Pertamina Hulu Rokan (PHR) harus melakukan modernisasi proses transisi untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Ada sekitar 26 backend systems dan lebih dari 3.000 perangkat komputer yang perlu mendapatkan akses dan aktif di sistem baru Pertamina agar kegiatan operasional PHR berjalan lancar tanpa gangguan.
Agar proses transisi itu berjalan optimal, PHR menggunakan Microsoft Endpoint Manager sebuah solusi pengelolaan endpoint dari Microsoft. Endpoint adalah suatu perangkat komputer yang terkoneksi dengan jaringan di mana ia terhubung; hal ini mencakup personal computer (PC), computer tablet, dan smartphone
Memanfaatkan solusi dari Microsoft, PHR dapat menyiapkan dan mengeksekusi keseluruhan proses transisi secara hybrid karena pengelolaan semua endpoint cukup dilakukan di satu platform.
Hal ini mendukung ekosistem perangkat yang beragam, memberikan proteksi terpercaya yang memungkinkan tim IT memiliki kontrol terhadap aset digital tanpa memengaruhi produktivitas pengguna, menghadirkan keamanan terpadu dengan kontrol keamanan Zero Trust, serta melindungi perangkat agar selalu sehat dan comply.
Baca: Kelola WK Migas Rokan, Pertamina Hulu Rokan Manfaatkan Solusi Microsoft
Proses transisi PHR sendiri dimulai pada Januari 2021 dan dibagi menjadi enam tahap:
- Planning: Pada tahap ini, tim transisi menganalisis berbagai sistem yang perlu diubah, serta mengidentifikasi pengguna yang kritikal untuk mendukung operasi. Dengan demikian, pembaharuan dapat dilakukan secara gradual berdasarkan skala prioritas.
- Proof of concept: Menguji desain dan fungsi, serta melihat performa solusi endpoint.
- Cut over plan: Membuat rencana untuk pemutusan sistem dari perusahaan lama ke perusahaan baru yang akan dieksekusi pada saat transisi.
- Apps packaging: Mengemas aplikasi-aplikasi untuk pengguna komputeryang kemudian tersedia di portal aplikasi perusahaan.
- Build & piloting: Menguji keseluruhan rencana pada pilot user untuk memastikan seluruh skenario deployment dapat berjalan sesuai ekspektasi.
- Deployment: Melakukan penghapusan sistem lama dan pengunduhan sistem baru (wipe and load) pada ribuan perangkat yang digunakan karyawan PHR dan mitra kerjanya. Pada proses deployment ini, seluruh sistem berganti menjadi sistem PHR tepat pada 9 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB.
“Selama proses transisi ini, kami berhasil melakukan penggantian sistem perangkat komputer secara cepat. Prosesnya juga berjalan dengan baik di hari pertama PHR resmi mengelola mengelola Minyak dan Gas Bumi Wilayah Kerja (WK) Rokan,” jelas Yusfiannur, IT Infrastructure Architect Pertamina Hulu Rokan, dalam siaran pers, 10/03/2022.
“Kami cukup mengirimkan satu USB thumb drive dan prosedur yang disertakan ke dalam paket Human Resource ke rumah karyawan. Dalam waktu 15 menit untuk proses wipe and load, karyawandan mitra kerjasudah dapat masukke sistem yang baru dan mulai bekerja.”
“Dulu, proses penggantian sistem ini membutuhkan waktu 1 sampai 1,5 bulan yang melibatkan tim deployment besar. Kini, kami bisa selesaikan dalam hitungan hari. Karyawan dan mitra kerja bahkan bisa melakukannya sendiri,” ungkapnya.
“Seiring dengan berjalannya waktu, kami juga melihat adanya pengurangan waktu yang dibutuhkan IT untuk memberi bantuan ke pengguna secara remote hingga 20% dan penanganan isu hingga 33%. Dari segi keamanan, tim IT juga dapat mengimplementasikan berbagai konfigurasi seperti role-based access, enrollment restriction, compliance policy, app protection policy, dan conditional access dengan mudah,” tambah Yusfiannur lagi.
Penggunaan Microsoft Endpoint Manager dalam proses transisi endpoint PHR ini menjadi bagian dari pilot project bagi Pertamina sebagai perusahaan induk PHR dalam menerapkan konsep modern workplace, di mana perusahaan memberi kebebasan bagi karyawan untuk memilih sendiri perangkat yang ingin mereka gunakan (Choose Your Own Device/CYOD), baik itu perangkat milik perusahaan atau perangkat pribadi (Bring Your Own Device/BYOD).
Baca: Microsoft Kembali Gelar Program Studi Independen Bersertifikat














