Penulis: Fauzi
Menjalani usaha di bidang pembangunan dan manage service infrastruktur jaringan, pemanfaatan teknologi informasi sepertinya menjadi hal yang tak bisa dielakkan oleh PT Telkom Akses. Hal itu terlihat dari jajaran aplikasi dimiliki oleh Telkom Akses, baik yang digunakan sebagai solusi untuk keperluan internal maupun eksternal.
Telkom Akses sendiri memiliki visi ‘becoming world class access networks service company’. Perusahaan ini juga telah memiliki beberapa portfolio, mulai dari design center, hingga layanan lainnya, di mana dari end to end sudah menggunakan (teknologi) digital. ”Mulai dari sisi pelanggan kami menggunakan MyIndiHome sehingga pelanggan, baik melapor, (dan kebutuhan lainnya) saat ini bisa menggunakan teknologi IT,” ungkap Machsus Kusuma Apriyono, Direktur HCM & Strategy PT Telkom Akses saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2021 yang digelar Majalah It Works secara virtual, (26/11/21).
Selain design center, Telkom Akses juga memiliki Command Center, yang disebut Machsus bisa digunakan untuk memantau network secara nasional. ”Bahkan kami dipercaya juga oleh Pertamina untuk memenuhi service SPBU-nya secara nasional juga. Ini menjadi kebanggaan dan kesiapan kami untuk melayani kepada masyarakat,” katanya.
Soal pemanfaatan IT, Machsus kembali menegaskan bahwa, baik untuk keperluan internal maupun keperluan pelanggan, Telkom Akses sudah memanfaatkan teknologi IT. ”Sehingga bisa secara efisien dan efektif, kapanpun di mana pun kita bisa memanfaatkan teknologi IT ini dengan lebih mudah. Dan yang lebih penting lagi adalah security, kami juga mengalokasikan resource dana untuk melakukan itu, sehingga mudah-mudahan semua IT kami juga terjaga secara security-nya,” jelas Machsus.
Pada kesempatan yang sama Adi Wahyu Nadiri, VP Information Technology PT Telkom Akses, menjelaskan terkait aktivitas dan strategi bisnis perusahaan. Dikatakan bahwa Telkom Akses memiliki aktivitas usaha di ladang SDI (Survey, Design and Inventory), Infrastructure Development, dan Service Delivery.
“Service Delivery itu, jika ada pelanggan Telkom yang menginginkan pasang baru layanan, itu kita sebut sebagai Service Delivery. (Sementara) Infrastructure Service, ini adalah terkait dengan peremajaan atau perawatan dari infrastruktur,” kata Adi.
Dari sisi strategi bisnis, ada tiga hal yang menjadi fokus Telkom Akses, antara lain Comparative Strategy, Competitive Strategy, dan Cooperative Strategy.
“Dari visi dan misi yang kita miliki, ini kita membentuk Business Strategy, dan dari Business Strategy ini kita membuat Strategy Initiatives. Jadi, setiap tahun kita membuat program strategis, dan ini pun disesuaikan dengan strategi atau program yang diberikan dari Telkom Group,” ungkap Adi.
Kebijakan dan Tata Kelola IT
Selanjutnya dalam presentasinya Adi juga memaparkan sejumlah hal terkait dengan kebijakan IT di perusahaan. Di mana dari sisi aturan dan kebijakan terkait IT, Telkom Akses disebut telah memiliki beberapa prosedur, seperti peraturan direksi, lalu ada juga nota dinas untuk penetapan internal, mulai dari keperluan User, penangangan ganggunan IT, pengembangan aplikasi, tata kelola keamanan, security check aplikasi.
“(Jadi) sebelum aplikasi (dijalankan) di dalam sistem, dicek dulu dari sisi security-nya, apakah boleh untuk dijalankan, apakah (masih) ada lubang-lubang security atau sudah aman,” tandas Adi.
Tidak ketinggalan untuk mengukur seberapa mature pemanfaatan TI di perusahaan, Telkom Akses juga telah melakukan self assessment untuk mengetahui IT Maturity Level-nya.
