Penulis: Abi Abdul Jabar Siddiq
Sudah satu tahun lebih pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia. Dalam kurun waktu tersebut dunia pendidikan pun ditempa ‘mati suri’, meski belajar mengajar berlangsung dengan bantuan teknologi atau sekolah daring. Mau tak mau dunia Pendidikan harus mengembangkan kreativitas dengan penggunaan teknologi, sehingga pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud dan Ristek) M Hasan Chabibie mengatakan selama masa pandemi sebanyak 407 ribu sekolah dan 3,4 juta guru serta 56 juta siswa terdampak Covid-19 di Indonesia.
“Adapun jumlah sekolah yang memiliki jaringan internet di tingkat SD sebanyak 149.076 sekolah, di tingkat SMP sebanyak 40.501 sekolah, di bangku SMA 13.843 sekolah, dan SMK sebanyak 14.299 sekolah. Sementara itu masih ada 12 ribu sekolah yang tak memiliki akses internet di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Juga ada 48 ribu sekolah dengan jaringan internet yang buruk di penjuru daerah,” kata Hasan Chabibie dalam wawancara penjurian Top Digital Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah IT Works dan berlangsung secara virtual pada Kamis (11/11/2021).
Sebagai Lembaga yang bertugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan data dan statistik serta pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi bidang pendidikan Pusdatin Kemendikbud Ristek dituntut untuk melakukan transformasi digital demi tercapainya pemerataan Pendidikan dan kemerdekaan belajar di masa pandemi.
“Upaya transformasi digital yang kami upayakan demi tujuan tersebut diantaranya percepatan perluasan akses dan infrastruktur digital dan layanan internet. Dan persiapan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis di sektor pemerintahan, layanan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri dan penyiaran. Kami juga melakukan percepatan integrasi pusat data nasional, menyapkan kebutuhan SDM talenta digital dan regulasi terkait skema pendanaan dan pembiayaan,” katanya.
Hasan Chabibi menyebut hingga saat ini Pusdatin Kemendikbud Ristek setidaknya memiliki 4 solusi IT unggulan yang dirilis selama masa pandemi untuk membatu proses pemerataan belajar secara daring bagi para siswa di seluruh Indonesia, yang antara lain;
Pertama, meluncurkan akun pembelajaran daring melalui domain belajar.id. Akun pembelajaran belajar.id dibuat dengan tujuan mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi. Selain itu juga untuk mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Akun tersebut dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengakses layanan pembelajaran berbasis elektronik.
“Melalui akun pembelajaran belajar.id ini baik para peserta didik maupun tenaga pengajar bisa mengakses berbagai kebutuhan kegiatan belajar mengajar. Mulai dari mengakses platform Kemdikbudristek sampai beragam aplikasi yang akan memudahkan kegiatan belajar mengajar, baik secara tatap muka ataupun jarak jauh,” ujarnya.
Akun berbentuk ini memuat berbagai fitur pembelajaran seperti surat elektronik (e-mail), Penyimpanan dan pembagian dokumen, secara elektronik, Pengelolaan administrasi pembelajaran, secara elektronik, Penjadwalan proses pembelajaran secara,elektronik, Pelaksanaan proses pembelajaran secara daring, baik secara sinkronis maupun asinkronis hingga akses terhadap Rumah Belajar Kemendikbud Ristek untuk materi pembelajaran
“Domain belajar.id ini dibuat menggunakan google account karena memungkinkan akun Pembelajaran otomatis mendapatkan akses ke aplikasi-aplikasi pendukung pembelajaran dalam G-Suite for Education yang siap pakai dan telah banyak digunakan publik. Semua proses pembuatan akun maupun akses terhadap aplikasi maupun materi pembelajaran yang ada bersifat gratis,” ucapnya
Adapun cara mengakses dan mengaktifkan Akun Pembelajaran. 1) operator satuan pendidikan masuk ke laman pd.data.kemdikbud.go.id, dan login; 2) setelah masuk laman tersebut, operator satuan pendidikan memilih tombol “Unduh Akun” untuk mengunduh dokumen CSV yang berisi daftar nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran di satuan pendidikan yang bersangkutan.
Kemudian, 3) operator satuan pendidikan mendistribusikan Akun Pembelajaran tersebut kepada setiap pengguna Akun Pembelajaran di satuan pendidikan yang bersangkutan; 4) untuk mengaktifkan Akun Pembelajaran, pengguna menggunakan user ID dan password Akun Pembelajaran untuk login di laman mail.google.com; 5) pengguna menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan Akun Pembelajaran serta mengganti password Akun Pembelajaran.
