tren peningkatan ini akan terus berkembang ke depannya meski ke depan pandemi sudah berakhir. Kebiasaan masyarakat melakukan transaksi online tidak akan berkurang.
“Digitalisasi ini memberikan customer experience dengan segala kemudahannya dalam melakukan transaksi online. Dari customer experience ini terakumulasi hingga sudah berubah menjadi customer behaviour jadi susah untuk kembali ke transaksi yang bentuknya offline,” tegas Fili.
Baca: Ini Temuan Riset UI & Tokopedia Terkait “E-commerce” di Indonesia Selama Pandemi














