ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset Cloudera: Strategi Data Enterprise, Jembatan Menuju Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi

Fauzi
10 December 2021 | 16:00
rubrik: Business Solution
Riset Cloudera: Strategi Data Enterprise, Jembatan Menuju Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Share on FacebookShare on Twitter

Cloudera belum lama ini mengumumkan temuan-temuan penting dari penelitian global, yang dikerjakan bersama lembaga riset market teknologi, Vanson Bourne. Riset ini mencoba meneliti korelasi antara kematangan strategi data enterprise sebuah perusahaan (didefinisikan sebagai strategi holistik terintegrasi di perusahaan dari semua lini bisnis) dan kinerja bisnisnya. Laporan ini juga mendalami dampak dari pandemi COVID-19 yang masih melanda dan dampak dari ketidakpastian yang ditimbulkan pandemi terhadap bisnis.

Riset ini mendapati bahwa perusahaan yang menerapkan strategi data enterprise yang matang setidaknya selama 12 bulan melaporkan adanya pertumbuhan profit yang lebih tinggi rata-rata 5,97 persen, menurut senior business decision makers (SDM) yang disurvei. Sebanyak 96 persen SDM melaporkan bahwa cara penanganan dan pengelolaan data telah memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan mereka, dan hampir dua pertiga (64 persen) melaporkan tingkat resiliensi yang lebih kuat dengan adanya strategi data yang matang. Baik SDM dan IT decision-makers (ITDM) sama-sama berpandangan bahwa data adalah business resource yang strategis, namun kedua kelompok ini punya pendapat yang berbeda tentang proses operasional dan implementasinya.

Ram Venkatesh, Chief Technology Officer, Cloudera mengatakan adanya strategi data enterprise yang matang, dioptimasi untuk lingkungan hybrid dan multi-cloud, akan memberikan outcome bisnis yang lebih baik.

“Bisnis memandang data sebagai aset penting, tidak hanya untuk memahami perubahan konstan dan gejolak yang terjadi saat ini, melainkan juga untuk membantu bersiap menghadapi hal yang akan datang,” lanjut Ram Venkatesh.

Sejurus dengan itu, Fanly Tanto, Country Manager for Indonesia Cloudera mengatakan belajar dari pandemi ini kita menyadari pentingnya transformasi digital di perusahaan mana pun. Fanly menilai aspek yang paling umum dalam strategi transformasi digital adalah kehandalan perusahaan dalam menganalisis data yang semakin masif untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih cerdas dan lebih efisien.

BACA JUGA:  Cloudera Ungkap Manfaat AI Terpercaya, Aman dan Bertanggung Jawab Bagi Perusahaan

“Di Cloudera, kami membantu perusahaan dari berbagai industri untuk memanfaatkan real-time insight dari aset data mereka untuk meraih peluang-peluang baru, meningkatkan value, dan membuat mereka memiliki daya saing yang tinggi,” lanjut Fanly.

Tantangan Data Lifecycle Menghalangi Inovasi
Visibilitas tetap jadi masalah utama bagi perusahaan, di mana hampir 9 dari 10 (89 persen) melaporkan bahwa tata kelola data yang aman dan terpusat, serta compliance di seluruh lifecycle adalah hal yang sangat berharga untuk menangani dan mengelola data. Hanya 12 persen dari ITDM yang melaporkan bahwa perusahaan mereka berinteraksi pada semua tahap dalam proses data lifecycle – sesuatu yang sangat membantu perusahaan mencapai strategi data enterprise. Tanpa kontrol dan visibilitas yang penuh pada setiap aspek data, perusahaan akan kekurangan kapabilitas penting yang dibutuhkan untuk mendorong inovasi.

Strategi Data Enterprise yang Efektif adalah Kunci
Perusahaan bisa melihat value dari strategi data enterprise namun perlu banyak usaha untuk membuatnya efektif. Perusahaan yang mengutilisasi strategi data enterprise selama lebih dari setahun melaporkan bahwa mereka menjadi lebih efektif (63 persen), serta mendapatkan pertumbuhan profit yang lebih besar. Hampir semua ITDM (91 persen) yang perusahaannya memiliki strategi data enterprise setuju bahwa strategi mereka saat ini adalah kunci bagi resiliensi bisnis mereka. SDM yang disurvei melaporkan kerugian rata-rata US$384.962 pertahun yang disebabkan hilangnya peluang yang terkait dengan data, di mana kerugian tahunan tertinggi dialami oleh industri telekomunikasi yaitu sebesar US$6.617.348.

