ItWorks- Mengantipasi peningkatan arus peti kemas, Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan pengembangan pelabuhan kontainer, Batu Ampar. Dimulai pembongkaran gedung di dalam kawasan pelabuhan, selanjutnya juga akan dilakukan penambahan alat bongkar muat peti kemas (container crane).
“Sekitar satu setengah tahun lagi, tambahan crane yang dibeli Badan Pengusahaan (BP) Batam juga akan tiba. Dengan crane manual saat ini, bongkar muat kotainer sekitar 8 TEUs per jam. Dengan crane baru dengan teknologinyang lebih modern, bisa 20 TEUs per jam,” ungkap Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau progress pembersihan dan penyiapan dermaga peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar, belum lama ini, dilansir dalam portal web resmi BPBatam.
Pembenahan Pelabuhan Batu Ampar – Batam saat peninjauan sudah dibongkar dan dibersihkan sekitar 95 persen. Dengan adanya rencana penambahan dua crane sejenis yang akan menggantikan crane lama, kinerja proses bongkar muat akan lebih cepat dengan kapasitas yang lebih besar.
Ikut mendampingi Kepala BP Batam, Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin; Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Nelson Idris; Kabiro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar dan lainnya.
Rudi optimis, jika Peraturan Pemerintah (PP) 41 tahun 2021 sudah berlaku, maka kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, tidak hanya untuk industri Batam. Namun, konsumsi warga Batam, hingga kebutuhan ke luar Batam akan banyak dilakukan di pelabuhan ini. “Jadi tidak hanya untuk Batam. Barang konsumsi, non konsumsi dan untuk orang luar yang menitip barang di Batam juga bisa cepat. Sehingga ini (akses) akan dibatasi, ditutup dan pelabuhan tidak bebas lagi,” kata Muhammad Rudi.
Ditambahkan, BP Batam juga membenahi sistem manajemen yang ada di pelabuhan Batu Ampar. Dengan sistem itu, akan memudahkan sistem pemantauan kapal yang akan kelaur masuk Pelabuhan Batuampar. Tiap kapal ditargetkan bisa bongkar muat sekitar dua jam selesai. “Jadi dari segi waktu kita dorong. Ada kontrol waktu. Sehingga semua bisa tahu, jam berapa kapal tiba dan jam berapa bongkar. Ini perintah Pak Luhut Binsar Panjaitan (Menko Kemaritiman) dan Menko Perekonomian RI,” ungkap Rudi.
Perluasan Pelabuhan Batu Ampar sedang dilakukan, di bagian Utara dan Selatan. Di mana di bagian Utara ujung perluasan dilakukan 2 ha. Sementara di Selatan, 10,4 ha. Sehingga totalnya 12,4 hektar. Nantinya, kapasitas pelabuhan tahun 2023 ditargetkan sekitar 2 juta TEUs kontainer. Sedang sekarang kapasitassnya masih 450 ribu TEU,sper tahun. (AC)














