ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Pesatnya Transformasi Digital Harus Diimbangi Keamanan Siber

redaksi
21 December 2021 | 15:00
rubrik: Digital, Event
Pesatnya Transformasi Digital Harus Diimbangi Keamanan Siber

Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. Sutanto

Share on FacebookShare on Twitter

– Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Komjen Pol. Sutanto

Diperlukan penguatan sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dan efektif dari seluruh pemangku kepentingan di Tanah Air dalam menerapkan keamanan siber. Saat ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) beserta instansi terkait bersama-sama menyusun dua pengaturan strategis keamanan siber yaitu Strategi Keamanan Siber Nasional dan Perlindungan Infrastruktur Informasi Vital yang akan tertuang dalam bentuk Peraturan Presiden.

“Kita tahu, saat ini perkembangan digital sangat meningkat sekali, seiring juga dengan ancaman siber yang makin tinggi. Setiap hari, rata-rata hampir ada 7 juta sampai 10 juta ancaman di internet yang masuk ke kementerian, lembaga maupun di perusahaan-perusahaan,” kata Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. Sutanto saat membawakan Pidato Kunci di acara TOP Digital Awards 2021 bertema “Accelerating Digital Transformation in Business & Government” di Jakarta, 21/12/2021.

“Seiring dengan pembangunan dan penerapan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang masif. Hal tersebut mendorong proses transformasi digital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama yang sama-sama kita rasakan di tengah masa pandemi COVID-19 saat ini. Dimana setiap pemangku kepentingan mentransformasikan proses bisnis dan pelayanan mereka melalui teknologi digital,” tambahnya.

Komjen Pol. Sutanto pun memaparkan, “Fenomena tersebut didukung dengan data jumlah pengguna internet di Indonesia yang semakin bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2021 ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga pengguna internet terbanyak di Asia dengan jumlah 202 juta pengguna.”

“Dengan perkembangan tersebut tentunya juga menghadirkan peluang terjadinya ancaman siber yang yang perlu kita antisipasi bersama-sama. Terlebih lagi, perkembangan teknologi yang bersifat destruktif, seperti Internet of Things, Artificial Intelligence dan Blockchains. Konsekuensi logis dari kondisi ini, menempatkan TI menjadi pedang bermata dua.”

“Karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan proses bisnis dan kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi sarana efektif untuk melakukan perbuatan melawan hukum diranah siber dan kejahatan siber. Seperti kasus pencurian data pribadi dan peretasan terhadap situs pemerintah maupun swasta yang terjadi akhir-akhir ini.”

Berdasarkan data dari hasil monitoring Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi Negara, tercatat 1.470.925.311 anomali trafik serangan siber yang bersifat teknis selama periode 21 Januari 2021 sampai 19 Desember 2021.

“Dengan urutan kategori tiga teratas Jenis Anomali Trafik yaitu, pertama, Infeksi Malware sebanyak 61 persen; kedua, Aktivitas Trojan sebanyak 10 persen; dan ketiga, upaya Pengumpulan Informasi Target untuk mencari celah keamanan sebanyak 9 persen,” ungkap Wakil Kepala BSSN.

BACA JUGA:  Tak Hanya Stories, Bos Snapchat Minta Facebook Juga Contek Perlindungan Datanya

Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. Sutanto, mewakili Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, menyatakan BSSN menyambut baik kegiatan TOP Digital Awards tahun 2021 ini sebagai bentuk penghargaan di bidang teknologi digital tertinggi di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan dan instansi pemerintah yang dinilai berhasil dalam penerapan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini tentunya selaras dengan visi dan misi BSSN untuk mewujudkan keamanan siber yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi digital nasional. Di tengah makin masifnya peran teknologi digital saat ini dalam meningkatkan daya saing menuju Indonesia Maju.

Sinergi dan Kolaborasi untuk Menjaga Keamanan Siber

Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. Sutanto melanjutkan pemaparannya, “Sebagaimana yang kita ketahui, tahun 2021 ini, menjadi momen penting dan langkah awal bagi Indonesia di tataran global, dalam mengambil peran pada Presidensi G20 tahun 2022. Khusus yang terkait dengan bidang teknologi digital, Indonesia mendorong agenda transformasi digital dengan isu prioritas antara lain meliputi konektivitas dan pemulihan setelah COVID-19, literasi digital dan ketrampilan digital serta tata kelola arus data lintas batas.”