Perlu diketahui, Akun Pembelajaran akan menjadi salah satu jalur komunikasi resmi Kemendikbud ke peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Akun Pembelajaran juga akan digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi Kemendikbud. Materi dan informasi dari Kemendikbud, misalnya terkait bantuan pemerintah dan Asesmen Nasional, akan dikirimkan ke alamat pos elektronik Akun Pembelajaran.
Adapun keamanan Akun Pembelajaran diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kerahasiaan data, informasi, dan/atau dokumen aktivitas Akun Pembelajaran maupun kemungkinan terjadinya kelalaian dalam penggunaan dan/atau penyalahgunaan data, informasi, dan/atau dokumen aktivitas Akun Pembelajaran. Jumlah akun pembelajaran yang sudah disiapkan Kemendikbud, akun admin 529.310, akun guru 2.850.424, dan akun siswa 27.008.332.
Kedua, Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). SIPLah menjadi platform marketplace yang memudahkan sekolah berbelanja menggunakan dana sumber dana bantuan pemerintah dengan sistem digital dan fleksibel. SIPLah juga merupakan platform resmi Kemendikbud Ristek yang bisa digunakan sekolah negeri untuk melakukan proses pengadaan/belanja secara digital menggunakan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS).
Platform ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola keuangan serta dokumentasi elektronik untuk setiap transaksi. Sehingga dapat mendorong transparasi dan akuntabilitas, mewujudkan efisiensi anggaran serta memberikan kesempatan bagi UMKM daerah sebagai mitra. Hal ini sejalan dengan salah satu prioritas Merdeka Belajar, yaitu Digitalisasi Sekolah. Aplikasi SIPLah dapat diakses pada https://siplah.kemdikbud.go.id.
Aplikasi ini sebenarnya telah diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2019. Seiring berjalannya waktu, terdapat pembaharuan serta perbaikan di tahun 2020 sehingga memudahkan satuan pendidikan dalam pengadaan barang dan jasa.
Ketiga, Kebijakan Bantuan Kuota. Kebijakan bantuan kuota Kemendikbud Ristek dikeluarkan pada bulan September 2020 dan terus dilakukan hingga tahun 2021. Tujuannya agar dapat membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.
“Kebijakan ini saya rasa merupakan yang pertama dan satu-satunya di dunia dimana pemerintah memberikan bantuan kuota untuk para siswa dan tenaga pengajar untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Hasan Chabibi
“Adapun Besaran bantuan yang dialokasikan bagi peserta didik PAUD adalah 7 GB/bulan dan untuk peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah 10 GB/bulan. Sedangkan untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah 12 GB/bulan. Sementara itu, bagi mahasiswa dan dosen diberikan bantuan sebesar 15 GB/bulan. Nah, masa berlaku kuota data internet ini berlaku selama 30 hari sejak kuota data diterima,” sambungnya.
Keseluruhan bantuan kuota data internet di tahun 2021 merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi kecuali yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet Kemendikbudristek: http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.
Pemberian bantuan kuota data internet tahun 2021, telah diumumkan Mendikbudristek pada 8 Agustus 2021 bersama dengan Menteri Keuangan dan Menteri Agama. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang masih dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sebelumnya, Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan data kuota internet untuk membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi. Selama tahun 2020, Kemendikbudristek telah memberikan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan pada September hingga Desember 2020 senilai Rp 7,2 triliun. Tahun ini, pada September 2021, Kemendikbudristek kembali menyalurkan bantuan data kuota internet kepada 24,4 juta pengguna dan pada Oktober 2021 disalurkan kepada 26,6 juta penerima.
Sementara di bulan November 2021 Kemendikbud Ristek menyalurkan bantuan kuota data internet kepada 21,29 juta pendidik dan peserta didik. Bantuan ini disalurkan kepada 906 ribu nomor peserta didik PAUD; 6,8 juta peserta didik SD; 3,8 juta peserta didik SMP; 2,5 juta peserta didik SMA; 2,4 juta peserta didik SMK; 41 ribu peserta didik SLB; 22 ribu peserta didik kesetaraan; 1,2 juta guru; 192 ribu mahasiswa vokasi; 3,2 juta mahasiswa akademik, 10 ribu dosen vokasi; dan 117 ribu dosen akademik.














