Reporter: Albarsyah
Editor: Teguh IS
Kabupaten Kulon Progo punya visi menjadi Kota Cerdas yang Inovatif dan Produktif Tahun 2028.
Yang dimaksud Inovatif yaitu mewujudkan masyarakat dan pemerintah mendayagunakan pemikiran, imajinasi dan tindakan nyata yang selalu menghasilkan ide baru yang mencari pemecahan atas kondisi dan permasalahan daerah.
Sedangkan arti Produktif yaitu mewujudkan masyarakat dan pemerintah mampu menghasilkan produk barang dan jasa yang memberikan hasil (outcomes) dan manfaat (benefits) serta digunakan secara terus-menerus (suistainable).
Untuk mewujudkannya, Pemkot Kulon Progo menerapkan 2 inisiatif terkait TI yaitu pertama, membuat Master Plan Smart City dan masuk dalam Gerakan Menuju 100 Smart City tahap 2 pada 8 Mei 2018, yang digagas Kementerian Kominfo.
Smart City Kab. Kulon Progo tidak hanya semata berisi program yang disodorkan Pemkab bagi masyarakat. Akan tetapi, program ini juga lahir dari keinginan masyarakat atau dari grass root (akar rumput), dengan pihak Pemkab sebagai supporting.
Kedua, menerapkan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dari Kemenpan RB. Ini sudah dijalankan sejak tahun 2018 dan hasilnya cukup bagus dimana skor indeks SPBE Kab. Kulon Progo terus meningkat setiap tahunnya. Dengan skor SPBE tahun 2020 yaitu 3,36 dari skala 5. Tahun 2021 ini, dengan pengukuran mandiri, meraih skor 4, 07.
Dengan menerapkan Smart City dan SPBE itu, Pemkab Kulon Progo ingin memberikan pelayanan pemerintahan yang baik bagi masyarakat. Serta menciptakan masyarakat yang berkualitas dalam segala hal, baik itu pendidikan, kesehatan, serta perekonomian.
Demikian disampaikan Drs. Rudiyanto, M.M., selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Kulon Progo dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, 11/11/2021.
Baca: Smartfren Business Berhasil Wujudkan Smart Village di Kulon Progo
Solusi Unggulan
Dalam pelaksanaan 2 inisiatif TI tersebut, Pemkab Kulon Progo telah menghadirkan solusi baik untuk internal maupun eksternal.
Di internal ada JendelaKu, berupa single app yang mengintegrasikan berbagai layanan publik di Kab. Kulon Progo.
Kemudian solusi untuk eksternal ada Sistem Informasi Desa, berupa layanan Kependudukan online berbasis NIK nasional.
TaniKu, memudahkan akses petani terkait layanan perijinan, konsultasi online, layanan dokter hewan, info harga harian, kios saprodi, pelaku usaha, produk unggulan dan kelembagaan petani.
Selain itu, infrastruktur desa terkait TI juga terus dikembangkan. Saat ini, semua Desa (87 Kelurahan) di Kulon Progo sudah terhubung Jaringan Internet Wireless dari Pemda DIY.
Keberhasilan SPBE
Khusus penerapan SPBE, Pemkab Kulo Progo mengklaim mencatat keberhasilan yaitu, Pertama, perbaikan tata kelola SPBE dengan Optimalisasi Fungsi Kominfo sebagai leader pengembangan SPBE Pemerintah Kabupaten.
Kedua, SuratKU, integrasi layanan persuratan online dengan tanda tangan digital bersertifikasi BSrE BSSN; E-Pemilos, pemilihan Ketua OSIS serentak se-SMP/SMA Kulon Progo bekerjasama dengan KPU; dan TaniKU, layana pengelolaan pertanian berbasis teknologi.
BumilKU, aplikasi bantu dalam melakukan pemantauan realtime ibu hamil; SICANTIK, layanan Perizinan yang cepat dan mudah serta terintegrasi secara nasional.
“Kami sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Tengah, membangun seluruh potensi daerah yang kami miliki ini, agar menjadi daerah yang tumbuh dan berkembang serta berdaya saing di seluruh bidang, di tingkat nasional serta juga global,” tegas Rudiyanto.
“Berbagai layanan yang kami persembahkan untuk kemajuan daerah ini tentunya diharapkan memberikan nilai tambah yang baik.”
“Ke depannya, berbagai layanan berbasiskan digitalisasi ini, akan terus diperbaiki, seperti pembayaran PBB, pajak restoran dan hotel dapat dilakukan secara online. Jadi akan memudahkan para pembayar pajak,” tutup Rudiyanto.
Baca: Ini 10 Desa Penerima Apresiasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik














