Majalah It Works, hari ini menggelar acara puncak penyerahan penghargaan TOP Digital Awards 2021 dengan tema “Accelerating Digital Transformation in Business & Government” di Hotel Raffless, Jakarta, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pencegahan COVID-19. Kegiatan ini ingin mempercepat transformasi digital baik di instansi pemerintahan maupun korporasi bisnis di Indonesia.
Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng selaku Ketua Dewan Juri menyatakan kegiatan TOP Digital Awards ini, merupakan kegiatan pembelajaran, dan kegiatan penilaian/pemberian penghargaan bidang implementasi teknologi digital, yang diberikan kepada instansi pemerintahan dan korporasi bisnis di Indonesia.
“Kegiatan yang diselenggarakan oleh majalah ItWorks ini, sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden RI yang dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, yakni percepatan transformasi digital guna mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, baik di instansi pemerintahan, korporasi bisnis, maupun institusi lainnya,” lanjutnya.
“Transformasi Digital umumnya dijalankan dalam upaya suatu organisasi mendongkrak efektivitas dan efisiensi dalam memberikan layanan publik, kinerja bisnis dan operasional, serta layanan kepada pelanggan.”
Ia mengungkapkan ada fakta yang menarik, mengutip riset dari McKinsey: 70% transformasi digital gagal! Meskipun sebagian besar organisasi dan eksekutif mengetahui betapa pentingnya untuk berkembang dengan teknologi dan menciptakan proses dan solusi digital. Namun mewujudkannya adalah cerita yang berbeda.
“Transformasi Digital adalah upaya yang rumit dan berisiko. Ketika dilakukan dengan benar, itu dapat mengarah pada hasil yang luar biasa, terbukti memberikan hasil di masa depan. Tetapi ketika dilakukan secara tidak benar, itu bisa sangat mahal dan hasilnya memalukan bagi organisasi,” ujar Prof. Muli.
Ia pun menyarankan agar transformasi digital yang sukses tetap bisa diwujudkan, maka perlu fokus pada (1) kualitas digitalisasi, bukan sekedar kuantitas; (2) Integrasikan upaya transformasi digital dengan seluruh aktivitas organisasi, serta (3) tetap memperhatikan kondisi eksternal, seperti ekonomi, pasar, kompetisi, dan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat/konsumen.
Prof. Muli pun memaparkan sejumlah hal penting
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik – SPBE
Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam prakteknya belum terintegrasi, dengan berbagai kendala dan keterbatasan yang ada. Misalnya, hampir setiap instansi pemerintahan di Indonesia memiliki server sendiri untuk menyimpan dan mengelola data. Dari ribuan data di server yang ada di Indonesia, masih sedikit yang memenuhi stándar nasional maupun internasional. Hal ini bisa menyebabkan perbedaan basis data di antara instansi pemerintah yang memuat data sejenis.
Karenanya implementasi kebijakan SPBE dengan Perpres No. 95 Tahun 2018 kemudian diperkuat dengan Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Indonesia One Data Policy ini dirancang untuk meningkatkan kualitas praktek dan tata kelola data internal pemerintah melalui penyediaan kerangka peraturan mengenai struktur organisasi termasuk di dalamnya peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan utama.
Penerapan kebijakan ini juga menentukan mekanisme untuk memastikan pengumpulan atau pengolahan data yang memenuhi best practices, manajemen data, penerapan meta data berbasis format standard secara nasional serta penyebaran data yang sesuai dengan prinsip-prinsip interoperabilitas data.
Diantara aspek yang relevan adalah tata kelola SPBE, manajemen SPBE, audit teknologi informasi dan komunikasi penyelenggaraan SPBE dan lain-lain.
Domain arsitektur SPBE ini meliputi Government Cloud dan Pusat Data Nasional, jaringan intra pemerintah, sistem penghubung layanan pemerintah, arsitektur aplikasi SPBE, serta ketentuan teknis dan tata kelola lainnya.
Kami mendorong Instansi Pemerintahan termasuk Pemerintahan Daerah, agar terus memanfaatkan teknologi digital, termasuk Internet of Things (IoT) dalam membuat terobosan baru atau smart solution. Sejalan dengan arus digitalisasi, hal itu dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas serta optimalisasi layanan pada masyarakat.
Keamanan TI
Di masa pandemi ini, dorongan untuk melakukan digitalisasi, terus mengemuka dan sudah menjadi eforia. Semua, berlomba-lomba untuk mengembangkan berbagai aplikasi digital dengan menggunakan data-data masyarakat dan konsumen.
Eforia ini harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data. Sekali kita mende-clare atau menyatakan bahwa aplikasi digital ini menggunakan data masyarakat/ konsumen, maka kita wajib melakukan investasi dan penguatan dibidang keamanan TI dengan sebaik-baiknya.
Pemanfaatan teknologi digital, baik oleh masyarakat atau di lingkungan korporasi bisnis dan instansi pemerintahan, harus didukung dengan keamanan siber yang memadai. Tanpa keamanan siber yang memadai, bukan tidak mungkin kita mengalami kerugian, mulai dari yang immaterial seperti rusaknya kredibilitas atau hilangnya kepercayaan dari pemangku kepentingan. Bahkan, sering kali menimbulkan kerugian material, seperti hilangnya data atau uang yang nilainya sangat besar.
Oleh karena itu, memahami dan menerapkan cara mengelola keamanan siber sesuai standar yang baik, menjadi hal yang wajib dilakukan. Juga, informasi terkait bagaimana kebijakan dan tren cyber security saat ini.
Métode dan Proses Penilaian Penjurian
Penentuan Pemenang kategori TOP DIGITAL Implementation Level Bintang.
Metode ini diawali dengan seleksi awal terhadap 800-an calon peserta, untuk menghasilkan 200 kandidat terbaik. Para pakar TI dan Dewan Juri, merekomendasikan kandidat-kandidat perusahaan dan instansi pemerintahan, yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya. Beberapa data pendukung, termasuk hasil penilaian SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) yang diselenggarkan oleh Kemenpan RB, juga menjadi pertimbangan dalam seleksi awal ini.
Dari 200 kandidat terbaik, sebanyak 172 peserta yang dapat mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk hadir dan presentasi keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya, dalam kegiatan Wawancara Penjurian yang diselenggarakan secara daring.
Adapun 4 kriteria Utama dalam menentukan pemenang adalah, pertama, Perusahaan/Instansi yang berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan Teknologi Digital dalam meningkatkan kinerja, daya saing, operasional, dan layanannya.
Kedua, Perusahaan/Instansi yang memiliki sistem, tata kelola, dan infrastruktur Teknologi Digital yang baik.
Ketiga, Perusahaan/Instansi yang memiliki Solusi Teknologi Digital Unggulan/ yang dinilai membanggakan.
Keempat, Perusahaan/Instansi yang implementasi dan solusi Teknologi Digitalnya yang terkait dengan Tema TOP Digital Awards 2021, yakni mendukung transformasi bisnis/layanan di masa Pandemi COVID 19.
Kategori pemenang TOP Digital Implementation, dikelompokkan dalam Level Star atau Level Bintang), sesuai sektor usahanya dan klasifikasi lembaganya.
Ada beberapa kriteria yang digunakan, untuk menentukan pemenang masuk di level Star/ level Bintang tersebut.
Pertama, apakah Tata kelola TI (Kebijakan, Organisasi, Penerapan sistem dan prosedur) sudah baik dan telah dijalankan secara konsisten, dengan perbaikan yang berkesinambungan.
Kedua, apakah implementasi teknologi digitalnya sudah berhasil dan penggunaannya terpadu di semua divisi/ unit kerja serta berdampak terhadap kinerja, daya saing, dan layanan pelanggan/ masyarakat.
Kemudian yang ketiga, apakah Infrastruktur pendukung teknologi digital tersedia sesuai dengan kebutuhan saat ini dan dapat dikembangkan terus untuk kebutuhan di masa mendatang.
Pemenang penghargaan level bintang 5, bukan berarti instansi pemerintahan/tersebut berada dilevel yang sempurna. Namun, selain kriteria-kriteria penilaian tersebut dipenuhi dengan baik, Dewan Juri menambahkan kriteria khusus yakni ada hal yang terkait implementasi/pemanfaatan teknologi digital, atau ada solusi bisnis yang menonjol, atau yang layak untuk dicontoh atau direkomendasikan kepada instansi/ perusahaan lainnya.
Temuan dan Rekomendasi
Selama proses presentasi dan wawancara penjurian berlangsung, Dewan Juri memperoleh beberapa temuan penting terkait implementasi solusi digital di perusahaan dan instansi pemerintahan. Diantaranya adalah
Semakin banyak Aplikasi, bukanlah sebuah Prestasi
Hampir semua Pemerintah Daerah, memiliki lebih dari seratus aplikasi. Tentu, dengan semakin banyaknya aplikasi, justru akan membingungkan penggunaan dan pengembangannya di kemudian hari. Apalagi, jika platform dan database yang menjadi dasar pengembangannya berbeda-beda.
Rekomendasi kami, sebaiknya berbagai aplikasi yang melibatkan penggunaan data dan fitur yang relatif sama, dapat diintegrasikan dalam satu aplikasi utama atau super apps. Integrasi database, juga menjadi hal yang fundamental dalam pengembangan aplikasi yang terintegrasi.
Peningkatan Tata Kelola TI atau IT Governance
Pengelolaan sistem TI harus didasarkan pada platform tata kelola TI yang baik serta berstandard nasional atau internacional, agar pengelolaan dan pengembangannya dapat bersifat terstruktur dan sistematis, serta berkelanjutan. Aspek-aspek pengelolaan aset-aset TI dan aspek manajamen risiko dalam bidang TI, juga perlu dikelola dengan sebaik-baiknya.
Keamanan TI atau Cyber Security
Di banyak perusahaan dan organisasi, IT Security sudah mulai menjadi perhatian yang lebih serius dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas adanya tren peningkatan serangan siber yang cenderung meningkat di tengah pandemi Covid-19. Bagaimanapun juga, ancaman serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Jangan sampai aktivitas operasional terganggu atau bahkan berhenti, karena sistem keamanan IT yang masih lemah.
Kami menyarankan ada SDM TI yang dikembangkan untuk mendapatkan Sertifikasi IT Security/Cyber Security.
Data Center
Sebagian Peserta, masih fokus pada pengembangan aplikasi dan hanya menyediakan Server Room. Belum semuanya didukung Data Center. Padahal, di era digital ini, kebutuhan Data Center, mutlak diperlukan. Apalagi jika sudah masuk ke sistem industri 4.0, tentu Big Data dan Data Analytic, akan memerlukan Data Center yang handal.
Sinergi/kolaborasi penggunaan data center yang berstandard internasional, dapat dilakukan sehingga terjadi peningkatan efisiensi, keandalan, dan utilitas datacenter.
Rating Kepuasan Pengguna Solusi
Baru sedikit peserta, yang mulai memberikan fasilitas penilaian atas solusi/aplikasi yang digunakan. Jika masing-masing pengguna solusi/layanan, selalu diberikan opsi pemberian rating nilai atas sebuah layanan, seperti kepuasan Bintang 5 atau 1, maka unit terkait akan terpacu untuk terus meningkatkan layanannya. Jadi, penggunaan Aplikasi/Solusi Digital akan menigkatkan budaya layanan yang lebih baik.
Digital Culture dan Literasi Digital
Selain fokus pada pengembangan aplikasi dan solusi digital, sebaiknya manajemen Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, juga harus membangun Digital Culture, agar pemanfaatan Solusi Digitalnya menjadi maksimal, serta Literasi Digital. Jangan sampai, fitur-fitur canggih dari sebuah aplikasi digital/solusi bisnis yang sudah dikembangkan, tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, hanya karena kurangnya edukasi dan literasi terkait teknologi digital bagi masyarakat/penggunanya.
Prof. Muli menyatakan proses penilaian dan penetapan pemenang, dilakukan secara obyektif, dan independen oleh Dewan Juri. Penilaian dan penjurian yang telah dilakukan, didasarkan pada informasi yang diperoleh dari jawaban kuesioner, wawancara penjurian, dan sumber informasi lain yang relevan, selama proses penilaian berlangsung.
“Kami ucapkan selamat kepada pemenang TOP Digital Awards 2021. Semoga keberhasilan ini makin mendorong semangat implementasi Solusi Digitalnya dan dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya,” ujarnya.
Ia pun mengharapkan kegiatan ini, menjadi penggerak untuk meningkatkan keberhasilan implementasi dan pemanfaaatan Solusi digital di Indonesia.
“Atas nama Dewan Juri, kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak, terutama kepada para Peserta dan Finalis TOP Digital Awards 2021. Kami ucapkan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara dari majalah ItWorks, Anggota Dewan Juri, Lembaga & Asosiasi Tim Penilai TOP Digital Awards 2021.”
“Kami menyampaikan permohonan maaf, apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, selama proses penilaian dan penjurian TOP Digital Awards 2021 berlangsung,” tutupnya.
Baca: Puncak Penghargaan TOP Digital Awards 2021 Digelar Hari ini
Video: Acara Puncak TOP Digital Awards 2021 sesi 1
Video: Acara Puncak TOP Digital Awards 2021 sesi 2














