Crayon, penyedia layanan dan inovasi TI, resmi masuk pasar Indonesia sebagai bagian dari strategi globalnya untuk berekspansi di Asia Pasifik. Berkantor pusat di Oslo, Norwegia, Crayon adalah perusahaan global dengan lebih dari 2.500 karyawan di lebih dari 55 kantor di 35 negara. Crayon memasuki pasar Indonesia pada akhir tahun 2019. Sebelumnya, Crayon telah membuka kantor di Singapura, Malaysia, Filipina, Sri Lanka dan Australia.
“Pasar TI Indonesia adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik (APAC). Digitalisasi dalam operasional bisnis menjadi lebih kritikal dibandingkan sebelumnya, dan perusahaan mencari teknologi yang dapat membuka segmen pasar/pelanggan baru, sekaligus yang dapat membantu meningkatkan kinerja operasional bisnis,” kata Anissa Sharmanti, Country Director Crayon Indonesia dalam siaran pers, Kamis (23/9).
“Di Crayon, kami telah membangun keahlian selama lebih dari 20 tahun untuk menghadapi tantangan yang dibawa oleh adopsi dan manajemen cloud. Kami yakin dapat membantu perusahaan, khususnya korporasi kecil, menengah dan besar, dalam perjalanan transformasi digitalnya, dan yakin bahwa inilah saat yang tepat untuk memasuki pasar Indonesia,” tambahnya.
Menurut proyeksi International Data Corporation (IDC), pasar cloud Indonesia akan tumbuh rata-rata 31% per tahun selama 5 tahun ke depan menjadi US$ 1,2 miliar pada tahun 2024, seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Data terbaru Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa hanya 19% (sekitar 12 juta) UMKM yang telah onboarding di ekosistem digital.
Baca: Palo Alto Bagikan Strategi Keamanan Siber untuk Cloud
Sebagai bagian dari pemberdayaan UKM menuju inklusi ini, Crayon tidak hanya menyediakan adopsi dan layanan cloud tetapi juga memperkuat layanan artificial intelligence (AI) di pasar Asia Tenggara dengan mendirikanAI Center of Excellence di Singapura untuk membantu dan mendukung UKM dalam perjalanan transformasi digital.
“Asia Pasifik adalah salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat terkait adopsi dan layanan cloud, dan kami melihat peluang besar dalam ekspansi kami di pasar tersebut,” kata CEO Crayon Melissa Mulholland. “Kami sangat bersemangat untuk memperkuat jejak global kami dan merasa terhormat kami dapat membawa layanan dan inovasi TI kami ke Indonesia.”
Rhonda Robati, Wakil Presiden Senior Crayon Asia Pasifik menambahkan, “Kami sangat senang dapat mendirikan kantor kami di Indonesia yang menawarkan keahlian dan hubungan strategis dengan semua vendor teknologi terkemuka di kawasan ini. Kunci percepatan pertumbuhan kami di APAC adalah menjadi perusahaan yang memihak pelanggan dan menjadi konsultan tepercaya bagi pelanggan kami.”
Sebagai pendatang baru dalam bisnis cloud Indonesia, strategi utama Crayon adalah menyediakan solusi migrasi cloud yang berfokus pada pelanggan berdasarkan efisiensi data dan biaya. “Sebagai perusahaan teknologi dengan kemampuan multi-cloud, kami dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan dan anggaran pelanggan kami,” jelas Anissa.
Crayon sebagai pendatang baru di pasar Indonesia telah memiliki lebih dari 30 klien korporat dan perusahaan mengharapkan pertumbuhan pendapatan sebesar 300% dalam dua tahun ke depan.














