Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh IS
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN memiliki master plan IT yang selaras dengan rencana bisnis perseroan. Sehingga mendukung kinerja perseroan yaitu memperkuat bisnis bank dalam memberikan layanan kepada nasabah, juga untuk meningkatkan efisiensi di internal.
Di sesi presentasi kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2021, secara daring di Jakarta, Senin (25/10/2021), dengan materi BTN Smart Residence, Joko Christianto, selaku SVP IT Strategic Planning & Development, menyatakan pihaknya dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dalam menerapkan teknologi informasi (TI) di perseroan mengacu pada master plan.
“Dalam keseharian kami melaksanakan pekerjaan terkait IT, di-guide oleh master plan IT saat ini untuk periode 2019-2021. Saat ini sedang berjalan proses untuk memperbaruinya, karena harus disesuaikan dengan corporate plan dari BTN sendiri. Jadi corporate plan dilakukan penyesuaian untuk periode 2021-2025. Karena ada perubahan di corporate plan, kita juga melakukan penyesuaian di master plan IT-nya, karena kita ingin selaras,” papar dia.
Ia pun memaparkan sejumlah hal terkait IT Master Plan IT di Bank BTN, “Pertama, end-to-end process digitalisation and automation. Dalam hal ini layanan bank dilakukan dengan menggunakan channel digital, diikuti dengan otomasi pada proses end-to-end business process, dan pengadaan dan pengembangan integrasi open application programming interface (API) internal dan eksternal yang mempermudah konektivitas.
Baca: Luncurkan Aplikasi Pengajuan KPR, BTN Siap Kuasai Pasar Millennial
“End-to-end digitalisasi itu tidak hanya menyasar kepada customers, tapi juga diinternal perusahaan. Sebenarnya dengan melakukan otomasi end-to-end business process, itu membantu bisnis kami supaya pekerjaan lebih efektif, lebih efisien tetapi ujung-ujungnya juga yang menikmati customers. Jadi ketika di dalam business process kami sesuaikan, kami gunakan teknologi terkini untuk membantu prosesnya. Kami simplifikasi, kami review kembali SOP dan sebagainya yang menikmati hasil sebetulnya adalah customers,” papar dia.
Selanjutnya, pengadaan dan pengembangan integrasi open API internal dan eksternal. “Kemudian, ke arah apa yang kami punya. Kalau sistemnya BTN kami ekspos hanya kepada customers, pasti terbatas. Sedangkan di luar sana banyak sekali calon-calon nasabah atau calon-calon debitur yang bisa menikmati layanan atau fitur yang kami miliki,” kata dia.
“Kami pun mengembangkan open API. Diharapkan dengan open API tadi, eksternal maupun internal juga akan mempermudah konektivitas. Jadi kita harus siap untuk menyongsong jamannya kolaborasi,” tambahnya.
Kedua, Customer 360º. Dalam hal ini menyangkut informasi nasabah ritel dan korporat tersedia secara terpusat untuk semua bagian operasi bisnis (front, middle, back office), dan perencanaan strategi portofolio nasabah ritel dan korporat tersaji secara menyeluruh sehingga mampu memberikan customer behaviour analytics yang akurat.
Perseroan menciptakan data berbasis informasi mengenai karakteristik nasabah secara terpusat dan mengoptimalkan data tersebut untuk mengkreasikan nilai tambah. “Kami memperkenalkan customers kami. Bagaimana informasi mengenai nasabah-nasabah kami, ritel maupun korporat tersedia secara terpusat untuk semua bagian proses bisnis kami. Jangan sampai kami menyia-nyiakan data yang sudah punya, kami harus mengoptimalkan data-data itu. Memang trennya sedang ke situ,” kata Joko.
Dengan demikian, perseroan dapat mendapatkan kesimpulan mengenai karakteristik dan perilaku bahkan kebutuhan dari nasabah itu sendiri. Dengan begitu, dapat diciptakan fitur yang cocok bagi mereka.
“Dengan demikian, kami pun bisa memberikan customer behaviour analytics yang akurat. Jadi ketika data itu sudah terpusat, kita bisa mengoptimalkan datanya. Kita bisa tahu apa yang menjadi behaviour dari customers untuk kami rencanakan bagaimana portofolionya, kemudian bagaimana fitur yang cocok untuk mereka dan lain sebagainya,” kata dia.
Ketiga, IT Service Excellence. Selain, organisasi TI mampu beroperasi dan mendukung transformasi bank melalui proses, prosedur. Termasuk model kepatuhan yang well-defined, dan pelaksanaan service management IT yang optimal, dan partnership antara TI dan bisnis yang kolaboratif.
Dikatakan Joko, dalam menciptakan sebuah aplikasi TI maka harus tetap berpegang pada regulasi yang ada. “Terkait IT service excellence, kami di TI dituntut selain mampu beroperasi dan mendukung transformasi, tidak hanya melalui teknologi saja, tapi juga melalui proses prosedur dan juga model kepatuhannya. Jadi karena perbankan ini memang highly-regulated, kami juga tidak serta-merta melaksanakan proses yang ada di TI ini sembarangan. Jadi bagaimana pun karena kami harus menjaga trust, model operasional di kami juga harus patuh terhadap regulasi yang ada,” tegasnya.
Tak berhenti di situ saja, Joko melanjutkan, “Kemudian, bagaimana kami bisa melaksanakan teknik manajemen TI yang optimal. Jadi kami di TI ini adalah unit support, yang tidak hanya men-support divisi bisnis, tapi kami juga harus men-support divisi yang lain juga. Jadi dari struktur organisasi ada credit operations, operations and business support, kami juga men-support mereka,” papar Joko.
“Kemudian membangun partnership antara IT dan bisnis yang kolaboratif. Ini memang tantangan bagi kami, bagaimana kami bisa bertemu dengan 39 divisi yang ada di BTN agar lebih baik, yaitu dengan memberikan tanggapan, memberikan masukan, memberikan review, men-support mereka. Jadi kami memperkuat partnership antara TI dan bisnis,” tutur Joko.
BTN Tawarkan Kemudahan Cari Rumah di Era Digital
Saat ini, Bank BTN gencar menyediakan berbagai kemudahan bagi nasabahnya. Salah satunya adalah kemudahan akses via digital. Bank BTN memiliki layanan digital terintegrasi untuk para masyarakat yang tengah mencari rumah. Layanan digital ini dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat terkait pembelian dan penjualan properti, yaitu:
Aplikasi Smart Residence ini ditujukan untuk para milenial yang mencari perumahan-perumahan di high rise building. Semua transaksi dan biaya yang terkait rumah tersebut bisa dilakukan melalui aplikasi ini.
Platform milik Bank BTN ini sebagai penghubung antara penghuni dan pengelola residensial dengan beberapa fitur unggulan di dalamnya untuk pembayaran tagihan iuran-iuran, pertukaran informasi, sampai dengan keluhan pelanggan dan komunitas.
- Pembayaran Tagihan: Fitur yang digunakan pengelola untuk mengelola tagihan IPL, parkir, & fasilitas lain sesuai kebutuhan perumahan/apartemen. Penghuni/penyewa akan menerima informasi sesuai tagihan dan dapat melakukan pembayaran sesuai Nomor Virtual Account pada tagihan
- Berita/Informasi: Fitur yang digunakan pengelola dan penghuni/penyewa untuk berbagai informasi terkait Apartemen/Perumahan/Unit
- Keluhan Pelanggan atau Komunitas: Fitur yang digunakan penghuni/penyewa untuk menyampaikan keluhan terkait fasilitas dan lainnya agar dapat ditindaklanjuti oleh pengelola
Bank BTN, juga menyediakan situs BTNProperti.co.id yang bekerja sama dengan developer untuk menyediakan akses perumahan di seluruh Indonesia.
Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa mencari rumah-rumah aset BTN dengan harga yang terjangkau melalui situs rumahmurahbtn.co.id. Kanal-kanal ini diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk memiliki rumah.















