Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh IS.
Dalam mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), salah satu tujuan yang ingin dicapai PT Asuransi BRI Life (BRILife) adalah memenuhi kebutuhan customer atau pelanggan. Bagi perusahaan asuransi ini, TIK hadir untuk memberikan kepuasan bagi customer yang menggunakan berbagai produknya.
Saat sesi presentasi kepada Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2021 secara online, di Jakarta, Rabu (03/11/2021), dengan materi bertajuk “Integrasi Teknologi & Layanan Untuk Mencapai Kepuasan Pelanggan”, Kepala Divisi IT BRI Life, Mohammad Azis Efendi, menyatakan pihaknya dalam berinovasi dan menciptakan kreativitas solusi bisnis TIK mengacu pada kebutuhan customer terhadap produk BRILife.
“Customer kami memanfaatkan aplikasi berbasis TI saat mencari pemahaman yang lebih jauh lagi terkait produk-produk yang dipasarkan BRI Life. Pertama, mereka mulai mencari tahu, kemudian menghubungi sales, atau bisa lewat customer apps, maupun website. Kemudian, proses pembelian, kemudian maintenance produk. Juga ketika mereka ingin melakukan switching produk asuransinya,” papar Azis.
“Dalam konteks untuk memenuhi keingintahuan costumer terhadap produk asuransi jiwa BRI Life, maka tahun 2021 ini, kami telah menerapkan cara mengelola sistem layanan TI terhadap costumer dengan sistem tersentralisasi,” ungkapnya.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: BRI Life Perkuat Digital Insurance
Aziz pun memaparkan sebelumnya, masing-masing produk BRI Life memiliki end-to-end bussiness process sendiri. Di tahun 2021 ini, dilakukan sentralisasi dari struktur organisasi maupun layanan yang dimiliki. Jadi harapannya, apa pun produk yang dimiliki oleh BRI LIfe, apa yang dirasakan oleh customer itu sama. Experience dari proses beli sampai dengan proses klaimnya.
Menurutnya, upaya memenuhi keinginan dan kebutuhan customer untuk melakukan transaksi secara mudah dan cepat, adalah sebuah tantangan. “Tantangan yang dihadapi oleh BRI Life saat ini, mungkin juga dialami oleh semua perusahaan. Saat ini, base customer kami rata-rata menginginkan mereka bisa melakukan semua transaksinya dengan cepat dan mudah,” tutur Aziz kepada dewan juri.
Contohnya, lanjut Aziz, kalau di-banking, buka rekening tak perlu datang ke bank. Kemudian melakukan semua transaksi hanya lewat aplikasi mobile yang ada di handphone mereka. Itu juga terjadi di asuransi, nasabah ingin melakukan pembelian polis, perubahan polis, termasuk klaim dan mereka melakukan tracking ketika klaim itu sudah diajukan, statusnya sampai dimana apakah ditolak, apakah diterima. Semua itu ingin dilakukan dengan mudah dan cepat lewat aplikasi mobile.
Menurut Azis, TI dapat memainkan peran penting untuk memenuhi keinginan pelanggan seperti diatas. “Perlu sosialisasi dan edukasi kepada customer terkait dengan produk jasa asuransi yang ditawarkan sehingga tak merasa dirugikan. Caranya dengan memberikan keterangan yang detail melalui aplikasi mobile. Jadi proses edukasi terhadap customer harus terus dilakukan.”
Baca: BRI Perbarui Fitur iBBIZ Untuk Beri Kemudahan Nasabah Pebisnis














