Penulis: Fauzi
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan salah satu BUMN yang bergerak di layanan pembiayaan. Lebih spesifik dikatakan bahwa PNM, merupakan BUMN yang mempunyai tugas khusus, yakni pemberdayaan usaha mikro kecil. Demikian seperti dipaparkan Sunar Basuki, Direktur Kelembagaan dan Perencanaan (Pimpinan TI) PT Permodalan Nasional Madani saat mengawali sesi wawancara Penjurian Top Digital Awards 2021.
“Visi kami adalah menjadi lembaga pembiayaan terkemuka dalam meningkatkan nilai tambah secara berkelanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) yang berlandaskan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG),” ungkap Sunar yang membawakan presentasi dengan judul ‘Digital Transformation as an Opportunity to Advance the Innovation in Government’.
Ada tiga misi yang dicanangkan PNM antara lain:
- Menjalankan berbagai upaya, yang terkait dengan operasional perusahaan, untuk meningkatkan kelayakan usaha dan kemampuan wirausaha para pelaku bisnis UMKMK.
- Membantu pelaku UMKMK untuk mendapatkan dan kemudian meningkatkan akses pembiayaan UMKMK kepada lembaga keuangan baik bank maupun non-bank yang pada akhirnya akan meningkatkan kontribusi mereka dalam perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Meningkatkan kreativitas dan produktivitas karyawan untuk mencapai kinerja terbaik dalam usaha pengembangan sektor UMKMK.
Jumlah Nasabah & Produk PNM
Bicara soal aktivitas usaha, Sunar mengatakan bahwa PNM agak unik. Hal itu lantaran PNM merupakan satu-satunya lembaga yang memberikan akses modal, tetapi di sisi lain juga melakukan pemberdayaan. Selain itu, PNM juga disebut sebagai antitesis dari perbankan.
”Kita mempunyai produk yang namanya PNM Mekaar, yaitu membina ekonomi keluarga sejahtera. Produk ini cukup unik, karena boleh dibilang ini adalah anti-tesis perbankan. Jadi, kalau di perbankan yang dikasih kredit yang kredibel, justru di sini harus miskin. Kalau ngga miskin, ngga dikasih. Nah, ini berbalik dengan perbankan. Kemudian dia harus berkelompok, dan harus perempuan,” kata Sunar.
PNM sendiri telah memiliki 10,9 juta nasabah, yang mana disebutkan Sunar merupakan yang terbesar di dunia untuk pembiayaan berbasis kelompok. “Ini 10,9 juta nasabah (kita) adalah semua perempuan, ibu-ibu yang kita berdayakan, kita berikan modal supaya keterampilan mereka tersalurkan. Kemudian konsekuensinya juga harus ada kelompok, harus produktif. Jadi, 100 persen pembiayaan yang ke 10,9 juta nasabah kita adalah 100 persen untuk produktif, tidak boleh untuk konsumtif,” jelasnya.
Selain Mekaar, PNM juga memiliki produk lainnya, yakni ULAMM. Berbeda dengan PNM Mekaar, prouk ULAMM secara kelas sudah ada di atasnya, dan nasabahnya juga tidak 100 persen perempuan. ”Kita bolehkan yang non-perempuan untuk mendapatkan modal tapi tentunya dengan kharakteristik khas PNM, yaitu kita tetap ada pemberdayaan. Di sini kata kuncinya adalah pemberdayaan. Jadi, tidak hanya akses modal tetapi juga pelatihan macam-macam program yang kita sudah siapkan,” kata Sunar.
PNM belum lama ini juga disebut telah membentuk program holding ultra mikro bersama BRI dan Pegadaian. Dari kolaborasi hadir dalam satu atap apa yang disebut sebagai Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM). “Nah, ini adalah menyiapkan nasabah-nasabah PNM yang sudah naik kelas untuk bisa memanfaatkan semacam pembiayaan yang lebih besar lagi ke BRI maupun akses ke Pegadaian,” kata Sunar.
IT Master Plan
Dalam paparannya di hadapan dewan juri, Suhar mengungkap rencana strategi perusahaan di tahun 2021. Ada lima aspek yang tercakup pada program strategi perusahaan di tahun 2021, antara lain nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatkan investasi, dan pengembangan talenta.
Sejurus dengan itu, PNM juga telah menyelesaikan ringkasan IT Master Plan di tahun 2021. Seperti dikakan Sunar, ada empat aspek yang tercakup dalam IT Master Plan PNM tahun ini.
Aspek pertama adalah bagaimana IT ini bisa memenuhi kebutuhan PNM dan memiliki instrument manajemen untuk memastikan harmonisasi atau keselarasan antara kegiatan usaha bisnis PNM dengan kegiatan penyelenggaraan layanan Teknologi Informasi. “Jadi, kita harus in line di sini antara tujuan bisnis perusahaan dengan IT yang tersedia,” jelasnya.
Kemudian yang kedua, ini akan digunakan sebagai panduan dan pedoman penyelenggaran teknologi dan sistem informasi PNM sampai dengan tahun 2025 untuk memperoleh manfaat yang optimal dari investasi yang dilakukan. “Karena di tahun ini, anggaran IT untuk CAPEX paling tinggi di PNM. Kita ketahui semua, bahwa bidang jasa keuangan memang tentu agak hiper untuk expand di masalah IT,” kata Sunar.
Kemudian yang ketiga, tentu untuk mematuhi juga regulasi yang terkait dengan penyelenggaraan teknologi dan sistem informasi. Dan yang terakhir (keempat), sebagai acuan penyusunan kebijakan, prosedur, standar dan guideline penyelenggaraan layanan teknologi dan sistem informasi.
“Jadi, IT Master Plan ini kita susun dari kebutuhan bisnis, kemudian turun-turunannya Governance-nya sampai dengan kebijakan-kebijkan yang kita buat,” kata Sunar.
Lebih jauh Sunar mengungkap berbagai hal terkait kebijakan IT di perusahaan dengan berbagai aspeknya mulai dari penerapan peran IT perusahaan, kemudian bagaimana kebijakan tentang kerangka kerja, proses, dan organisasi IT.
“Bagaimana pengelolaan investasi IT, pengelolaan mutunya, knowledge transfernya, kemudian pengelolaan data monitor dan evaluasi kinerja TI ini adalah dashboard-dashboard yang dijadikan monitor oleh manajemen. Di sini kita harus menyeimbangkan antara aspek kebutuhan manajemen dan juga aspek security,” lanjutnya.
Aplikasi Unggulan
Soal aplikasi yang telah dikembangkan, oleh karena PNM ini spesifik, maka aplikasi yang dikembangkan juga khusus.
”Jadi, kalau kita misalnya ada aplikasi yang dijual umum, itu tidak fit 100 persen bisa kita terapkan di PNM. Jadi, memang di sini peranan development untuk membuat aplikasi-aplikasi tambahan yang fit dengan kebutuhan bisnis PNM,” kata Sunar.
Aplikasi yang dikembangkan PNM, salah satunya adalah aplikasi Ticketing. Disebutkan Sunar, melalui aplikasi ini seluruh pengguna bisa mengirim keluhan-keluhan permasalahan yang ada di lapangan. “Kita buatkan sistem Ticketing yang akan bisa menjawab, karena di sini juga ada semacam service level untuk pelayanan yang kita berikan kepada seluruh pengguna aplikasi ini di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Selanjutnya ada juga aplikasi yang dinamakan PNM Digi. Sunar menegaskan PNM Digi adalah suatu aplikasi semacam Super App yang ada di PNM yang akan memfasilitasi aplikasi-aplikasi tambahan lainnya.
“Jadi, PNM Digi kita buat dua, ada yang diperuntukkan buat nasabah, ada yang diperuntukkan untuk karyawan,” ujarnya.
Untuk nasabah, PNM Digi dikembangkan agar bisa menjadi informasi kredit bagi nasabah. Lewat aplikasi ini bagi mereka (nasabah) yang sudah melek IT mereka bisa melakukan simulasi kredit dan informasi pinjaman yang di PNM.
“Kemudian bisa kita link-kan juga ke Tabungan Emas yang ada di Pegadaian, kita sudah kerja sama dengan Pegadaian. Tabungan Emas ini untuk memudahkan nasabah untuk investasi emas, karena jumlah nasabah kita 90 persen ini rural, yang mereka lebih nyaman untuk nabung dalam bentuk emas. Kemudian kita juga gunakan sebagai Wallet Cash In, dan juga ke depan ini untuk next development aplikasi ke nasabah, ini banyak sekali seperti membership nantinya akan bisa kita lakukan, cash out transaction, kemudian ada PPOB, dan demikian juga untuk aplikasi-aplikasi pengembangan lainnya,” jelas Sunar.
Sementara untuk PNM Digi untuk karyawan, aplikasi Super Apps ini terhubung dengan HRIS (Human Resource Information System) SDM-nya PNM. Lewat aplikasi ini, seluruh karyawan bisa melakukan absen.
“Jadi, dengan begitu kita mengetahui semua posisi mereka ketika melakukan absen di seluruh Indonesia ada di perjalanan atau ada di lokasi tugas ini bisa kita cek datanya,” ungkap Sunar.
Selain itu, PNM Digi Karyawan juga terhubung dengan PNM IM SiJago yang merupakan investment management-nya PNM untuk produk-produk investasi. Lalu terhubung juga dengan PT CMI dan PT MDM. “Dan tentunya dengan Koperasi Karyawan maupun BMT Salama yang kita punya. Jadi, pengembangan ke depan itu masih sangat terbuka untuk dimanfaatkan baik oleh karyawan maupun ke nasabah,” paparnya.
Satu lagi aplikasi yang diungkap Sunar dalam presentasinya bernama PKM Digi Nasabah. Aplikasi berbasis mobile dan web ini dikembangkan oleh divisi IT PNM yang digunakan untuk melakukan input angsuran, seperti transaksi-transaksi pembiayaan titipan nasabah dan hal-hal lainnya berkaitan dengan transaksi pembiayaan. Beberapa fitur unggulannya, salah satunya ini bisa online maupun offline mode-nya. Kemudian juga dokumen digital laporan LPM –nya bisa dilihat oleh FAO dan AO PNM di lapangan. Selain itu pihak PNM juga bisa tahu titik koordinat kumpulan, karena ini dalam kelompok. Ada 620 ribu kelompok di seluruh Indonesia, di mana dengan aplikasi ini PNM bisa tahu titik koordinat mereka.
“Tentu manfaatnya ini akan memudahkan pendamping lapangan kita melakukan kontrol, kemudian juga mengurangi human error, dan juga mengurangi penggunaan kertas dan pembuatan laporan PKM,” tutupnya.














