ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Fortinet dan Frost & Sullivan Rilis Adopsi IT di Era New Normal

Ahmad Churi
10 August 2021 | 17:42
rubrik: Research
Fortinet Tunjuk ECS Indo Jaya Sebagai Distributor Resmi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Fortinet dan Frost & Sullivan merilis laporan bertajuk “From Survival to Success: Learning, adapting, and growing in the New Normal. Laporan ini menemukan sektor sektor yang sukses beradaptasi karena pandemi, peran sumber daya manusia TI yang semakin besar, hingga ancaman serangan siber karena meningkatnya transformasi digital di tengah pandemi.

Laporan ini membahas berhasilnya sektor-sektor yang sebelumnya dianggap tidak unggul dalam hal digitalisasi seperti bisnis ritel dan sektor pendidikan tradisional, kemudian peran sumber daya manusia TI (teknologi informasi) yang berada di garis terdepan perusahaan saat, hingga ancaman siber yang membayangi karena proses transformasi digital berlangsung secara tergesa-gesa. Laporan ini juga memperlihatkan bahwa semakin canggih dan banyaknya serangan siber terhadap informasi perusahaan yang dimiliki.

“Di Indonesia, ekonomi digital meningkat hingga 11% selama pandemi. Fakta ini mendukung hasil dari laporan From Survival to Success: Learning, adapting, and growing in the New Normal dimana untuk bertahan, semua aspek bisnis dengan cepat berpindah dari fisik ke digital. Kondisi ini tidak ideal karena didesak oleh pandemi bukan karena inisiatif perusahaan yang terencana. Banyak perusahaan memilih strategi “bertindak dulu, aman nanti” dalam hal siber. Akibatnya, penjahat siber dapat dengan mudah menargetkan mereka sebagai korban. Fortinet berharap dari laporan ini para
klien, mitra, maupun masyarakat umum sadar bahwa untuk mempertahankan bisnis selama Covid-19 tidak hanya menjadi digital, tetapi juga aman dalam digitalisasi itu sendiri.” Ungkap Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia dalam keterangannya dalam rilis pers (10/08/2021), di Jakarta.

Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia. (Rendy)

Frost & Sullivan sendiri adalah perusahaan kemitraan yang fokus untuk membantu klien dalam mencapai pertumbuhan transformasional yang dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi dan didominasi oleh perubahan yang semakin cepat, didorong oleh teknologi, megatrend, dan model bisnis baru.

BACA JUGA:  Studi: Hampir 50% Korban Pelanggaran yang Difasilitasi Teknologi Mengenal Pelakunya

Laporan From Survival to Success: Learning, adapting, and growing in the New Normal, menemukan berbagai hal menarik yang terjadi dalam bisnis. Salah satunya mengungkap keberhasilan 4 sektor yang sebelumnya diragukan untuk bersaing dalam digitalisasi ketika pandemi yaitu healthcare, e-learning, banking, dan hybrid retail.

Berdasarkan Survival to Success: Learning, adapting and growing in the New Normal, Healthcare, e-Learning, Banking, dan Hybrid retail juga merupakan sektor yang berhasil beradaptasi dengan baik dengan memberikan penawaran layanan baru dan menerapkan inovasi teknologi. Berikut adalah pemaparan lebih detil:

  1. Healthcare: Chatbot menjadi semakin populer dan dimanfaatkan di industri kesehatan untuk membangun diagnosis awal berdasarkan definisi gejala yang diberikan oleh pasien.
    Penggunaan chatbot ini juga memberikan efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya manusia dan membatasi kontak fisik dalam memberikan layanan medis. Halodoc menjadi salah satu pelaku di industri healthcare yang menghadirkan fitur AI chatbot untuk kategori COVID-19.
    Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, fitur milik Halodoc ini dapat mengevaluasi risiko pasien terjangkit COVID-19 dengan menanyakan pertanyaan dasar seperti interaksi dengan wilayah-wilayah terjangkit virus, interaksi dengan ODP/PDP, hingga pertanyaan mengenai gejala awal COVID-19. Setelah pertanyaan selesai diberikan, chatbot akan mengukur seberapa tinggi risiko pasien terpapar virus disertai dengan rekomendasi pemeriksaan langsung dengan dokter.
  2. e-Learning: Berbagai platforms yang menjadi tulang punggung dalam mendukung pembelajaran jarak jauh atau online telah mencakup rangkaian fitur yang kaya dan lengkap mulai dari kolaborasi sederhana dan platform VoIP hingga realitas virtual, augmented reality, pencetakan 3D, dan guru robot yang didukung oleh Artificial Intelligence. Selama pandemi, platform belajar secara virtual seperti Ruangguru dan Zenius meningkat drastis, teknologi canggih yang menghasilkan fitur-fitur interaktif pun terus diperbaharui untuk menunjang metode anak belajar.
  3. Banking: Melalui kemitraan kolaboratif antara bank, pemerintah, dan vendor, pembayaran digital memungkinkan pembayaran online nirsentuh untuk barang, layanan, dan bahkan utilitas. Di Indonesia, keberhasilan digitalisasi dirasakan oleh Bank Central Asia (BCA) dimana selama pandemi ada 5.100 rekening baru yang dibuka hanya dengan cara digital yaitu telepon atau video banking. Angka ini melonjak tinggi dibandingkan pembukaan rekening yang terjadi di kantor cabang dengan rata-rata 3.000 per hari. Selain dapat membuka rekening melalui telepon dan video banking, BCA juga bekerja sama dengan marketplace BliBli yang memungkinkan calon nasabah membuka rekening hanya dengan bermodal smartphone, aplikasi dan internet.
  4. Hybrid retail: Pengecer sedang mempersiapkan masa depan hybrid dimana toko fisik dan virtual dapat dimanfaatkan secara paralel contohnya seperti yang dilakukan oleh teknologi “Just Walk Out” milik toko ritel fisik Amazon.com yang memungkinkan pelanggan mengambil barang tanpa membayarnya ke kasir, QR code pada barang akan otomatis terpindai dan pelanggan akan dikenakan biaya melalui aplikasi Amazon. Toko tanpa kasir pertama yang mengusung konsep serupa juga ada di Indonesia yaitu JD.ID X-Mart. Ketika akan masuk ke dalam toko, pelanggan diharuskan untuk menunjukkan QR Code yang ada di aplikasi mobile JD.ID ke alat yang ada di
    gerbang masuk toko.
BACA JUGA:  Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Peningkatan digitalisasi saat pandemi juga memiliki dampak yang mengkhawatirkan dimana semakin besarnya permukaan serangan yang terbuka dan juga titik buta keamanan yang terekspos. Salah satu penyebab adalah adanya penyebaran perangkat secara besar-besaran karena karyawan harus bekerja dari rumah, dimana keamanan jaringan tidak seperti bekerja di lingkungan perusahaan.

