Mulai 1 Juni 2021, jaringan ATM Link milik bank-bank BUMN atau bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, mulai mengenakan biaya cek saldo dan tarik tunai.
Menurut laman Youtube Bank Mandiri, supaya tidak bingung, kita perlu tahu ciri-ciri ATM Link dan cara membedakannya dengan ATM yang dimiliki langsung oleh masing-masing dari empat bank BUMN.
Pertama, warnanya. ATM Link memiliki ciri khas kelir merah putih seperti bendera Indonesia. Warna merah putih tersebut terdapat pada bagian papan persis di atas mesin ATM. Di mana merah jadi warna background, sementara putih dijadikan warna tulisan logo ‘ATM Link’.
Kedua, tulisan logo ATM Link dengan latar warna merah tersebut juga muncul dalam tampilan layar monitor di mesin ATM, terutama saat mesin ATM tidak sedang dipakai (sebelum kartu debit dimasukan).
Ketiga, ada juga ATM Link yang memasang papan dengan latar warna putih. Dengan posisi logo Link berada di pojok kanan dengan latar merah berbentuk oval.
Keempat, pada ATM Link terdapat semua logo 4 bank BUMN yakni BNI, Mandiri, BRI, dan BTN. Logo 4 bank pelat merah ini berdampingan di papan yang berada di atas mesin anjungan tunai. Ciri logo 4 bank BUMN ini jelas tak ditemui pada ATM yang dimiliki oleh masing-masing bank bersangkutan. Di mana ATM milik setiap bank BUMN, hanya menampilkan satu logo saja.
Kelima, yang juga membedakan ATM Link dengan ATM milik masing-masing bank BUMN adalah pada struk kertas yang keluar setelah transaksi selesai. Pada ATM Link, pada struk kertas terdapat logo Link. Sementara pada ATM non-link, hanya terdapat satu logo bank pemilik ATM.
ATM Link merupakan mesin tarik tunai gabungan dari empat bank BUMN. ATM ini lahir sebagai produk konsolidasi operasional antar-bank Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara).
ATM Link pertama diperkenalkan pada Desember 2015 di Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno.
Berkembang hingga tahun 2016, jaringan ATM Link mulai meluas. Awalnya penyebarannya di Jabodetabek, yang kemudian ke seluruh Indonesia.
Selain mesin ATM baru, ribuan mesin anjungan tunai yang sebelumnya hanya diperuntukan untuk nasabah masing-masing BUMN, mulai digantikan dengan mesin ATM Link.
Pengelolaan ATM secara bersama pada satu perusahaan switching oleh BUMN perbankan ini bertujuan memberikan manfaat, seperti penghematan biaya operasional bagi pihak perbankan dan penghematan biaya transaksi bagi masyarakat pengguna ATM.
Selain itu, sinergi untuk meningkatkan efisiensi, terutama dari sisi investasi dan operasional, sehingga dapat membantu bank-bak BUMN dalam mengembangkan bisnisnya.
Baca: Himbara: “Penyesuaian Tarif Penggunaan ATM Link Mulai 1 Juni 2021 Untuk Jaga Kualitas Layanan”

















