PT Bukit Asam Tbk. (“PTBA”) terpilih sebagai Finalis ajang TOP Corporate Social Responsibility Awards 2021, yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsutan bidang CSR.
Saat ini, PTBA mengoperasikan tambang batubara di Tanjung Enim (Sumatera Selatan), Ombilin (Sumatera Barat), Peranap (Riau) dan Kalimantan Timur. Selain bertumpu pada bisnis pertambangan batubara, PTBA juga telah mengembangkan bisnisnya di bidang pembangkit listrik, benefisiasi batubara dan investasi. PT Indonesia Asahan Aluminum (Persero) memiliki sekitar 65% dari total saham PTBA.
PTBA terpilih sebagai Finalis TOP CSR Awards 2021 berkat strateginya mengoptimalkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 dan Era Kenormalan Baru.
Sebagai Finalis, PTBA telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan Dewan Juri TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan secara online pada Kamis, 4 Maret 2021. Hadir mewakili perusahaan dalam sesi ini yaitu Hartono, Senior Manager CSR; Roy Ubaya, staf Senior Manager CSR; Titin Dwi Oktariani, Manajer Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan CSR; Hendri Mulyono, Manajer Kemitraaan Bina Lingkungan dan Bina Wilayah, dan Ajeng Biantari, Perencana Senior CSR.
Baca: Asyik Nih, Bisa Lihat Rusa Jawa di Taman KEHATI Hasil CSR Polytama Propindo
Kebijakan dan Strategi CSR
Dalam presentasinya kepada dewan juri, Hartono memaparkan kebijakan dan strategi yang dijalankan PTBA di masa Pandemi Covid-19 dan Kenormalan Baru.
“Pertama, PTBA melaksanakan pemetaan ulang terhadap seluruh program yang terdampak Pandemi COVID-19”
“Kedua, mengkaji langkah dan strategi teroptimal untuk mengatasi Pandemi COVID-19, berbasis hasil pemetaan yang ada, agar program tetap berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Ketiga, melaksanakan program berupa Stimulus Ekonomi yang tertuang pada Surat Keputusan Direksi tentang Stimulus Untuk Mitra Binaan Program Kemitraan Atas Terjadinya Pandemik Corona Virus Desease-19 (COVID-19). Serta, pemberian kapasitas produksi pada program-program yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat sekitar perusahaan.”
“Keempat, dengan kebijakan dan strategi yang mempertimbangkan Pandemi COVID-19, diharapkan program-program CSR PTBA secara langsung mampu berkembang secara berkelanjutan.”
Baca: Uniknya Inisiatif CSR Donggi Senoro LNG, Pelestarian Satwa Langka Burung Maleo
Program CSR Unggulan
Roy Ubaya melanjutkan pemaparan dengan menjelaskan sejumlah program unggulan yang dilaksanakan di lingkungan internal dan eksternal perusahaan selaras dengan kebijakan dan strategi perusahaan yaitu:
“Pertama, bantuan laboratorium beserta peralatan tes PCR untuk masyarakat sekitar perusahaan.”
“Kedua, Sentra Industri Bukit Asam Batik Kujur di Desa Tanjung Enim yang difokuskan sebagai bahan baku masker pembuatan masker bagi masyarakat pada program Bukit Asam Peduli.”
“Ketiga, Sentra Industri Bukit Asam Konveksi dan Percetakan yang difokuskan untuk membuat masker dan media promosi kesehatan pencegahan dan penanggulangan COVID-19 sesuai aturan Kementerian Kesehatan RI.”
Menurutnya, kedua program tersebut bermanfaat bagi perusahaan yaitu mempermudah pasokan bahan baku masker dan menurunkan biaya produksi.”
“Manfaat bagi stakeholder berupa lahirnya siklus ekonomi di sekitar perusahaan yang berkelanjutan, mengingat area produksi kain batik Kujur serta proses konveksi berada di sekitar perusahaan yang secara langsung memberikan dampak ekonomi serta menurunkan tingkat pengangguran masyarakat.”
“Stakeholders yang terlibat dalam kedua program tersebut yaitu SIBA Batik Kujur, PKK sekitar perusahaan, Pemda, Dinas terkait Kecamatan dan Desa/Kelurahan, serta mitra dan pemasok.”
Baca: Ingin Tumbuh Bersama Mitra, PTPN IX Selaraskan Program CSR dengan Bisnis Intinya
“Keempat, PPM Rosella difokuskan untuk bahan baku minuman sehat di masa Pandemi COVID-19. Dengan memanfaatan lahan tidur di masyarakat untuk budidaya tanaman Rosella yang diolah sebagai bahan baku minuman sehat bagi masyarakat.
“Manfaat bagi perusahaan, memperkecil risiko pandemi di masyarakat sekitar Perusahaan dengan mengkonsumsi minuman sehat. Juga membantu mengendalikan biaya kesehatan masyarakat yang terdampak COVID-19.”
“Bagi stakeholder manfaatnya berupa lahirnya siklus ekonomi di sekitar perusahaan yang berkelanjutan dengan budidaya Rosella.”
“Stakeholders yang terlibat dalam program ini yaitu SIBA Rosella, PKK Sekitar Perusahaan, Karang Taruna, Pemda, Dinas terkait, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan KADIN. Serta mitra dan para pemasok,” jelas Roy kepada dewan juri.
Baca: Softex Indonesia Care Club Ikut Meningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia
“Kelima, PPM Rumpun Pangan difokuskan untuk memberikan bantuan pangan bagi masyarakat sekitar Perusahaan yang terdampak Pandemi COVID-19. Dimana dengan Program Circular Economy Beras Pagar Dewa, PT PABA di Desa Pagar Dewa, sebagai produses Beras Sehat binaan CSR PTBA, jadi pemasok utama dalam program Bukit Asam Peduli.”
“Dengan program ini, perusahaan mendapat manfaat berupa menurunan biaya dan jaminan kualitas dalam penyediaan beras bagi masyarakat sekitar perusahaan.”
“Manfaat juga didapat stakeholder perusahaan, berupa adanya siklus ekonomi berkelanjutan di sekitar perusahaan, mengingat area pertanian, proses produksi, proses pengemasan, dan distribusi beras berada di sekitar perusahaan. Sehingga secara langsung mengurangi tingkat pengangguran masyarakat.”
“Para stakeholders yang terlibat PT Pagar Bukit Asam (PT PABA), Gabungan Kelompok Tani Desa Pagar Dewa, Pemkab, Kecamatan, Desa/Kelurahan, mitra dan pemasok penunjang produksi beras.”
“Dengan terserapnya produk-produk PPM binaan CSR PTBA dan terlaksananya pencegahan COVID-19 dengan tersedianya alat tes PCR maka keberlanjutan siklus sosial, ekonomi dan kehidupan masyarakat sekitar perusahaan secara perlahan kembali normal,” tutup Roy.
Baca: Patut Dicontoh, Program PKBL Pelindo IV Mendukung Kesejahteraan Masyarakat














