Jakarta, ITWorks- Dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan, PT Jamkrida Riau mulai mengembangkan sistem manajemen modern berbasis teknologi informasi atau transformasi digital. Tahap awal dimulai dengan pengembangan sistem manajemen berbasis web, terutama dalam upaya untuk membantu proses kegiatan perusahaan agar saling terintegrasi di semua divisi.
“Saat ini progres untuk program transformasi digital sudah lebih dari 50% dengan estimasi sistem dapat digunakan secara sempurna pada awal tahun 2022,” papar Direktur Utama PT. Jamkrida Riau, Afrizal Berry saat presentasi dan wawancara penjurian “Top BUMD Awards 2021”—ajang penilaian/penghargaan untuk BUMD yang digelar oleh Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga seperti Institut Otonomi Daerah, Dwika Consulting, Yayasan Pakem, Lembaga Kajian Nawacita, dan lainnya pada (24/5/2021) yangb dilakukan secara virtual.
Ditambahkan, sebagai perusahaan yang bergerak di jasa keungan, sistem penanganan data nasabah atau klien, termasuk juga back up data perusahaan sangat penting dan diperlukan kecepatan dalam akses dan pengelolaannya. Dalam kaitan ini, pihanya juga berencana mengembangkan teknologi penyimpanan data berbasis cloud (cloud data center).
Dalam kesempatan itu juga dipaparkan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di saat terjadi pandemi Covid-19. Dikatakan, walaupun diliputi dampak Pandemi Covid-19, PT. Jamkrida Riau tetap bisa membukukan kinerja yang membanggakan. Selain layanan penjaminan kredit bagi para pelaku usaha, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang meningkat, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini juga mampu mendongkrak peraihan laba, sehingga tetap bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa deviden dari sebagian laba yang diraihnya.
“Tahun 2020 lalu, kami atau PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Riau atau Jamkrida Riau meraih laba hingga sebesar Rp 6,6 miliar atau 132% melebihi target dari RKAP yang ditetapkan sebelumnya Rp 5 miliar. Ini merupakan pencapaian yang cukup membanggakan bagi kami, mengingat pada tahun sebelumnya (2019), PT. Jamkrida Riau mengalami kerugian sebesar Rp 3,1 miliar,” papar ujar Dirut Jamkrida Riau, Afrizal Berry didampingi Anggi – Kadiv Operasional, dan Bronardhe – Koordinator IT & KUR.
Pencapaian ini, lanjutnya, tak lepas dari efisiensi, optimalisasi ataupun terobosan program kerja yang dilakukan di tengah pandemi ini. Terobosan, inovasi di antaranya dilakukan di bidang Human Capital (SDM). Di tengah pandemi, Perusahaan melakukan pembenahan dan penyempurnaan sistem untuk kinerja SDM melalui berbagai pelatihan yang lebih baik untuk mencapai ekspektasi yang telah ditetapkan.
Dalam kaitan ini, PT. Jamkrida Riau melakukan analisa pemetaan dan sebaran pekerjaan dalam rangka mensuport kegiatan perusahaan, penilaian kinerja karyawan dilakukan per 6 (bulan) terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan kepada masing-masing karyawan dan dievaluasi sebagai dasar dalam pemberian reward dan punisment terhadap kinerja SDM. Selanjutnya dalam penerapan sistem manajemen kinerja, dilakukan dengan menganalisa, melakukan pemetaan sebaran pekerjaan serta menempatkan karyawan sesuai dengan kemampuan, keahlian dan kompetensinya.
Untuk optimalisasi pemasaran, perusahaan juga melakukan strategi marketing jemput bola, sehingga lebih efektif dan efisien dalam menembus target pasar. Selama tahun 2020, PT. Jamkrida Riau telah menjaminkan kredit sebesar plafon Rp 1,3 Triliun dengan total terjamin sebesar 8.553 terjamin. “Sebagian besar, atau sekitar 5.000 di antaranya berasal para pelaku UMKM,” ujarnya.
Sedangkan aktivitas bisnisnya meliputi Pemberi Jaminan, yakni bagi institusi/perusahaan yang memberikan jaminan kredit. Penerima Jaminan, adalah Lembaga perbankan dan/atau Lembaga Keuangan yang mengikat diri dengan institusi/perusahaan penjaminan dalam Kerjasama penjaminan kredit. Berikut Terjamin, adalah debitur/nasabah dari Lembaga Perbankan dan/atau Lembaga Keuangan yang telah bekerjasama dengan institusi/perusahaan penjaminan.
Dengan pencapaian kinerja ini, Jamkrida Riau yang tahun lalu ditargetkan memberikan dividen sebesar Rp 3,7 miliar, diakhir tahun 2020 dengan laba sebesar Rp 6,6 milir, perusahaan bisa menyetor dividen hinga Rp 4,04 miliar kepada Pemerintah Provinsi Riau selaku Pemegang Saham paling besar dengan prosentase 106% di atas target.
“Kami sangat bersyukur, walaupun sedang pandemi, kami bisa memenuhi bahkan melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa mengingat pada bulan Maret tahun 2020, pandemi Covid-19 sudah merebak dan membuat UMKM yang memiliki usaha juga terkena dampak Covid-19,” ujarnya secara virtul di depan dewan juri yang dimoderatori Juri, Dwinda Ruslan. (AC)














