Ada potensi risiko keamanan siber saat perusahaan teknologi finansial (tekfin) memutuskan untuk mengadopsi teknologi komputasi awan (cloud computing). Risiko di dunia siber tidak bisa dielakkan seiring dengan pertumbuhan adopsi komputasi awan. Risiko tersebut misalnya dapat berupa potensi pishing, peretasan, hingga cross-site scripting (serangan XSS).
“Kami mengimbau kepada para perusahaan rintisan untuk mempertimbangkan dan berhati-hati dalam memilih jenis cloud yang akan mereka gunakan. Apakah itu hybrid, private, public, atau mungkin jenis community cloud. Mereka harus berhati-hati dalam menggunakannya dan menentukan penyedia yang memiliki sistem yang andal,” kata Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dino Milano Siregar dalam webinar “The Impact of Cloud Computing on the Indonesian Economy”, Selasa, 15/02/2022.
Selain itu, saat memilih penyedia teknologi, perusahaan tekfin juga hendaknya memilih penyedia komputasi awan yang sudah memiliki sertifikasi.
“Tekfin juga harus menempatkan server dan pusat data di Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambahnya.
Terkait isu keamanan, Dino mengatakan perusahaan tekfin juga perlu menempatkan sumber daya manusia yang dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang cakap.
Baca: OJK: Securities Crowdfunding (SCF) Tumbuh 75 Persen
Meski terdapat risiko siber, keberadaan komputasi awan sendiri yang membawa banyak manfaat juga tidak dapat disangkal. “Kita tahu bahwa adopsi komputasi awan memberikan peluang untuk sektor jasa keuangan, terutama untuk para startup,” ujarnya.
Teknologi ini, dapat mengurangi kompleksitas dan mengurangi biaya yang dibebankan kepada pengguna.
Komputasi awan juga memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan infrastruktur fisik yang membutuhkan investasi waktu dan biaya yang lebih banyak.
Dari sisi back-end, perusahaan tekfin dapat memanfaatkan komputasi awan untuk menyimpan dan memproses data dalam skala besar.
Sementara dari sisi front-end, kehadiran komputasi awan akan memudahkan para pengguna atau pelanggan.
“Komputasi awan memberikan peluang bagi mereka (perusahaan tekfin) untuk berkembang lebih jauh. Mereka harus mampu beradaptasi agar bisnisnya bisa berkembang sesuai dengan ekspektasi pasar,” pesan Dino.
Baca: Tiga Jurus Jitu Supaya tak Gampang Ditipu Tekfin Bodong