Masa Depan adalah Hybrid
Laporan ini memperlihatkan adanya upaya antisipasi ke hybrid cloud dalam 18 bulan mendatang. Di mana SDM dan ITDM melaporkan bahwa 43,07 persen karyawan mereka akan terus bekerja secara remote pada tahun depan dan perusahaan sedang berinvestasi pada infrastruktur yang mendukung lingkungan kerja hybrid. Mayoritas (79 persen) ITDM melaporkan perusahaan ingin menempatkan analitik data dan performa pada arsitektur hybrid. Di antara opsi cloud yang ada, multi-cloud paling favorit, di mana 44 persen ITDM mengindikasikan ketertarikan mereka terhadap arsitektur multi-cloud dalam waktu 18 bulan. Dengan hybrid data cloud, perusahaan bisa mengakses dan menganalisa data dengan cepat dan dapat dengan mudah membuat keputusan yang cerdas dan data-driven untuk memenuhi permintaan secara efektif di tengah iklim bisnis yang sangat kompetitif saat ini.

BACA JUGA:  Red Hat Luncurkan Platform Enterprise Linux 8.4

Mengakses dan mengelola data dari beberapa sumber dan lokasi akan memberikan kendali dan fleksibilitas kepada perusahaan untuk memanfaatkan tenaga kerja hybrid, sambil menjalankan bisnis seperti biasa. Hampir seluruh SDM (92 persen) yakin bahwa memahami semua data di arsitektur hybrid, multi-cloud dan on-premises akan sangat bernilai. Penemuan ini merefleksikan sentimen dari mayoritas ITDM (90 persen) yang melaporkan bahwa mengelola data dengan paling tidak beberapa kapasitas cloud adalah prioritas perusahaan mereka. Mereka juga kebanyakan (89 persen) percaya bahwa perusahaan yang mengimplementasikan arsitektur hybrid sebagai bagian dari strategi data mereka akan mendapatkan keuntungan kompetitif.

Data Mendorong Kesuksesan Lebih dari Profit
Mengutilisasi data dan analitik bisa menghasilkan profit yang lebih besar ketimbang sekadar menaikkan marjin profit atau mendapatkan keuntungan kompetitif. Kebanyakan perusahaan sudah tahu hubungan yang vital antara inisiatif Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dengan kesuksesan perusahaan. Penelitian ini mendapati bahwa pengumpulan data dan analitik yang saksama akan berkontribusi pada keberhasilan inisiatif DEI. Hampir semua ITDM (96 persen) dan SDM (95 persen) yakin bahwa data dan analitik sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan efektivitas inisiatif DEI, dan 95 persen ITDM dan SDM setuju bahwa inisiatif DEI berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan. Perusahaan dengan strategi data enterprise yang efektif akan lebih baik dalam mengutilisasi data dan analitik untuk melakukan benchmark dan evaluasi terhadap program keberagaman karyawan. Dengan visibilitas yang lebih besar terhadap keberagaman di internal perusahaan, pengambilan keputusan menjadi lebih baik, perusahaan akan mencapai inovasi yang lebih hebat, dan terciptanya engagement yang lebih tinggi di tempat kerja.

Metodologi
Vanson Bourne melakukan survei secara online dan melalui telepon antara bulan Juli – September 2021, kepada 3.150 responden yang memegang posisi C-level, manajemen senior atau manajemen menengah dari perusahaan-perusahaan besar (yakni perusahaan yang memiliki karyawan 1.000 orang atau lebih) di sektor publik dan swasta. Responden berasal dari 15 market; Australia, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Uni Emirat Arab, Inggris dan AS. Semua wawancara dilakukan dengan proses penyaringan multi-level yang ketat untuk memastikan hanya kandidat yang sesuai mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi.

BACA JUGA:  Trik menghasilkan lebih banyak kakao untuk petani

Selain itu, Vanson Bourne menggunakan rangkaian pertanyaan dan skor untuk mengumpulkan ‘Enterprise Data Cloud Maturity Model’ dalam menilai kematangan kapabilitas responden saat ini, serta penanganan data dan analitik. Berdasarkan hasil dari para responden, perusahaan para responden dikategorisasikan sebagai Digital Leader, Digital Adopter, Digital Evaluator, atau Digital Laggard. Pertanyaan yang berkontribusi terhadap model ini berpusat pada penggunaan data dan analitik saat ini, pihak yang sukses dalam penggunaan data dan analitik, sejauh mana data digunakan di seluruh proses, ada atau tidaknya strategi data enterprise, dan sejauh mana pencapaian kemampuan yang berkaitan dengan Enterprise Data Cloud.

Tags: Cloudera
Previous Post

Digelar Virtual, Bright Future Festival 2021 Persembahkan 20 Sesi Webinar

Next Post

Optimalkan Performa Iklan Berbasis Data, Indosat Ooredoo dan Groundhog Technologies Luncurkan Programmatic Advertising Service

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar FGD, Telkomsel Berupaya Hadirkan Solusi Inovatif untuk Dukung Bisnis Ritel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Ungkap Melesatnya Tren Lari di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantangan CIO Lebih Berat Era Sekarang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto