Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah mendapat tanggung jawab baru yaitu mengelola Minyak dan Gas Bumi Wilayah Kerja (WK) Rokan mulai tanggal 9 Agustus 2021. Dalam pelaksanaan tanggung jawab itu, PHR perlu melakukan proses transisi sistem teknologi informasinya yang berskala besar secara mulus.
Menyadari besarnya kontribusi dari teknologi sistem informasi di dalam proses tersebut, PHR pun menggandeng Microsoft sebagai mitra perusahaan dalam menerapkan teknologi modern untuk karyawan.
PHR melakukan modernisasi proses transisi untuk mengoptimalkan sumber daya mengingat banyaknya sistem yang perlu ditransisi di tengah situasi kerja hybrid, yaitu perpaduan kerja dari lingkungan kantor dan rumah. Selain itu, modernisasi juga ditujukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan mitra kerja dengan memanfaatkan perangkat komputer perusahaan ataupun pribadi untuk bekerja.
Ada sekitar 26 backend systems dan lebih dari 3.000 perangkat komputer yang perlu mendapatkan akses dan aktif di sistem baru Pertamina setelah 8 Agustus 2021 tengah malam, agar kegiatan operasional berjalan lancar tanpa gangguan.
Baca: Pertamina Siapkan Tiga Strategi Bisnis di Tahun 2022
Dalam siaran pers, 10/03/2022, Yusfiannur, IT Infrastructure Architect Pertamina Hulu Rokanmengatakan, “Sebagai bagian dari tim transisi, terdapat beberapa tantangan yang kami hadapi dalam menyiapkan proses transisiini.”
“Pertama, kecepatan waktu. Tepat pada 9 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB, semua sistem lama harus sudah diganti, dan sistem baru harus sudah siap dipakai. Kami perlu memperbaharui sistem operasi komputer untuk lebih dari 800 komputer karyawan PHR yang bekerja di rumah dan sekitar 2.200 komputer karyawan yang bekerja di kantor dalam kurun waktu terbatas.”
“Kedua, kompleksitas dan banyaknya sumber daya yang dibutuhkan dalam proses transisi apabila dilakukan secara konvensional. Di tengah masa pandemi Covid-19, keselamatan karyawan menjadi hal yang sangat penting, sehingga kami harus meminimalisir interaksi fisik antara karyawan dan tim IT. Hal ini akan sulit dihindari bila dilakukan dengan model lama di mana proses penggantian sistem harus dibantu oleh tim IT secara berdampingan.”
“Solusinya, kami menggunakan Microsoft Endpoint Manager untuk mengoptimalkan proses transisi ini. Sebagai informasi, endpoint adalah suatu perangkat komputer yang terkoneksi dengan jaringan di mana ia terhubung; hal ini mencakup personal computer (PC), computer tablet, dan smartphone,” jelas Yusfiannur.
Wahjudi Purnama, Modern Work and Security Business Group Lead Microsoft Indonesia mengatakan, “Kami sangat bangga dapat membantu PHR dalam melakukan transisi ini secara mulus. Hal ini menjadi salah satu contoh best practice bagaimana pengimplementasian hybrid work yang tidak berkompromi terhadap aspek keamanan dapat dilakukan secara sederhana. Ke depan, kami percaya bahwa kebutuhan hybrid work akan meningkat secara signifikan dan Microsoft siap untuk mendukung setiap penggunanya dalam implementasi cara kerja modern ini”.
Baca: Dukung Target Bor 500 Sumur Baru, Pertamina Hulu Rokan Resmikan Pusat Kendali Operasional
Baca: Ingin Genjot Operasi Hulu Migas, Pertamina akan Perluas Digitalisasi di Sumatera














