Penulis: Fauzi
Bank Index merupakan salah satu bank di Indonesia yang memiliki fokus pada segmen UMKM. Hal itu ditegaskan dari visi Bank Index yang ingin menjadi Bank SME (Small Medium Enterprise) pilihan yang mengutamakan layanan dan teknologi. Sementara dari sisi core business, seperti dikatakan Iwan L Papulung, Kepala Divisi Channnel Management, Bank Index fokus pada sektor komersial.
“Kemudian kita juga melihat pasar-pasar dan segmen usaha UMKM, serta bekerja sama dalam hal pembiayaan dengan lembaga-lembaga keuangan yang lain seperti BPR dan mulifinance,” ujar Iwan di hadapan dewan juri Top Digital Awards 2021, saat sesi penjurian yang digelar Majalah It Works secara virtual, (16/11/21).
Sejurus dengan visi yang dicanangkan, Bank Index memiliki sejumlah misi, antara lain mengembangkan produk dan layanan yang berkualitas dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan nasabah; mengembangkan SDM professional yang mempunyai semangat kreativitas; mengembangkan teknologi untuk mendukung proses yang efektif dan efisien; menerapkan pengelolaan keuangan dan tata kelola perusahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian (prudent); dan mencapai manfaat optimal bagi stakeholder.
Sementara dari sisi strategi bisnis, seiring dengan langkah Bank Index menuju ke arah transformasi digital, pengembangan teknologi informasi pun menjadi suatu keniscayaan.
“Teknologi Bank Index harus sejalan dengan business strategy, jadi kita akan membangun teknologi informasi untuk menopang perkembangan bisnis bank,” kata Purwoko, Kepala Divisi IT Bank Index.
Sebagaimana diungkap dalam paparan secara umum strategi bisnis Bank Index tercakup dalam Enterprise Architecture yang terdiri dari tiga bidang, yakni sisi application architecture, technology infrastructure, dan organization & governance.
Dikatakan Purwoko, saat ini Bank Index sudah membangun apa yang disebut sebagai New Middleware. ”Jadi kita sedang melakukan micro fantasy New Middleware di internal Bank Index, kenapa kita mendahulukan dari sisi middleware dibanding kita melakukan revamp dari sisi core-banking-nya karena memang kita berpandangan bahwa dengan kita melakukan micro fantasy dari sisi Middleware-nya nanti bisa mempermudah untuk berkomunikasi dengan semua omni-channel atau mungkin dengan ekosistem kita. Artinya, middleware ini sangat penting ke depan untuk melakukan transformasi digital,” jelas Purwoko.
Sementara dari sisi core-banking, dikatakan Purwoko, Bank Index juga melakukan pengembangan-pengembangan dari sisi core-banking-nya untuk menyesuaikan dari proses digitalisasinya nanti. Selain itu, Bank Index juga mengembangkan data management. “Data management ini untuk digunakan nanti pada saat proses digitalisasi kita, bahwa nanti dari sisi bisnis untuk melakukan reporting dan analisa, dan segala macam datanya bisa real time,” ungkapnya.
Masih dalam rangka upaya transformasi digital, Bank Index juga tengah mengembangkan ekosistem digital payment. Dalam hal ini Purwoko menyebut bahwa Bank Index bekerja sama dengan beberapa fintech yang akan melakukan integrasi ke dalam sistem.
Solusi Unggulan
Bicara solusi unggulan, Bank Index sudah memiliki aplikasi bernama IndexQu, baik untuk nasabah perseorangan maupun nasabah dari kalangan korporasi.
“Solusi yang kami tawarkan untuk mengenabler transaksi nasabah, yaitu kita namakan IndexQu atau digital channel dari Bank Index. Di dalam IndexQu ini ada dua (fungsi), yakni internet banking dan mobile banking,” ujar Iwan.
IndexQu untuk nasabah invidual telah diimplementasikan Bank Index pada tahun 2018 setelah mendapat persetujuan dari pihak regulator. Aplikasi ini dikembangkan secara kombinasi, di mana selain dari pihak internal juga terdapat pihak eksternal di mana Bank Index berkolaborasi dengan beberapa vendor.
”Deskripsinya sendiri (IndexQ) adalah Layanan Internet Banking dan Mobile Banking untuk nasabah individual atau nasabah korporasi di mana mereka dapat melakukan transaksi finansial tanpa harus tatap muka atau datang ke bank,” jelas Iwan.
Dari segi fitur, aplikasi memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk melakukan transaksi financial, tanpa harus datang ke bank, seperti cek saldo, transfer dana, pembelian dan pembayaran.
“Stimulusnya adalah meningkatkan feebased income buat bank. Kemudian kita juga melihat bahwa digitalisasi ini adalah suatu keniscayaan (keharusan) yang harus dimiliki oleh bank, sehingga secara tidak langsung ini juga bisa menaikkan image Bank Index sendiri, yaitu memiliki produk dan jasa yang berbasis teknologi atau yang mengarah ke digitalisasi,” kata Iwan.
Seperti telah disebutkan selain untuk nasabah dari kalangan individu, Bank Index juga memiliki aplikasi IndexQu Business. Aplikasi ini diimplementasikan pada tahun 2019. Untuk fitur yang ditawarkan, lebih kurang sama seperti IndexQu untuk nasabah perorangan.
IndexQu Business dideskripsikan sebagai layanan Internet Banking Bisnis untuk nasabah perusahaan dimana para nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi finansial maupun non finasinsial tanpa harus datang ke bank, seperti: cek saldo, transfer dana, pembelian, pembayaran dan payroll. IndexQu Business memiliki dua fitur unggulan, yakni transfer batch dan payroll.














