ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Inilah Inavoice, Start-up yang Menjadikan Win-Win Solution Sebagai Prinsip Bisnis

Teguh Imam Suyudi
12 July 2021 | 09:00
rubrik: Digital
Inavoice

Inavoice

Share on FacebookShare on Twitter

Maraknya pertumbuhan industri voice over di Tanah Air yang tidak disertai adanya standarisasi di industri tersebut, mengakibatkan luasnya diferensiasi kualitas hasil voice over yang diproduksi. Hal itu menjadi pasar potensial bagi penyedia jasa voice over.

Melihat peluang itu, sekelompok anak muda pun mendirikan start-up Inavoice.com, tepatnya pada 1 September 2020 di Sleman, Yogyakarta. Mereka menawarkan pengalaman dalam industri produksi audio dan jaminan hasil kualitas terbaik dengan konsistensi yang tetap terjaga.

“Kami memiliki 2 jenis bisnis, pertama, Digital Voice Over Agency, ini pemilihan Voice Actor dan Voice Style terbaik dari berbagai bahasa untuk membawakan berbagai brand. Kedua, Audio Marketplace, semacam ‘pasar background musik’ dimana setiap kontributor musik terpilih dapat menjual musiknya melalui platform yang dikelola Inavoice,” jelas Jatmiko Kresnatama, CEO Inavoice, dalam keterangan resmi kepada Redaksi It Works, di Jakarta, 11/07/2021.

“Dalam 2 jenis bisnis ini, kami juga membuat 2 model bisnis yang berbeda, yaitu B2B untuk Digital Voice Over Agency, dan B2C untuk Audio Marketplace. B2B untuk klien yang akan menggunakan jasa kami, dan B2C agar setiap customer memiliki akses mudah untuk membeli lagu berlisensi untuk setiap konten digital yang mereka produksi,” tambah Miko, panggilan akrabnya.

Tim Inavoice (Dokumentasi Inavoice)

Perkembangan Inavoice

Meski masih terbilang berusia muda, namun start-up ini sudah mampu mencatat mencatat kinerja yang cukup lumayan. “Dalam 4 bulan pertama kami berdiri, kami telah memiliki 200 Voice Over talent dari 30 negara berbeda di dunia, 6 Music Contributor yang tersebar dari 4 Negara berbeda di Dunia, dan juga telah memiliki 20 klien yang telah menggunakan jasa kami, baik jasa pembuatan voice over, ataupun produksi musik,” ungkap Miko.

Ia memaparkan cara kerja Inavoice cukup simple, yaitu dengan mengupayakan optimisasi Google Index (baik on page maupun off page) untuk menarik calon client dan customer backround music yang akan menggunakan jasa mereka. “Optimasi ini pun diimbangi dengan Content Marketing melalui channel distribusi kami, baik melalui Blog, Instagram, LinkedIn, Facebook, dan Youtube channel kami,” jelas Miko.

BACA JUGA:  Sinar Mas Membangun Digital Indonesia

“Kami upayakan memaksimalkan distribution channel kami agar bisa menambah jumlah traffic dan memaksimalkan kemungkinan converting melalui upaya tersebut”

Jatmiko Kresnatama, CEO Inavoice

“Voice over talent dan musik kontributor yang bergabung bersama kami semuanya adalah freelancer yang mana tidak ada kontrak terikat untuk terus berada dalam agency kami. Dengan cara seperti ini, kami menawarkan win-win solution bagi mereka. Dimana mereka dapat dengan bebas mendistribusikan karya-karya mereka pada agency dan marketplace lain diseluruh dunia,” lanjutnya.

Inavoice pun selalu membuka kesempatan bagi mereka yang ingin bergabung. “Untuk menjaga kualitas dari produk yang kami tawarkan pada klien, tentu ada proses seleksi yang kami lakukan,” tutur Miko.

Pengaruh Pandemi Covid-19 pada Bisnis

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia dan mendisrupsi seluruh segi kehidupan, diakui Miko juga memberi dampak bagi bisnis Inavoice. “Perubahan behaviour target market, perubahan gaya produksi voice over dari client visit session menjadi remote recording system tentunya sangat mempengaruhi bagaimana kita melangkah dan menentukan business plan kami.”

“Namun kami juga sadar betul bahwa pandemi merupakan starting point baru bagi setiap orang, sehingga bagi bisnis yang terus konsisten dan survive melewati kondisi new normal, bisa menjadi leader baru dalam market persaingan, khususnya industri voice over dan audio marketplace,” tegasnya.

Miko menjelaskan bahwa Inavoice sama sekali tidak berupaya untuk mencari funding, penggalangan dana, atau apapun bentuk sejenisnya. “Yang sedang kami upayakan adalah memaksimalkan distribution channel kami agar bisa menambah jumlah traffic dan memaksimalkan kemungkinan converting melalui upaya tersebut,” jelasnya.

Namun ia juga megakui proses bootstraping start-up yang dipimpinnya jadi berjalan sedikit lambat “Hal itu terjadi mengingat kami merupakan start-up digital voice over agency dan audio marketplace pertama di Indonesia berbasis self funding, dengan kondisi pasar yang sedang kurang baik dikarenakan pandemi.”

BACA JUGA:  Telah Hadir Rekaman Voice Over Berstandar Internasional

“Saat ini dan ke depan, target kami adalah, memaksimalkan kemampuan dan pengalaman yang kami miliki di bidang audio untuk menjadi ‘win-win solution’, baik bagi talent dan music contributor dan juga klien yang nantinya akan menggunakan jasa kami,” tutup Miko.

Baca: Intip Yuk 7 Startup yang Lolos Bacth 1 Indigo Creative Nation 2021

Tags: Inavoice
Previous Post

3 Cara Mudah Mencetak Sertifikat Vaksin Covid-19

Next Post

Konten Melesat, TikTok Klaim Brand Otomotif Bisa Jangkau Pasar Lebih Luas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Serangan Siber Terhadap Departemen Pemasaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengusung Transformasi Digital Mendukung SIMRS Terintegrasi, RSUD Karsa Husada Kandidat TOP Digital Awards 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telah Hadir Laptop OLED Layar Ganda yang Mengutamakan Inovasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto