Trend dalam level global, Truecaller mengidentifikasi 184.5 miliar panggilan dan 586 miliar pesan. Diantara jumlah tersebut, 37,8 miliar dan 182 miliar pesan diidentifikasi dan diblokir sebagai spam.
Truecaller, platform global untuk memverifikasi nomor telepon dan memblokir komunikasi tidak diinginkan, meluncurkan laporan tahun Global Spam Report edisi kelima. Laporan tersebut merupakan riset global yang menjabarkan secara detail mengenai spam dan penipuan terhadap pengguna smartphone di seluruh dunia.
Dalam keterangannya, 17/12/2021, Alan Mamedi, CEO dan Co-Founder Truecaller mengatakan, “Sama dengan edisi sebelumnya, Truecaller Global Spam Report memuat 20 Negara Teratas yang Terdampak di 2021. Laporan ini dapat diakses melalui blog resmi Truecaller. Dari data yang tersedia, disimpulkan bahwa pandemi telah mengubah perilaku komunikasi yang juga berdampak pada perubahan pola spam di seluruh dunia.”
Tahun ini, Truecaller berhasil membantu lebih dari 300 juta pengguna di seluruh dunia dalam memblokir dan mengidentifikasi 37,8 miliar panggilan spam. Laporan ini juga menjelaskan trend spam dan penipuan selama satu tahun terakhir, menyajikan beberapa data penting, situasi saat ini, dan prediksi tahun 2022.
Tren spam dari berbagai negara lain di dunia
- Brasil tetap bertahan di peringkat pertama sebagai negara paling banyak menerima spam selama empat tahun berturut-turut, dengan rata-rata pengguna menerima 32,9 panggilan spam per bulan. Terdapat kesenjangan angka spam yang signifikan dengan Peru yang menempati posisi ke dua dengan rata-rata 18,02 panggilan spam diterima pengguna dalam sebulan.
- Peringkat untuk panggilan spam dan SMS spam terlihat berbeda jauh. Negara-negara di Afrika cenderung mengalami lebih banyak ancaman spam melalui SMS dibandingkan telepon.
- Afrika Selatan, selalu menjadi salah satu negara paling banyak menempati spam di dunia: menempati posisi kelima pada tahun 2017, keempat pada tahun 2018, dan keenam pada tahun 2019. Sempat berada pada posisi yang baik di tahun 2020 dengan menempati rangking 17, namun kembali lagi di posisi sepuluh besar (no.9) tahun ini.
- Amerika Serikat mengalami penurunan kasus spam yang sangat signifikan dengan menempati posisi terakhir tahun ini, bahkan hampir keluar dari daftar 20 negara dengan ancaman spam tertinggi.
- Dari 20 negara ini, Brazil memiliki kelas tersendiri. Sepuluh negara berikutnya dalam daftar terklasifikasi dalam satu kelompok dengan rata-rata panggilan spam yang sebanding, semenara sembilan negara lainnya mencatatkan setiap pengguna menghadapi angka spam yang berkisar antara 4.5 – 6.7 panggilan spam setiap bulan.
Laporan ini merupakan analisis yang cermat dari miliaran panggilan yang diterima pengguna Truecaller di seluruh dunia. Pengguna Truecaller memiliki kesempatan untuk memberi nama nomor-nomor spam atau menandai telepon dengan identitas dan kategori bisnis yang sesuai. Hal ini membantu Truecaller dalam menetapkan berbagai jenis panggilan spam. Dalam penyusunan laporan ini, tidak ada panggilan dan SMS yang direkam dan dibaca Truecaller. Seluruh data dikumpulkan secara anonim, dan tidak untuk dilacak oleh siapapun.
Laporan lengkap dapat diakses melalui TRUECALLER INSIGHT ini.
Grafik dapat diunduh di LINK ini.
Catatan dan Metodologi:
Data dalam artikel dikumpulkan secara anonim, berasal dari daftar panggilan masuk dan keluar serta pesan selama periode 1 Januari 2021 hingga 31 Oktober 2021. Tidak ada pesan dan panggilan yang direkam. Selama periode ini, kami membantu mengidentifikasi 184,5 miliar panggilan dan 586 miliar sms yang terdeteksi spam. Untuk mengulas mengenai kebijakan privasi kami, silahkan mengunjungi ringkasan berikut ini.
Silahkan membaca Global Spam Report yang terbit setiap tahun pada tautan dibawah ini:
Laporan tahun 2020 di sini
Laporan tahun 2019 di sini
Laporan tahun 2018 di sini
Laporan tahun 2017 di sini














