Bicara smart city, sebenarnya bukan tentang kota dengan teknologi saja. Melainkan, tentang langkah membangun sistem teknologi melalui kolaborasi atau keterlibatan antara seluruh elemen, pemerintah sebagai collaborator dan masyarakat sebagai co-creator. Jadi, masyarakat turut berperan aktif menyelesaikan permasalahan di kotanya.
“Pemanfaatan teknologi dan data merupakan kunci utama dalam mewujudkan ekosistem kota cerdas (smart city),” Demikian disampaikan Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha dalam sebuah seminar daring, Jumat, 04/02/2022.
“Jakarta Smart City melakukan inovasi digitalisasi layanan pemerintah dengan pengumpulan, pertukaran, dan sinkronisasi data pada sistem Master Data Management,”
“Lalu, menyediakan layanan Application Program Interface (API). Layanan ini terintegrasi dengan platform website Jakarta.go.id dan aplikasi Jakarta Kini – JAKI,” tambah Yudhistira.
Lebih lanjut, diutarakannya bahwa JAKI sebuah realisasi platform one-stop service dengan layanan publik digital yang terintegrasi, mampu melayani kebutuhan warga DKI Jakarta sejak lahir sampai meninggal.
“JAKI menggunakan digital ID Jakarta sebagai akun warga berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), dan berbagai sumber data lainnya.”
“Dengan visi membangun layanan teknologi informasi yang transformatif dan terintegrasi, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan transformasi, membangun ekosistem digital yang baik pada masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah,” tambahnya.














