“Didukung Sertifikasi ISO & Kolaborasi dengan Penyedia Solusi TI Global”
Reporter: Teguh IS
PT Hypernet Indodata (Hypernet) mengikuti TOP Digital Awards 2021. Ajang penghargaan TI tingkat nasional ini diselenggarakan majalah IT Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsultan TI.
Dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, 01/12/2021, Sudino Oei selaku Chief Operating Officer (COO) Hypernet menjelaskan perusahaan yang didirikan bersama kakaknya yaitu Sudianto Oei, yang kini bertindak selaku CEO, pada tahun 2007 adalah sebagai penyedia layanan Managed Service Provider (MSP) Teknologi Informatika (TI).
Ia mengutarakan Hypernet ingin menjadi Managed Service Provider IT kelas dunia yang terpercaya untuk mendukung pencapaian bisnis, terutama para pelanggannya, yang lebih baik melalui teknologi.
“Caranya, dalam memberikan layanan, kami menerapkan standar internasional dimana saat ini kami telah memiliki sertifikasi ISO 20000-1, ISO 27001, dan ISO 9001.”
“Kami pun menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia solusi TI global yang telah diakui sebagai leader di bidangnya,” jelasnya.
Menurut Sudino, sertifikasi ISO itu jadi raihan prestasi yang membanggakan bagi Hypernet, termasuk raihan penghargaan sebagai Platinum Partner dan Best Manage Service dari Aruba, yang masuk dalam Gartner Magic Quadrant sebagai salah satu penyedia Enterprise Networking dan Security Solutions.
Dalam mengelola perusahaan, Sudino mengatakan Hypernet menerapkan seperangkat nilai yang disebut 4P1C yaitu: Empowering People, Product Transformation, Process Optimization, Partner Collaboration, dan Customer Engagement.
Baca: ARIM Technologies Hadirkan Managed Security Service Provider
Aktivitas dan Strategi Bisnis
Aktivitas usaha Hypernet yang awalnya hanya sebagai penyedia layanan Internet (ISP), kini telah berkembang dengan menyediakan layanan lainnya di bidang TI yaitu Wi-Fi, Cloud, Komunikasi Digital, IT Profesional, dan Keamanan Data.
Pengembangan aktivitas bisnis perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta Barat ini, lanjut Sudino, sejalan dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan, “Sebagai penyedia layanan Managed Service, kami memberikan berbagai macam layanan penyediaan dan pengelolaan sumber daya TI, baik berupa perangkat lunak ataupun perangkat keras (software dan hardware), solusi produktivitas kerja berbasis awan (cloud), serta sumber daya manusia untuk mengoptimalkan dan meningkatkan efisiensi bisnis klien.”
“Untuk itu, kami pun menyediakan sistem, infrastruktur, serta sumber daya manusia dengan kompetensi yang sudah tersertifikasi dan berpengalaman untuk mengelola, memantau, dan menyelesaikan berbagai masalah terkait sistem IT. Sehingga pelanggan tidak perlu repot mencari penyedia layanan lain karena semua dapat kami sediakan,” tambahnya.
Sudino mengungkapkan, saat ini mayoritas pelanggan Hypernet adalah korporasi. “Untuk layanan internet, misalnya, mereka menggunakan internet dedicated sehingga tak ada kendala terkait sinyal.”
Sebagai informasi, secara teknis layanan internet dedicated terhubung ke internet 24 jam menggunakan berbagai metode akses sesuai kebutuhan penggunanya. Internet dedicated merupakan koneksi yang cepat dan stabil dibandingkan broadband.
Baca: Telkomtelstra Tawarkan Managed Security Services
Tata Kelola TI
Kepada dewan juri, Sudino memaparkan dalam dalam usianya yang kini memasuki 14 tahun, perkembangan Hypernet pun terlihat dari jumlah SDM dan anggaran bisnisnya yang terus bertambah setiap tahunnya.
“Saat ini SDM kami berjumlah lebih dari 100 orang dan untuk tahun 2021 kami mengalokasikan Rp26 Miliar sebagai anggaran bisnis perusahaan. Tentunya dalam penggunaan anggaran itu, kami sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, karena kami adalah perusahaan swasta yang tidak harus menghabiskan anggaran yang telah dialokasikan. Kami pun ada mekanisme pengambilan kebijakan investasi atau belanja TI itu,” tuturnya.
Dan seiring dengan perkembangan layanan perusahaan, maka struktur bagian TI dalam hal ini bagian operation pun ikut berkembang, “Saat ini, saya sebagai COO, membawahi 7 departemen yaitu: Project Management Office, Customer Support, Managed Conncetivity & Infrastructure, Managed Network & Security, Managed Cloud & System Application, Managed Professional Service, dan Operation Support,” kata Sudino.
Ia menambahkan, untuk manajemen pengembangan aplikasi/solusi maka tahapannya adalah: Prosedur Pengembangan Aplikasi/Solusi, Prosedur Implementasi, Project Development – Tracking, dan Issue – Tracking, keluhan pengguna.
Tidak ketinggalan, terkait Tata Kelola TI, Hypernet pun telah menerbitkan sejumlah kebijakan terkait TI sebagai arah pedoman pengembangan sistem TIK baik di internal perusahaan maupun untuk layanan ke pelanggan. “Antara lain kebijakan mengenai Service Level Agreement (SLA), Service Availability, Keamanan Informasi, dll,” jelasnya kepada dewan juri.
