Kementerian Komunikasi dan Informatika mengupayakan berbagai hal untuk memperkuat ekosistem digital yang inklusif, memberdayakan dan berkelanjutan. Salah satunya menginisiasi forum pertemuan dan kerjasama sebagai wadah untuk menstimulasi kolaborasi multipihak.
“Dalam forum G20 tahun ini, Kementerian Kominfo memimpin pembahasan isu ekonomi digital melalui Digital Economy Working Group (DEWG) dengan agenda untuk memperkuat ekosistem digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba dalam Forum Ekonomi Merdeka yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, 28/02/2022.
Sebagai leading sector transformasi digital, Kementerian Kominfo telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang meliputi empat sektor strategis yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.
“Pada sektor infrastruktur digital, Kementerian Kominfo membangun lebih dari 340.000 KM nasional fiber optic backbone yang dikombinasikan dengan 9 satelit, jaringan microwavelink, serta penyediaan sejumlah base transceiver station (BTS) di tingkat the last-mile,” jelas Sekjen Kementerian Kominfo.
Di sektor pemerintahan digital, Kementerian Kominfo terus mendukung praktik e-Government dan Satu Data Indonesia. “Saat ini, Kementerian Kominfo membangun sejumlah Pusat Data Nasional yang memungkinkan interoperabilitas dan efisiensi dalam tata kelola data,” tutur Sekjen Mira.
Mengingat potensi ekonomi digital untuk memulihkan perekonomian nasional, Kementerian Kominfo telah mengembangkan berbagai program prioritas khusus dalam pilar ekonomi digital.
“Di dalamnya program prioritas tersebut dirancang untuk mendukung berkembangnya Startup Digital, UMKM digital dan pengembangan talenta digital,” ujar Sekjen Kementerian Kominfo.
Baca: Indonesia Angkat Isu Pengelolaan Arus Data Lintas Negara dalam Forum G20
Sekjen Mira Tayyiba menjelaskan, pengembangan Startup Digital di Indonesia terus diupayakan Kementerian Kominfo melalui program startupdigital.id. Program itu ditujukan bagi pemula usaha industri startup.
“Program startupdigital.id terdiri dari berbagai sub program yaitu Sekolah Beta, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, startupstudio.id, HUB.id, dan Indonesia Game Developer Exchange (IDGX),” jelasnya.
Sekolah Beta merupakan pembekalan pengetahuan dasar terkait konsep dan model usaha startup. Kemudian, Gerakan Nasional 1000 startup digital yang merupakan program pendampingan bagi calon founder startup dan membuat minimum viable product.
“Startupstudio.id. merupakan program pembinaan bagi startup tingkat awal dalam mengembangkan produk marketing dan jumlah akuisisi pelanggan. Selanjutnya, adapula HUB.id. Program Business Matchmaking yang mempertemukan para startup dengan calon investor. Sedangkan Indonesia Game Developer Exchange (IDGX), merupakan program mentoring pertumbuhan bisnis dan promosi untuk meningkatkan kapasitas dan kuantitas game developer Indonesia,” tutur Sekjen Kementerian Kominfo.
Kementerian Kominfo juga mendorong digitalisasi UMKM melalui program pemberdayaan UMKM ke tahap digital active selling dan scale up, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia serta onboarding UMKM go digital.
Guna menjawab kebutuhan talenta digital di sektor masyarakat digital, Sekjen Mira Tayyiba menyatakan Kementerian Kominfo menyelenggarakan beberapa program pendidikan non-formal dan formal. Pada pendidikan non-formal, Kementerian Kominfo memfasilitasi pelatihan kapabilitas digital dari tingkat dasar melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), tingkat menengah melalui Digital Talent Scholarship (DTS) dan tingkat lanjutan melalui Digital Leadership Academy (DLA).
“Pada pendidikan formal, kami juga menyediakan program beasiswa S2 serta memfasilitasi transformasi Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta menjadi Institut Digital National University (IDN-U),” ungkapnya.
Menurut Sekjen Kementerian Kominfo peta jalan itu dilaksanakan melalui berbagai enabler antara lain sumber daya manusia, regulasi, kebijakan, pendanaan dan insentif. Sekjen Mira Tayyiba pun mengajak seluruh pihak untuk mengupayakan seluruh ekosistem digital yang inklusif bagi seluruh manusia untuk melaksanakan hak dan kewajibannya dalam aspek sosial politik, sosial, budaya, dan tentunya ekonomi.
Baca: Percepatan Ekosistem Digital di Indonesia, Telkom Dorong Mitratel Kembangkan Bisnis Fiber Optik














