Penulis: Achmad Adhito
Dalam menjalankan digitalisasi, BPD Bali punya empat sasaran. Yang pertama adalah digitalisasi channel. Kemudian, penguatan ekosistem digital.
“Yang ketiga, adalah sinergi bisnis. Dan keempat, kami pun membangun budaya digital,” kata Direktur Operasional BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, saat diwawancara secara virtual oleh Dewan Juri Top Digital Awards 2021, yang digelar Majalah IT Works bersama sejumlah lembaga.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi di BPD Bali pun sudah memikirkan persiapan Big Data.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan sejumlah aspek tata kelola TI di bank itu. Untuk tata kelola TI, BPD Bali punya sejumlah komite. Itu antara lain komite pengarah TI.
Aset TI dikelola oleh divisi TI. “Sedangkan untuk spesifikasi khusus, ada kerja sama dengan pihak ketiga yang telah punya standar administrasi server dan aplikasi,” kata Ida Bagus.
Manajemen investasi dan implementasi TI pun dipunyai oleh BPD Bali. Dalam hal itu, untuk pengadaan, dilakukan melalui kajian komprehensif standardisasi.
Juga, melalui standardisasi pada spesifikasi teknis dasar dari solusi yang akan digunakan.
Untuk solusi digital di proses bisnis internal, ada sejumlah hal yang diupayakan. Yang pertama, adalah efisiensi. Di sini, saat karyawan yang dibutuhkan lebih sedikit, bisa dialihkan ke unit lain.
Hal lain yang diupayakan adalah efektifitas. Di sini, BPD Bali mengusahakan mengurangi jumlah redundancy, dan membuat elektronisasi dokumen fisik. “Sekaligus, kami menciptakan ekosistem lingkungan demi adanya efektifitas,” dia menjelaskan.
Digitalisasi sangat penting dalam membuat standar layanan bagus untuk nasabah. “Tanpa standar layanan yang memadai, sudah tentu setiap bank akan sulit bersaing,” dia berkata.
Dia pun menambahkan, “Kami kini punya 500.000-an nasabah. Dan kami bisa memberikan pelayanan yang baik berkat TI. Tanpa hal itu, mereka tentu tak kembali ke kami, bukan?”
Bank Bali punya rencana induk (master plan) TI yang berlaku 2019 sampai 2024. Tahun 2021 ini merupakan tahapan kedua, dan di sini ada fase perbaikan tata kelola dan lain-lain.
“Di tahun 2024, kami akan ada di tahap kelima rencana induk tersebut,” papar Ida Bagus.