Budaya Digital yang telah dan akan terus dijalankan Hypernet antara lain digitalisasi yang meliputi digitalisasi dokument, proses meeting, proses approval secara online, proses calculator sales dan integrasi antar sistem yang kini sudah online.
Solusi Unggulan
Dalam sesi penjurian Sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021 ini juga, Djoko Setyanto selaku VP Innovation & Technology memaparkan sejumlah solusi atau layanan unggulan dari Hypernet.
“Pertama, Omnichannel memanfaatkan chatbot, implementasi tahun 2021. Sistem saluran komunikasi yang bersifat universal dengan menggabungkan berbagai macam jenis saluran komunikasi menjadi satu tampilan antar muka. Dengan fitur unggulan: Flow builder yaitu fitur pembentukan flow proses atas berbagai kategori, multi channel komunikasi, sistem antrian bertingkat. Manfaatnya, kontrol akan komunikasi dengan pelanggan lebih efisien dalam satu tampilan dan Proses komunikasi terekam atau tercatat.”
“Kedua, Ticketing System, implementasi tahun 2020. Ini berupa sistem yang digunakan untuk pencatatan atas permintaan atau keluhan pelanggan, dan hasil analisa log history digunakan sebagai dasar peningkatan layanan dan analisa. Dengan fitur unggulan: Customer Portal dan Automation Dispatch Ticket. Manfaatnya, proses eskalasi dan kolaborasi lebih efektif, dan Proses monitoring dan penanganan keluhan pelanggan lebih efektif serta terukur.”
“Ketiga, SD WAN Backup 4G Managed Services, implementasi tahun 2020. Solusi untuk meng-koneksikan multi-sites, dengan kontrol dan management terpusat, serta memanfaatkan koneksi 4G sehingga mempercepat pemasangan dan meningkatkan SLA dengan konsep managed services. Fitur Unggulan: Zero Touch Provisioning, Sentralisasi Management, Monitoring, Backup 4G, dan Application Steering.”
“Manfaat untuk Hypernet, meningkatkan revenue. Sedangkan manfaat untuk eksternal, klien dapat menikmati layanan SD WAN World Class (Gartner Leader) dengan konsep OPEX yang tidak membebani biaya operasi bisnis mereka, beban IT operasional di klien menjadi berkurang karena konsep managed services dari Hypernet yang menjaga stabilitas interkoneksi antar lokasi, dan juga mendapatkan tambahan High Availability melalui konektivitas 4G.”
Keempat, Wifi Managed Services, tahun implementasi: 2018. Ini berupa penyediaan layanan WiFi dengan konsep full managed services, dilengkapi dengan guest portal yang dapat meningkatkan nilai dari konektivitas wifi tersebut. Fitur Unggulan: World Class Brand perangkat WiFi (Aruba), Dual Band, Automatic Powering, Automatic Channeling, Guest Portal, Advertisement di Guest Portal, Flexible Guest Portal Flow.”
Manfaat untuk Hypernet, meningkatkan revenue. Sedangkan manfaat untuk eksternal, klien dapat menikmati layanan wireless tanpa harus terganggu oleh masalah-masalah seperti channel, power dll. Klien juga dapat memanfaatkan wifi public mereka dengan guest portal, sehingga dapat menampilkan iklan, atau merubah wifi tersebut menjadi wifi berbayar.
Di masa pandemi, Hypernet sejak tahun 2019 lalu telah memanfaarkan teknologi video conference untuk online meeting yaitu Microsoft Teams yang digabungkan dengan Poly untuk memaksimalkan kualitas gambar dan suara.
“Ini berupa satu portal untuk seluruh kebutuhan kolaborasi dan konferensi. Dengan fitur unggulan: Sharing File, Approval Flow, Conference Call, 4k Video Quaility with Poly, Noise Cancellation, dan Network Communication dengan internet. Manfaatnya meningkatkan komunikasi antar personal walupun terpisah jarak,” tutur Djoko.
Seiring kebutuhan pelanggan dan perkembangan pasar, di tahun 2022 nanti, Sudiono mengungkapkan Hypernet berencana menghadirkan layanan baru yaitu Assesment IT Security.
Pemanfaatan TIK di Internal
Kepada dewan juri, Sudiono pun menjelaskan sejumlah pemanfaatan TIK di internal dan operasional Hypernet, “Kami mengggunakan ERP untuk melakukan automasi Business Process dan Power BI untuk mempermudah dan mempercepat pengambilan keputusan. Di Infrastruktur, dengan menerapkan SD WAN untuk interkoneksi antar kantor cabang.”
“Terkait Aspek Keamanan TI, menerapkan Centralized Cloud End Point Protection untuk meningkatkan keamanan data selama WFH. Juga menggunakan VPN dengan Device Check Posturing dan specific role.”
“Terakhir, untuk Cloud App, kami menggunakan Cloud Repository menggunakan One Drive. Dan untuk Online Meeting menggunakan Teams,” tutupnya.
Juga turut hadir dalam penjurian ini, Ari Wahyu Utami selaku VP Brand & Marketing Hypernet.
Bertindak selaku dewan juri yaitu Melani Harriman dari majalah IT Works, Nurul Y. Setyabudi dari Indonesia Telecommunication User Group, Agnes dan Lim Kurniawan dari Awesome Consulting.
Baca: Lintasarta Managed WAN Optimizer Dorong Produktivitas Industri Sawit