Dengan demikian, tantangan keamanan siber saat ini tidak hanya bagaimana mengamankan firewall perusahaan secara keseluruhan, tetapi juga memperluas batas keamanan di luar firewall perusahaan dimanapun karyawan bekerja.

Disarankan agar dapat beradaptasi dengan risiko ancaman siber di masa depan, dan tidak hanya bertahan dengan krisis yang terjadi, bisnis memerlukan strategi keamanan siber yaitu: Broad; keamanan end-to-end dengan visibilitas satu panel di seluruh lanskap serangan; Integrated; menggunakan konfigurasi dan manajemen kebijakan yang konsisten, dengan komunikasi real-time yang mudah di seluruh jaringan dan infrastruktur keamanan, dan automated; respon insiden yang cerdas dan remediasi ancaman, bersama dengan kepatuhan berkelanjutan dan penilaian risiko yang menjadi pendukung.

“Tiga dimensi penting untuk bisnis dalam menghadapi ketidakpastian; technology, people dan process juga menjadi salah satu kunci keberlangsungan bisnis,” ujar Edwin Lim.

Dalam kaitan ini, lanjutnya Fortinet sebagai pemimpin global dalam solusi keamanan siber juga memilikim solusi yang bisa diandalkan- Fortinet Security Fabric. Solusi ini menggabungkan ketiga dimensi ini menjadi satu kesatuan kerja yang terintegrasi dalam memberikan pertahanan yang dioptimalkan bagi perusahaan klien agar bertahan dan berkembang di era transformasi digital.

Dengan menggabungkan solusi keamanan tradisional terisolasi dan terintegrasi seperti Security Fabric, perusahaan dapat melihat jauh ke dalam jaringan untuk mendeteksi ancaman tingkat lanjut dari inti ke cloud. Setiap elemen keamanan dalam Fabric tetap organik dan mudah disinkronkan, membuat proses menjadi efisien dan mudah diterapkan di seluruh organisasi.

BACA JUGA:  Digital Competitiveness Index Indonesia Tahun 2023 Menunjukkan Transformasi Digital di Indonesia Berkembang Signifikan

Hal ini katanya, merupakan salah satu solusi yang menjadikan Fortinet unggul. Frost & Sullivan juga menobatkan Fortinet sebagai pemimpin di pangsa pasar SEAHK termasuk Indonesia pada tahun 2020. “Fortinet memimpin pangsa pasar Indonesia di tahun 2020 dengan presentasi 21.62% di atas perusahaan-perusahaan cyber security lainnya,” pungkas Edwin Lim. (AC)

Previous Post

Ada Perubahan, Siaran TV Digital akan Dimulai 31 April 2022

Next Post

Gandeng Zenius, Lenovo Gelar Kompetisi Video Materi Kreatif untuk Guru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank  Menuju Bank Syariah Global

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:12

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

Mi’roji
22 October 2026 | 16:08

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:01

bprs-bhakti-sumekar-e-channel-top-digital-awards-2026

TOP Digital Awards 2026: BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Layanan Digital Lewat E-Channel

Teguh Imam Suyudi
22 October 2026 | 15:00

TOP Digital Awards 2026:  PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court  Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

TOP Digital Awards 2026: PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

Ahmad Churi
21 October 2026 | 23:53

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjual 2.010 Unit Wholesales, AION UT Masih Terlaris di Segmen Medium Hatchback EV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Zoom Hadirkan Unified Context Layer, Ubah Percakapan Jadi Hasil Kerja Nyata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto