Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia Tbk, Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan kearifan lokal kental hubungannya dengan posisi perusahaan rintisan (startup) lokal dalam menghadapi kompetisi dengan pemain global.
“Kalau kita melihat beberapa contoh di Indonesia, dalam beberapa kasus startup lokal atau yang dibangun di Indonesia dapat berkompetisi dengan startup global. Dalam beberapa kasus, memaksa pemain global tersebut untuk berhenti beroperasi atau merger,” paparnya, mengutip siaran pers Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), 11/01/2021
“Kearifan lokal membuat startup Indonesia mampu atau mencoba untuk memahami local market dengan lebih baik lagi. Kemudian dari sisi model bisnis, lahir fitur-fitur atau hal-hal yang dekat terhadap pasar Indonesia atau dalam negeri, yang sulit dipenuhi atau dicapai oleh startup global,” ia menambahkan.
Baca: Hebat, 104 Startups Indonesia Raup Total Pendanaan 3,8 Miliar Dolar AS
Masyarakat Berperan dalam Transformasi Digital
Dalam siaran pers itu juga, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom., IPM. mengatakan akselerasi transformasi digital tak lepas dari peran masyarakat.
“Masyarakat digital dibangun dengan konsep segitiga. Paling atas adalah pimpinan digital. Lapis tengah adalah talenta digital. dan yang paling bawah adalah literasi digital,” kata Hary.
“Harapan kami dengan menyasar mulai dari tingkat pimpinan, kemudian masyarakat menengah sampai ke literasi, masyarakat bisa berkembang dan masuk ke ekonomi digital, sehingga transformasi digital dapat terakselerasi,” ujarnya menambahkan.
Mengenai upaya meningkatkan literasi digital dan kearifan lokal, Hary menjelaskan Kominfo fokus mengembangkan literasi digital dan target sampai 2024 adalah 50 juta masyarakat yang mengikuti program literasi digital.
Kominfo sudah membuat suatu modul yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan literasi digital mereka. Modul tersebut berisi beberapa fokus antara lain cakap bermedia digital, etis bermedia digital, aman bermedia digital, dan budaya bermedia digital. Kominfo terbuka untuk menambahkan kearifan lokal dalam modul tersebut.
Dengan literasi digital yang kian meluas, diharapkan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi digital nasional.














