AdaKami, aplikasi online penyelenggara peer-to-peer lending (P2P), bekerjasama dengan Jd.id, platform marketplace, menyediakan layanan pembiayaan hingga Rp30 juta dan masa angsuran sampai dengan 12 bulan.
Kehadiran AdaKami dalam platform Jd.id diharapkan turut memberikan kontribusi yang besar pada inklusi keuangan di Indonesia. Infrastruktur AdaKami yang berbasis digital menjamin layanan pembiayaan yang tersedia ini dapat dinikmati oleh lebih banyak pengguna dimana proses pengajuannya hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat.
AdaKami telah mencatatkan peningkatan penyaluran pinjaman dan sudah mendistribusikan dana hampir sebesar Rp2 triliun dalam bentuk lebih dari 500.000 transaksi pada kuartal I/ 2021. Secara total AdaKami telah menyalurkan pinjaman sampai dengan Rp5,3 triliun, yang disalurkan kepada lebih dari 6,4 juta peminjam terdaftar di 32 propinsi.
“Melalui data inilah kami merangkum presentasi lebih besar penggunaan dana pinjaman yang dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat,” kata Bernardino M. Vega, Jr., Direktur Utama AdaKami dalam keterangannya, 08/07/2021.
Tersedia sejak April 2021, layanan pembiayaan AdaKami menjadi pilihan untuk konsumen yang berbelanja dalam platform Jd.id untuk kategori yang sangat bervariasi mulai dari ibu dan anak, kebutuhan harian dan hobi, smartphone, dan perangkat elektronik.
Dalam minggu pertama kerjasama dengan JD.ID ini, sudah ada hampir 80 ribu pengajuan yang terdaftar. Melalui ketersediaan AdaKami dalam platform Jd.id diharapkan mampu membuka akses belanja yang lebih efisien kepada seluruh konsumen setia Jd.id yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kolaborasi adalah kunci untuk terus menjadi pilihan masyarakat luas. Sebagai platform belanja online dengan sistem direct sales, kami akan terus berupaya memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhannya. Kami optimis sekali kerjasama ini turut berperan dalam meningkatkan ekonomi inklusif, menjangkau lebih banyak pengguna sekaligus untuk memberikan pengalaman belanja online yang semakin mudah. Melalui ketersediaan AdaKami dalam platform JD.ID diharapkan mampu membuka akses belanja yang lebih efisien kepada seluruh konsumen setia JD.ID yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Sandy Permadi, Chief Financial Officer (CFO) Jd.id.
BPS mencatat layanan pembiayaan melalui fintech yang digunakan oleh pengguna online shop terus meningkat hingga lebih dari 4% per 2020 . Selain itu, We Are Social juga menyebutkan 87 persen responden lebih memilih belanja online kebutuhan harian dan menjadikan Indonesia berada pada urutan pertama sebagai negara dengan pengguna internet yang suka belanja online pada tahun 2020.
Baca: Gaet JD.ID, Xiaomi Mi 10T dan Mi 10T Pro Meluncur di Indonesia














