Biro riset pasar Canalys baru-baru ini mengeluarkan proyeksi terbaru terkait pengapalan smartphone 5G global.
Menurut Canalys, seperti dilansir DigiTimes, pengapalan smartphone 5G di seluruh dunia akan mencapai 610 juta unit pada tahun 2021, atau 43% dari total smartphone yang akan dikapalkan. Tidak hanya itu, Canalys memprediksi bahwa proporsi pengapalan smartphone 5G juga akan mencapai 52% pada tahun 2022.
“Ketahanan industri smartphone cukup luar biasa,” kata Ben Stanton, Manajer Riset di Canalys.
Lebih lanjut Ben mengatakan, ada momentum kuat di balik handset 5G, yang menyumbang 37% pengapalan global di Q1, dan diperkirakan akan mencapai 43% untuk setahun penuh (610 juta unit). Hal itu, kata Ben, akan didorong oleh persaingan harga yang ketat antarvendor, dengan banyak yang mengorbankan fitur lain, seperti layar atau daya, untuk mengakomodasi 5G di perangkat semurah mungkin.
“Pada akhir tahun, 32% dari semua perangkat 5G yang dikirimkan akan berbanderol kurang dari US$300. Inilah waktunya untuk adopsi massal,” tandas Ben.
Secara global, Canalys mengindikasikan bahwa pasar smartphone disebut akan tumbuh 12% pada tahun 2021, dengan pengapalan mencapai 1,4 miliar unit. Ini menunjukkan pemulihan yang kuat dari tahun 2020, di mana sempat mengalami penurunan 7% akibat adanya kendala di pasar utama yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.