“Dalam mengimplementasikan 3 isu prioritas transformasi digital tersebut, tentunya peran keamanan siber menjadi sangat penting. Sebagaimana kita ketahui dalam tataran global bahwa keamanan siber telah menjadi isu prioritas bagi seluruh negara karena termasuk dalam isu transnasional yang efektif dapat berdampak pada individu, organisasi, dan bahkan negara sehingga memerlukan kerja sama antar sektor.”

Ia melanjutkan, kondisi ini dapat dianalogikan seperti mengendarai mobil balap. Pengemudi mobil balap berani melaju dalam kecepatan tinggi, karena pada mobil tersebut sudah memiliki sistem rem sehingga pengemudi dengan cepat dapat bebas mengelola kecepatan mobil yang diinginkan. Sama halnya dengan transformasi digital yang berkembang dengan cepat. Harus diimbangi dengan aspek keamanan siber sebagai sistem remnya.

“Keamanan siber Indonesia perlu terpelihara dengan baik karena memiliki pengaruh terhadap keamanan nasional dan ekosistem untuk tumbuhnya perekonomian digital nasional yang diharapkan dapat meningkat secara pesat dan sehat. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya perlu sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dalam menerapkan keamanan siber.”

Baca: Ini Temuan dan Saran dari Ajang TOP Digital Awards 2021

Menurut Wakil Kepala BSSN, dalam hal ini BSSN tidak dapat berdiri sendiri karena, pertama, banyak aset siber yang vital dan penting bagi hajat hidup orang banyak dikelola oleh organisasi masing-masing. Kedua, banyak ahli yang memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang luas di bidang siber yang berada di perguruan tinggi, komunitas, aktivis siber, maupun di kalangan korporasi. Ketiga, urusan siber merupakan urusan transnasional karena arsitektur siber itu sendiri pada akhirnya bersifat global. Sehingga perlu ada kerja sama atau upaya diplomasi di tingkat nasional dan internasional.

BACA JUGA:  Waspada 43 Persen Serangan Siber Sasar UKM

Ia pun menegaskan, “Dengan memperhatikan aset dan sumber daya siber yang terdistribusi tersebut maka sinergi antar sektor perlu kita perkuat agar tingkat ketahanan Indonesia dalam menghadapi ancaman siber dari dalam maupun dari luar negeri yang bersifat multidimensi dapat semakin baik. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya strategi yang bersifat nasional. Untuk melindungi, merespon, dan mempertahankan segala hal yang merupakan kepentingan siber Indonesia. Strategi nasional tersebut haruslah ada agar segenap upaya dan sumber daya dapat terjalin secara sinergis dan berkelanjutan.”

Kepada hadirin yang hadir di penyerahan TOP Digital Awards 2021, Komjen Pol. Sutanto mengutarakan, “Dalam konteks mewujudkan keamanan siber, penguatan sinergitas tersebut dapat ditempuh melalui empat hal yaitu, pertama, bahwa segala kerentanan yang dapat meningkatkan ancaman atau bahaya di bidang siber harus dapat dideteksi dan diidentifikasi. Kedua, segala aset yang penting untuk hajat hidup orang banyak harus dapat dilindungi atau dibentengi dari kemungkinan adanya sabotase, serangan, atau aneka upaya lain untuk menghancurkan atau merusaknya.”

“Ketiga, segala sabotase, serangan, atau aneka upaya lain yang sedang berlangsung harus dapat ditanggulangi secepatnya, dan kerusakan, kehilangan, dan atau kehancuran yang telah terjadi harus dapat dipulihkan secepatnya. Keempat, segala komponen dalam penyelenggaraan keamanan siber yaitu manusia, perangkat teknis, dan perangkat non-teknis harus dapat dipantau atau dikendalikan agar tidak menambah banyak atau menambah besar kerentanan,” tegasnya.

“Berdasarkan pemahaman tersebut maka suatu strategi keamanan siber nasional memberikan kejelasan bahwa Indonesia tidak hanya melihat ancaman siber secara sempit dari aspek teknis saja dan hanya terbatas pada lingkup serangan yang ditujukan pada infrastruktur informasi digital. Akan tetapi juga memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari ancaman siber tersebut dalam perspektif yang lebih luas.”

Dari sisi regulasi, lanjut Wakil Kepala BSSN, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik khususnya Pasal 94 tertuang peran pemerintah dalam rangka melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan informasi elektronik dan transaksi elektronik yang menganggu ketertiban umum. Amanat pelaksanaan pengaturan tersebut menegaskan komitmen pemerintah Indonesia melalui BSSN tentang upaya mewujudkan keamanan siber dalam pengembangan transformasi digital melalui strategi keamanan siber nasional, standar keamanan nasional, perlindungan infrastruktur informasi vital, manajemen risiko, penanganan insiden siber, dan tanggap darurat.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2021: Mantap! INDISCH Bertekad Jadi Platform Pembelajaran No. 1 dan Start-up Unicorn di 2025

“Obyek keamanan siber dan infrastruktur informasi vital tidak hanya dimiliki oleh sektor pemerintah saja melainkan juga dimiliki sektor BUMN, swasta atau privat. Dengan beragamnya pemangku kepentingan dalam pelaksanaan keamanan siber ini maka segala upaya dalam pelaksanaan keamanan siber perlu berlandaskan pada kolaborasi yang efektif diantara seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan peran yang meliputi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Selain itu, perlu adanya upaya diplomasi siber untuk memajukan segenap kepentingan Indonesia dalam bidang keamanan siber di tingkat internasional.”

Penguatan Regulasi Keamanan Siber

Komjen Sutanto mengatakan menyikapi dinamika tersebut, BSSN beserta instansi terkait bersama-sama menyusun dua pengaturan strategis keamanan siber yaitu Strategi Keamanan Siber Nasional dan Perlindungan Infrastruktur Informasi Vital yang akan tertuang dalam bentuk Peraturan Presiden. Pengaturan strategi keamanan siber nasional ini memiliki dua fungsi. Pertama, sebagai fungsi strategis yaitu menjabarkan kerangka kerja pembangunan dan pengembangan di bidang keamanan siber yang secara jelas menunjukkan tujuan nasional yang hendak diwujudkan. Aneka fokus area yang diprioritaskan: tahapan, waktu, serta indikator pelaksanaan dan uraian mengenai peranan dari segenap pemangku kepentingan yang terkait. Kedua, sebagai fungsi yuridis yaitu suatu acuan hukum yang bersifat nasional bagi segenap jajaran pemerintah baik di tingkat pusat maupun di daerah.

“Kemudian dalam strategi nasional ini juga mencakup pengaturan manajemen krisis siber nasional (MKSN). Demikian pula pengaturan perlindungan infrastruktur informasi vital yang mendukung terciptanya ekosistem penyelenggaraan keamanan siber di semua penyelenggara infrastruktur informasi vital di sektor strategis melalui pengelolaan insiden siber, peningkatan kapasitas SDM, kerja sama, dan pengukuran kematangan keamanan siber.”

Untuk itu, BSSN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan keamanan siber di tengah pengembangan transformasi digital. Mohon dukungannya untuk percepatan penetapan regulasi pengaturan strategi keamanan siber nasional sebagai pengaturan awal penerapan keamanan siber menuju Indonesia Maju khususnya khususnya dalam bidang teknologi digital.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan TOP Digital Awards tahun 2021 dapat menjadi embrio positif yang menumbuhkan kepedulian dan kesadaran pengembangan transformasi digital dengan tetap memperhatikan aspek keamanan siber. Mengingat bahwa ancaman siber dapat hadir sewaktu-waktu tanpa terduga maka segenap pemangku kepentingan siber nasional harus senantiasa siap siaga dalam merespon keamanan siber, memitigasi risiko siber, termasuk mempertahankan diri,” tutup Wakil Kepala BSSN.

Baca Puncak Penghargaan TOP Digital Awards 2021 Digelar Hari ini

Tags: BSSNMSI GroupTOP Digital Awards 2021
Previous Post

Acara Puncak Ajang TOP Digital Awards 2021: Ini Temuan dan Saran dari Dewan Juri

Next Post

Pemerintah Dorong Transformasi Digital Indonesia dalam Ketatanegaraan Menuju Smart Government

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

Load More

TERPOPULER

  • Huawei Kenalkan Lini Smartwatch Terbaru

    Huawei Kenalkan Lini Smartwatch Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anchanto Singapura Meraih Investasi US$ 4 Juta Melalui MDI Ventures

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RELEX Solutions Mengakuisisi Optimity

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto