ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2021: Menilik Upaya Amar Bank Membangun Ekosistem Digital yang Tangguh

redaksi
3 November 2021 | 06:00
rubrik: Digital, Event
TOP Digital Awards 2021: Menilik Upaya Amar Bank Membangun Ekosistem Digital yang Tangguh
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Fauzi

Saat ini banyak perusahaan melihat teknologi digital atau teknologi informasi tidak sekedar bagian pendukung bisnis belaka. Terlebih bagi perusahaan yang bergerak di industri perbankan, di mana teknologi digital seolah sudah melekat dan menjadi suatu keharusan. Maka dari itu, tak heran bila banyak bank yang begitu gesit dalam melakukan transformasi digital, PT Bank Amar Indonesia Tbk. atau yang biasa disebut Amar Bank adalah salah satu di antaranya.

Terkait Amar Bank yang begitu consern dalam melakukan transformasi digital, setidaknya terlihat dari anggaran TI-nya yang terus ditingkatkan. “Anggaran TI terhadap pendapatan atau omset, sekitar 3-5% di 2020. Dan di 2021 naik, di angka 6-8%. (Sementara) untuk anggaran TI terhadap total biaya, juga mengalami kenaikan, yaitu di angka 13-15% di realisasi tahun 2020. Dan di 2021 itu menjadi 16-18% secara anggaran,” kata Kevin Kane Wardhana, Head of Technology, Amar Bank dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan majalah IT Works secara virtual.

Selain itu, sebagaimana diungkap Kevin, dari struktur organisasi perusahaan, TI juga berada langsung di bawah Presiden Direktur perusahaan.

Terapkan ISO 27001
Secara umum, Kevin mengatakan bahwa IT Master Plan yang diusung Amar Bank tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Yang pertama, Amar Bank selalu menerapkan Cloud First & Microservices architecture transformation. ”Meskipun sama, dari sisi pengembangannya mengalami peningkatan, yang sebelumnya itu untuk Cloud First-nya masih di angka 60 – 70% di tahun lalu, di tahun ini sudah di atas 90%. Microsevice juga seperti itu, yang tahun lalu di angka 50%, sekarang sudah di angka 70%,” ungkap Kevin yang dalam presentasinya mengusung judul ‘Building A Resilient Digital Ecosystem’.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2021: Soal Transformasi Digital, Bank Sulselbar Tak Kalah dari Bank Besar

Masih berkaitan dengan IT Master Plan, Kevin mengatakan bahwa Amar Bank memanfaatkan teknologi Big Data sebagai kerangka pengambilan keputusan dan kecerdasan buatan. Selain itu, Amar Bank juga mengimplementasikan DevOps Culture. “Sehingga untuk proses deployment, proses implementasi system baru itu sudah Continuous Integration dan Continous Deployment (CI/CD) Pipeline, tidak ada downtime atau bisa dibilang zero downtime ketika kita mengeluarkan fitur baru atau mengeluarkan produk baru dan itu terjadi secara otomatis. Dan kita merestrukturisasi untuk IT organization kita dengan berdasarkan pendekatan Agile Manifesto,” tandasnya.

Seiring dengan perkembangan, ada beberapa hal berbeda dari kebijakan TI yang diterapkan Amar Bank dari tahun 2020 dan 2021. Seperti dikatakan Kevin, tahun 2020, Amar Bank hanya memiliki dua kebijakan. ”Tahun ini sudah diperbaharui semua dan ada penambahan juga, kita punya SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi). Ini (jadi) syarat sahnya mendapatkan sertifikasi ISO 27001, yang mana kita telah mendapatkan tahun lalu di bulan Desember 2020. Dan tahun ini sudah memperbaharui lagi. Kita juga berhasil mempertahankan sertifikasi ISO kami,” ujar Kevin.

Sementara dair sisi kebijakan TI dan Standar Operasional TI, AMar Bank juga telah melakukan upgrade dan improvement dari kebijakan yang lama. Hal itu lantaran adanya perubahan dari POJK (POJK 13/POJK.03/2020 atas perubahan POJK 38/POJK.03/2016 dan SEOJK 21/SEOJK.03/2017). “Sehingga SOP dan policy kita harus berubah,” singkatnya.

Selain itu, Amar Bank juga menerapkan BCP (Business Continuity Plan), yang akan mengatur jika terjadi disasater atau terjadi kerusakan sistem.

Adapun dalam mekanisme pengambilan kebijakan terkait investasi dan belanja TI, Amar Bank masih memegang prinsip yang diterapkan pada tahun lalu. Dalam hal ini, Amar Bank lebih fokus pada OPEX (Operational Expenditure), bukan pada CAPEX (Capital Expenditure).

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2021: DJKN Lakukan Transformasi Digital untuk Pelelangan Nasional

”Karena itulah kami mengimplementasi sistem, kalau itu third party services itu sifatnya SaaS, Iaas, atau PaaS. Bukan investasi dalam jumlah besar di server dan lainnya, melainkan kita selalu bayar per use atau per bulan atau per query per bulan. Karena kami sadar dengan mengikuti sistem atau mekanisme Saas, IaaS, atau PaaS ini kita lebih fleksibel jika memang sistem yang kami pakai saat ini sudah tidak up to date lagi. Kalau kita sifatnya investment, bisa jadi terutama kalau kita bicara hardware, itu hardware-nya sudah tidak compatible dengan software yang baru. Nah, itu yang mau kita hindari,” jelas Kevin.

IT Maturity Level & Digital Culture
Sebelum melompat ke soal IT Maturity Level dan pengembangan Digital Culture yang dilakukan Amar Bank, menarik diketahui bahwa saat ini bank yang didirikan pada tahun 1991 ini telah memiliki lebih dari 1200 karyawan dengan 86% di antaranya adalah generasi milenial yang dekat dengan dunia digital.

Berlanjut ke IT Maturity Level, berdasarkan assessment yang dilakukan secara mandiri, Kevin mengatakan bahwa IT Maturity Amar Bank masih di angka 4 (untuk) Measured & Manage and 5 Level untuk Optimized. “Kenapa kami bisa mendefinisikan seperti itu, karena seperti yang disampaikan di sini ada empat big item yang telah kita implementasikan,” kata Kevin.

Empat item yang telah dilakukan oleh Amar Bank tersebut antara lain Big Data Architecture, Data Analytic, Cloud Computing, dan Artificial Intelligence & Machine Learning. Saat ini, tim di Amar Bank terus mengembangkan AI untuk beberapa produk seperti chat robot, voice recognition based scoring dan lain-lain sebagainya.

Sementara dalam upaya untuk membangun digital culture di perusahaan, Amar Bank telah menerapkan sejumlah instrument, antara lain Agile-Scrum Framework; Artificial Intelligence pada sistem; menerapkan Application Programming Interface; menerapkan Cloud Service; menerapkan Big Data; pelatihan kompetensi Talenta TI; dan updated regulasi dan Best Practice.

BACA JUGA:  Kembangkan Teknologi IoT, Microsoft Anggarkan Rp68,8 Triliun

Produk Unggulan
Bicara mengenai produk unggulan, secara tegas Kevin mengatakan bahwa Amar Bank memiliki dua solusi bisnis yang besar, yakni Tunaiku dan Senyumku.

Dalam paparannya disebutkan bahwa layanan Tunaiku merupakan produk pinjaman digital dengan fitur unggulan yang mengandalkan model penilaian kredit berpemilik berdasarkan big data dan analitik prediktif. Layanan ini memberi manfaat atau dampak bagi perusahaan, yakni memberikan profitabilitas unit dari akuisisi pelanggan baru dan sebagai penghasil pendapatan utama bagi perusahaan.

Lalu untuk Senyumku, ini merupakan solusi perbankan digital yang dihadirkan untuk menciptakan kebiasaan menabung. Senyumku memiliki fitur unggulan berupa solusi banking end to end (deposito, tabungan, transfer online, tagihan pembayaran, kartu, dan lain-lain) yang sepenuhnya digital.

Selain dua aplikasi di atas, Amar Bank juga memiliki satu solusi bisnis baru, berupa Tunaiku Open API (Application Programming Interface) yang diimplementasi tahun 2020. Aplikasi yang dikembangkan secara internal ini ditujukan bagi mitra pihak ketiga. Solusi bisnis ini memiliki fitur unggulan mudah untuk integrasikan untuk semua partner. “Karena ini (Tunaiku Open API), bukan API yang tiap partner berbeda, sehingga tiap partner dapat dokumentasinya. (Selain itu), API-nya juga yang standar,” ujar Kevin seraya mengatakan bahwa API ini memiliki dampak untuk perusahaan sebagai channel aplikasi tambahwan dan aliran penghasilan tambahan. Pun begitu untuk mitra perusahaan, di mana API ini juga bisa menjadi aliran pendapatan.

Tags: Amar BankTOP Digital Awards 2021
Previous Post

OJK Luncurkan Aplikasi OJK-Box (OBOX) untuk Perkuat Pengawasan Berbasis TI

Next Post

Danamon dan Grab Berkolaborasi Hadirkan Kartu Kredit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Livin’ by Mandiri Terus Dikembangkan Layani Kebutuhan Pengguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Pembaruan, Samsung Health Permudah Akses Sleep Coaching dan Hadirkan Panduan Mingguan Lebih Personal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto