Penulis: Achmad Adhito
PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) kini sedang menjalankan IT strategic plan periode 2017-2021. Rencana tersebut memuat sebanyak 51 proyek.
“Dan yang sudah kami selesaikan, saat ini sebanyak 50 proyek. Maka, hampir semuanya sudah selesai,” kata Kepala Divisi Teknologi Informasi Bankaltimtara, Yenny Israwati, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2021, yang digelar Majalah IT Works bersama sejumlah lembaga (25/11).
Yenny menjelaskan bahwa pada tahun 2021 ini, pihaknya sudah di posisi digital ready. “Jadi, kami sudah berjalan sesuai dengan road map atau IT strategic plan tersebut,” ia menambahkan.
Dalam investasi TI, Bankaltimtara selalu mengacu kepada IT strategic plan tersebut. Juga, selalu mengacu kepada rencana kerja lima tahunan. “Dan rencana kerja lima tahunan tersebut,” Yenny berkata, “Harus disetujui komisaris, sebelum dijalankan.”
Adapun untuk periode tahunan, investasi TI tersebut berjalan sesuai dengan time line yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kini, posisi IT maturity level di Bankaltimtara, di angka 2,92. Itu berdasarkan penilaian oleh konsultan, yakni Veda Praxis, saat penyusunan pengkinian ITSP.
Anggaran TI
Dalam presentasi tersebut, Yenny juga menjelaskan sejumlah hal tentang anggaran TI. Untuk tahun 2021, total biaya TI di Bankaltimtara senilai Rp71,48 miliar. Sementara di tahun 2020, angka tersebut di Rp83,67 miliar.
Adapun perbandingan anggaran TI terhadap total biaya di Bankkaltimtara, untuk tahun 2021 di posisi 3,62%. Untuk tahun 2020, angka tersebut sebesar 3,00%.
Bankaltimtara pun memerhatikan pentingnya transformasi budaya dalam hal digitalisasi. “Kami membuat transformasi budaya dari konvensional ke digital. Hal ini berlaku untuk kalangan internal atau pun eksternal.”
Pembentukan ekosistem digital pun dilakukan oleh bank tersebut. Produk dan layanan digital, juga terus dikembangkan.
Contoh pengembangan tersebut adalah adanya kolaborasi dengan perusahaan fintech (financial technology). Dengan kerja sama tersebut, ada fasilitas pembayaran digital untuk tagihan rumah sakit. “Layanan ini sudah berjalan mulai tahun 2020,” Yenny menambahkan.
Salah satu misi Bankaltimtara adalah ‘mengembangkan bisnis dan layanan perbankan yang beroritentasi solusi dan berbasis teknologi’. “Jadi, kami memang telah meletakkan [pentingnya] TI sebagai misi perusahaan,” Yenny menambahkan.