“Jadi kita posisinya di antara 3 dan 4. Kenapa? Karena (kami) sudah memiliki prosedur-prosedur yang juga sudah audit, sudah ada feedback juga dari pemerintah. Terus prosedur sudah diimplementasi, (dan) risiko-risiko yang ada juga kita sudah dipetakan. Jadi, setiap resiko itu sudah kita petakan, terus impaknya seperti apa. Dari situ apa mitigasi risiko dan residunya yang tersisa dari penerapan risiko yang terjadi,” jelas Adi.
Solusi Bisnis Unggulan
Sebagaimana dijabarkan di awal, Telkom Akses memiliki beberapa solusi bisnis yang diimplementasikan, baik untuk internal maupun eksternal. Dikatakan Adi, untuk internal, ada beberapa solusi bisnis yan gtelah diimplementasikan Telkom Akses, sepreti Command Center dan Map Integrated Broadband.
Adapun untuk solusi bisnis yang dikembangkan untuk eksternal, antara lain ada ACS I-BOOSTER.Solusi bisnis ini dideskripsikan sebagai fokus pada proaktif solusi gangguan nonteknis oleh Agent Customer 147 Tools yang mampu menganalisa, identifikasi dan mensolusikan gangguan nontekniks/logic terhadap layanan pelanggan Indihome.
Beberapa fitur unggulan ACS I-BOOSTER antara lain Remote Diagnostic, Remote COnfig, Early Warning System, Proactive action, dan Predictive Action. Adapun manfaat yang dirasakan perusahaan dengan solusi ini antara lain mengurangi truckroll, verifikasi hasil pekerjaan teknisi, dan Remote Restoration by Helpdesk. Bagi klien atau pelanggan manfaat yang bisa diperoleh antara lain dapat meningkatkan customer experience pelanggan Indihome dalam percepatan penanganan gangguan dan meningkatkan FCR (First Call Resolution).
Lebih lanjut seperti diungkap Adi, Telkom Akses juga memiliki sejumlah aplikasi yang dikembangkan sebagai solusi di masa pandemi, seperti Simlogcovid (Sistem Logistik Covid). Aplikasi ini dikembangkan untuk mengkoordinis pendistribusian bantuan logistik covid ke seluruh Rumah Sakit BUMN.
”Ini (Simlogcovid) bagian dari responsibility kita Telkom Akses,” kata Adi.
Solusi lain yang dikemangkan pada masa pandemi, di antaranya ada Digital Procurement, Kontrak KHS Online dengan Digital Sign Peruri, dan Kontrak Online Karyawan juga dengan Digital Sign Peruri.
“Kita juga membangun Super HANA, aplikasi mobile yang dipakai untuk absen online. Jadi, di absen itu kita (bisa) input status kesehatan, kita kerja dari rumah atau dari kantor,” ungkap Adi.
Dikembangkan secara internal dan diimplementasikan tahun 2020, SUPER HANA memiliki fitur unggulan, seperti memberikan kemudahan dalam melakkukan absensi di mana saja dan kapan saja dengan mencatat lokasi absensi, mencatat laporan kondisi karyawan baik sehat, kurang sehat, maupun sakit; mencapat lokasi real time karyawan saat melakukan absensi; serta support Android & IOS. Manfaat yang dirasakan oleh perusahaan dari aplikasi SUPER HANA antara lain proses rekapitulasi data absen untuk melakukan payroll bulanan lebih mudah dan cepat di sisi Menu Presence & Leave; Perusahaan mengetahi karyawan yang WFO/WFH dan kondisi sakit ataupun sehat; sebagai fundamental Tools yang digunakan untuk seluruh karyawan.
Masih berkaitan dengan masa pandemi Covid-19, seperti dituturkan Adi, Telkom Akses juga telah mengembangkan solusi bernama Dashboard Monitoring Covid-19 dan Vaksin. Solusi ini dideskripsikan sebagai Tools untuk memantau sebaran Covid-19 dan vaksinasi di internal Telkom Akses. Fitur unggulan yang dimiliki, yakni menyajikan data sebara karyawan yang terpapar Covid-19 dan menyajikan progres vaksinasi Covid-19 karyawan, keluarga karyawan, serta teknisi mitra. Manfaat yang bisa diperoleh buat perusahaan, yakni sebagai decision support system bagi tim Satgas Covid Telkom Akses.














