Penulis: Achmad Adhito
BCA terus secara intensif mengembangkan fitur digital. Di tahun 2021, secara total, BCA sudah merancang 10.777 fitur digital.
“Sementara itu sampai dengan Agustus 2021, yang sudah dieksekusi, sebanyak 4.175 fitur digital,” kata Vice President Operation Strategy and Development BCA, Kelvin Setiawan, hari ini dalam paparan virtual untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2021, yang digelar Majalah IT Works bersama sejumlah lembaga.
Saat ada dampak Covid-19 pun, pengembangan fitur digital oleh BCA, tetap bisa berjalan dengan baik. Kelvin menjelaskan bahwa BCA memiliki tiga pilar penting dalam proses digitalisasi yaitu sebagai berikut: people, process, dan technology.
Pengembangan secara berkesinambungan dari Tiga pilar itu akan bermuara kepada positive user experience yang direpresentatifkan menjadi profit bisnis. Dalam hal digitalisasi, TI yang dipilih harus tepat untuk ditawarkan ke para nasabah. “Yang penting, yang ditawarkan itu pas untuk nasabah. Jadi, tidak harus sophisticated,” Kelvin berkata.
Digitalisasi di BCA tidak berjalan secara parsial. Akan tetapi, juga membentuk ekosistem yang melibatkan para nasabah. “Contohnya dalam ekosistem digital di cabang, nasabah sudah mulai berinteraksi secara digital dengan BCA sebelum datang ke cabang dengan melakukan reservasi secara online terlebih dulu,” ungkap Kelvin.
Efisien Berkat TI
Pada kesempatan itu, Kelvin menjelaskan pula tentang efek digitalisasi terhadap level efisiensi kerja. “Efisiensi proses kerja misalnya di Customer Service (CS), hal ini tidak menjadikan BCA melakukan pengurangan karyawan, tetapi waktu kerja CS yang lebih longgar dapat digunakan untuk deepening relationship dengan nasabah yang berujung terciptanya new business opportunity,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kepada Dewan Juri Top Digital Awards 2021 bahwa dalam hal risiko sistem TI, BCA sudah memikirkan hal tersebut.
Sebelum sebuah produk digital diluncurkan, ada tes yang digelar berulang kali. Antisipasi terhadap serangan hacker yang intensif, juga dilakukan.
Adapun Executive Vice President Head of Architecture and Service Quality BCA, Fransiscus Kaurrany, mengatakan bahwa pihaknya terus memperbaharui sistem TI. Contoh hal itu yakni bahwa BCA terus memperbaharui teknologi, seperti adopsi Teknologi Cloud, Data Lake, Machine Learning dan Artificial Intellegence.”
“Tujuannya untuk mempercepat proses, meningkatkan efficiency dan terutama meningkatkan user experience,” papar Fransiscus.
Investasi untuk TI pun terus dilakukan. Itu antara lainuntuk pengembangan kompetensi tim TI di BCA. Dalam hal ini, ada investasi pengembangan knowledge, skill, terhadap penguasaan teknologi terbaru.
“Jadi, tim TI BCA terus mempelajari teknologi terbaru, we believe the right people will define the rightprocess and choose the right technology,” dia menegaskan.
Assistant Vice President BCA, Mieke Puspa, menjelaskan bahwa pihaknya selalu berinovasi untuk menaikkan produktifitas. “Kapabilitas infrastruktur TI pun terus diperkuat,” Mieke berkata.
“BCA juga terus melakukan peningkatan dalam penyediaan SDM andal di bidang TI dengan beberapa program unggulannya seperti beasiswa PPTI, Program BIT dan IT Trainee,” lanjut Mieke.
Digital Workplace
Untukpenjelasan mengenai digitalisasi di internal perusahaan, Yayopriyo Wibowo selaku Vice President Operation Strategy and Development BCA menjelaskan mengenai Digital Workplace yang dilakukan di BCA.
Yayo berkata, “Untuk bisa menang di market place kita harus bisa menang juga di work place, artinya untuk mengubah customer behavior ke arah digital, kita juga harus bisa menumbuhkan digital culture di internal BCA dengan konsisten menggunakan teknologi untuk semua proses internal, sehingga akan tercipta operasional yang better, cheaper, faster, and safer.”
Teknologi OCR, RPA, API, machine learning, dan dashboard monitoring dikembangkan juga di sisi internal untuk mendukung budaya kerja yang agile.
“People sebagai aset penting di BCA terus dikembangkan dengan kemudahan mendapatkan informasi, knowledge, dan cara kerja digital dalam berkolaborasi dan kemudahan untuk saling terhubung, khususnya dalam kondisi pandemi seperti sekarang.”
Ia menambahkan, “Sehingga tetap meningkatkan produktivitas untuk tetap menghasilkan inovasi-inovasi baru demi kenyamanan nasabah.”














