Sejumlah guru yang tergabung dalam Microsoft Innovator Educator Expert (MIEE), membagikan pengalamannya memaksimalkan teknologi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pengajar. Berikut kisah 2 orang guru, sebagaimana dikutip dari siaran pers Microsoft Indonesia, yang diterima Redaksi It Works, 28/05/2021.
Yandri Soeyono, salah seorang guru dari SMAN 3 Maluku Tenggara dan inisiator komunitas ‘Maluku Belajar’ membagikan pengalamannya.
Diinisiasikan di Maluku pada 2017 lalu, ‘Maluku Belajar’ merupakan komunitas tempat berbaginya ilmu bagi para guru di seluruh Indonesia. Salah satu kegiatan utama komunitas ini yaitu pelatihan dengan beragam topik, seperti cara membuat e-modul, tips memaksimalkan Microsoft Excel, cara menulis karya ilmiah, dan masih banyak lagi.
Dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan tersebut, ‘Maluku Belajar’ menggunakan serangkaian teknologi. Mulai dari Microsoft Form untuk pendaftaran peserta, Microsoft Teams untuk hub utama dan platform kolaborasi di hari pelatihan, hingga Microsoft Power Automate untuk pendistribusian sertifikat kepada peserta yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Bagi saya, teknologi telah meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, serta mendorong guru untuk semakin inovatif. Selain di ‘Maluku Belajar’, teknologi juga sangat bermanfaat dalam kegiatan administratif. Dalam membuat Surat Keputusan yang biasanya cukup menghabiskan waktu misalnya, saya kini menggunakan Microsoft Power Automate di mana saya cukup mengisi form yang ada di sistem,” Yanto memaparkan.
“Dari sana, Surat Keputusan secara otomatis akan terbuat dan saya cukup menambahkan bagian susunan pengurus, tanda tangan, serta stempel. Apabila saya ingin melakukan variasi pada form-nya, saya bisa berinovasi sendiri menggunakan referensi dari internet karena teknologi ini tidak mengharuskan kita untuk melakukan coding. Siapapun bisa mempelajari dan menggunakannya,” tambahnya.
Pengalaman serupa dirasakan oleh Komariyanto, guru dari SMKN 7 Semarang yang juga merupakan anggota MIEE. Dalam kesehariannya sebagai pendidik, Komariyanto dan seluruh guru di SMKN 7 Semarang menggunakan teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar mengajar di kelas, dengan Microsoft 365 sebagai hub utama.
Komariyantomengatakan, “Teknologi telah melahirkan inklusivitas dan inovasi dalam dunia pendidikan. Sebab, adanya metode belajar daring memungkinkan lebih banyak pihak seperti orang tua dan alumni, untuk bergabung di ruang kelas digital. Mereka yang mendapatkan akses dapat mengobservasi kegiatan pembelajaran dan memberikan masukan bagi sistem yang dilakukan.”
Menurutnya, metode ini juga memberikan fleksibilitas dalam kegiatan pembelajaran, di mana siswa dapat mengulang kembali materi pembelajaran sesuai dengan keinginan mereka, dan belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing. Bagi siswa yang terkendala sinyal, mereka juga dapat menyaksikan ulang rekaman pembelajaran yang langsung tersedia ketika kelas berakhir.
Baca: Kemendikbud: “Ada Penambahan 3 Juta Penerima Kuota Baru di April 2021”














